FRAKTA, tas ikonik berwarna biru dari IKEA, tercatat sepanjang 30 tahun telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian jutaan pelanggan di seluruh Dunia. Dari sekadar solusi praktis membawa barang belanjaan, FRAKTA kini telah berkembang menjadi produk serbaguna, dan dengan penjualan tertinggi di IKEA, yaitu mencapai lebih dari 44 juta tas setiap tahunnya. Memasuki usia ke-30 tahun, […]
Waktunya mewaspadai penyakit Autoimun. Merupakan suatu kondisi di mana
sistem kekebalan tubuh atau sistem imun menyerang tubuh sendiri. Terbilang, ada
ratusan jenis penyakit Autoimun, yang
salah satunya sering diperbincangkan adalah Inflammatory Bowel Disease
(IBD) atau Radang Usus.
IBD merupakan istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan kelainan yang berhubungan dengan peradangan pada saluran pencernaan atau gastrointestinal.
Prof. DR. dr. Aru W. Sudoyo
Bertujuan agar masyarakat lebih mengenal dan mewaspadai penyakit Autoimun IBD, MCF (Marisza Cardoba Foundation), organisasi nirlaba — didirikan pada tahun 2012 oleh Marisza Cardoba (ODAI) dan Prof. DR. dr. Aru W. Sudoyo SpPD, KHOM, dan diketuai Dr Lilik Sudarwati A. S.Psi, MH — yang menjadi mitra Pemerintah, mengedukasi pentingnya penerapan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan Autoimun.
Dr Lilik Sudarwati A.
Dewan Pembina MCF, dr. Prasna
Pramita Sp.PD,K-AI,FINASIM,MARS, yang juga narasumber medis pada kegiatan webinar edukasi Autoimun, mengatakan bahwa IBD terdiri dari dua jenis penyakit
yaitu Penyakit Crohn (PC) dan Kolitis Ulseratif (KU). KU adalah
peradangan kronis pada lapisan terdalam usus besar atau kolon, sedangkan PC yang juga dikenal sebagai Crohn’s Disease, merupakan
peradangan yang terjadi di seluruh sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga
ke dubur.
“Selain di usus, peradangan juga dapat timbul di luar sistem pencernaan, seperti di mata, kulit, atau sendi (artritis). Khusus pada penderita PC, sariawan atau luka bahkan dapat muncul di area kelamin,” jelas dr. Prasna Pramita.
dr. Prasna Pramita
Menurut Dokter berparas cantik yang juga aktif membina belasan ribu
orang dengan Autoimun (ODAI) di MCF, penyebab pasti terjadinya peradangan gastrointestinal tersebut belum
diketahui, namun diduga terkait dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.
Lebih lanjut dr. Prasna Pramita menjelaskan bahwa PC lebih banyak dialami wanita, sedangkan KU lebih banyak diderita pria. Radang usus dapat terjadi pada semua
usia, namun lebih sering ditemukan pada usia 15-30 tahun.
Selain penyintas Autoimun, seseorang dapat lebihberesiko mengalami radang usus dikarenakan beberapa
hal yaitu merokok, memiliki riwayat infeksi, sering mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS),
tinggal di dekat kawasan industri, berusia di bawah 35 tahun, dan memiliki
faktor genetik atau keturunan.
Ada serangkaian langkah untuk menegakkan diagnosa IBD, mulai dari pemeriksaan tinja hingga menggunakan alat khusus yang dilengkapi kamera untuk
melihat lapisan rongga usus. “Pengobatan diberikan dengan target remisi yakni gejala yang muncul mereda
dan kekambuhan dapat dicegah. Karena seperti penyakit Autoimun lainnya IBD
tidak bisa benar-benar disembuhkan,” lanjut dr. Prasna.
“Namun pada kasus dengan gejala berat yang tidak kunjung membaik,
dibutuhkan tindakan operasi sesuai dengan jenis radang yang dialami pasien,
seperti proktokolektomi yaitu pengangkatan
seluruh usus besar pada kasus KU berat, atau pengangkatan sebagian saluran
pencernaan yang rusak pada kasus PC,”
jelas dr. Prasna.
Untuk mencegah terjadinya IBD,
dr. Prasna menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat, di antaranya :
Memperhatikan jenis
makanan dan minuman yang dikonsumsi. Pilih sumber makanan sehat, bernutrisi
utuh (minim proses), dan alami (bebas zat artifisial
seperti pengawet, pewarna, penyedap, dan sebagainya). Hindari susu, alkohol,
kafein, dan makanan pedas karena dapat menimbulkan keluhan diare. Selain itu,
batasi konsumsi gluten dan makanan
berlemak, serta perbanyak makanan berserat.
Hentikan kebiasaan
merokok karena dapat memperparah peradangan usus, khususnya pada PC.
Olah raga rutin dapat mengembalikan fungsi normal usus dan juga
mengurangi stres
Di penghujung taun 2018 diperkirakan di Indonesia terdapat sejumlah 5.800 bayi lahir dengan Bibir dan Lelangit Sumbing, — demikian menurut World Health Organization — perlu menjadi perhatian segala lapisan masyarakat untuk secara bersama turut mencegah dan mengatasi. Tak terelakkan, keberadaan anak lahir dengan bibir dan lelangit sumbing, merupakan beban masalah kesehatan, dan juga gangguan kelanjutan […]
Permasalahan stunting menjadi kritis dalam konteks generasi maju, terutama dalam wawasan menuju Generasi Emas 2045, karena dampaknya merugikan pada perkembangan fisik dan kognitif anak-anak yang seharusnya membentuk pondasi kualitas sumber daya manusia. Stunting tidak hanya menghambat potensi individu, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang pada pertumbuhan ekonomi dan kemajuan Negara. Beriring perayaan Hari Kesehatan Nasional […]
Bersentuhan. Tepatnya dalam rangka Bulan Kesadaran Kanker Perut atau Kanker Lambung yang diperingati setiap bulan November, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) — organisasi nirlaba yang bersifat sosial dan kemanusiaan di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya penanggulangan kanker — menyelenggarakan diskusi tentang kanker perut dan nutrisi sehat untuk pencegahannya. Tentu, dari diskusi yang diselenggarakan YKI, berlangsung di […]