Terbilang banyak rumah di Indonesia yang tidak selalu memiliki ruang bermain khusus. Melainkan, ruang keluarga, kamar tidur, bahkan teras sering kali menjadi tempat anak bermain dan bereksplorasi serta keluarga berkumpul. Berangkat dari pengamatan itulah kiranya, dan tak terbantahkan bila IKEA Indonesia lantas menghadirkan berbagai pilihan produk dari koleksi GREJSIMOJS yang dirancang untuk menghadirkan lebih banyak momen bermain […]
Penyakit Autoimun merupakan
suatu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh atau sistem imun menyerang tubuh
sendiri. Ada ratusan jenis penyakit autoimun,
salah satu yang sering diperbincangkan adalah Inflammatory Bowel
Disease (IBD) atau Radang Usus.
Karena itu, perlu mewaspadai penyakit Autoimun yang penyebabnya tak lepas dikarenakan beberapa hal yaitu merokok, memiliki riwayat infeksi, sering mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dan tinggal di dekat kawasan industri.
Demikian dikatakan dr. Prasna
Pramita Sp.PD,K-AI,FINASIM,MARS.,
yang juga adalah Dewan Pembina MCF (Marisza Cardoba Foundation), organisasi nirlaba yang menjadi mitra Pemerintah, dalam mengedukasi pentingnya penerapan pola
hidup sehat sebagai upaya pencegahan Autoimun.
Lebih lanjut dr. Prasna Pramita menjelaskan bahwa IBD terdiri dari dua jenis penyakit yaitu Penyakit Crohn (PC), lebih banyak dialami wanita, dikenal sebagai Crohn’s Disease, merupakan peradangan yang terjadi di seluruh sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga ke dubur. Dan, Kolitis Ulseratif (KU), lebih banyak diderita pria, adalah peradangan kronis pada lapisan terdalam usus besar atau kolon.
Radang usus dapat terjadi pada semua usia, namun lebih sering ditemukan
pada usia 15-30 tahun.
Adalah Nadia Karina Wijaya, Duta
Autoimun MCF, berbagi kisah tentang kondisi yang dialaminya ketika terdiagnosa PC. “Juli 2018 adalah saat di mana saya
merasa berada di titik terendah kehidupan dengan gejala BAB berdarah atau hematochezia,
yang tentu saja mempengaruhi aktivitas”.
Namun ia berhasil membangkitkan semangat juangnya, bahkan berhasil
meraih prestasi dengan terpilih sebagai Puteri
Indonesia Bali 2019. “Saya tidak ingin dibatasi oleh penyakit ini,” kenang
Nadia di sela-sela kegiatannya sebagai Senior Consultant di sebuah firma
audit empat besar Di dunia yang berpusat di London, Britania Raya.
Nadia pun mengajak agar mewaspadai ciri-ciri lainnya dari IBD seperti mual dan demam, nyeri perut
atau kram perut, perut kembung, diare, selera makan berkurang, berat
badan turun, tinja bercampur dengan lendir,
kelelahan, peningkatan frekuensi buang air besar, serta penurunan berat badan.
Maka betapa pentingnya menjaga pola hidup sehat, di antaranya,
memperhatikan jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi, dengan perbanyak makanan berserat. Dan batasi konsumsi makanan pedas karena dapat
menimbulkan keluhan diare,
menghindari susu, alcohol dan kafein.
Beriring, berolah-raga rutin yang dapat mengembalikan fungsi normal usus
dan juga mengurangi stres.
Gangguan pada kesehatan paru-paru yang paling sering terjadi pada perokok adalah berakibat mengidap kanker. Melihat data GLOBOCAN 2020, ditemukan, 90% kasus kanker paru pada pria dan 80% pada wanita yang memiliki riwayat merokok. Dan, kanker paru merupakan penyebab kematian kanker tertinggi di Indonesia dengan 84 orang meninggal dan 95 kasus baru terdiagnosa setiap harinya. Angka […]
Yayasan Kanker Indonesia (YKI) bersama dengan PT Merck Sharp & Dohme (MSD) Indonesia dan Nasional Re Indonesia melaksanakan webinar media, berlangsung, Selasa, 22 Februari 2022, dengan mengangkat tema “Close the Care Gap” atau topik “Hentikan Kesenjangan Perawatan Kanker: Literasi Finansial untuk Kesehatan”. Topik menawan, ini menjelaskan tentang pentingnya literasi finansial untuk kesehatan guna meningkatkan kualitas […]
Nyeri kepala intensitas berat, disertai mual muntah, mengganggu aktivitas, dan dapat disertai sensitivitas terhadap cahaya mau pun suara bising, dikatakan oleh Ahli Medis adalah migrain. Dan, ini bukanlah sakit kepala biasa. Karena itu, mereka yang mengalami migrain patut untuk segera berkonsultasi dengan Dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat,yang bila tidak, berujung mengganggu aktivitas yang selanjtnya […]