Tahun Baru Imlek identik dengan tradisi berkumpul dan menikmati hidangan bersama keluarga serta orang terdekat. Di Indonesia, momen ini kerap dirayakan secara sederhana dan bermakna melalui kebersamaan di meja makan. Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek (Imlek) 2026, serta bagian dari rangkaian kampanye Festive Season, IKEA Indonesia – penyedia rangkaian perabot rumah tangga yang didesain dengan baik […]
Kondisi pandemi, ketika terbilang banyak pedagang — penganan di antaranya — merasakan
penurunan penjualan, kiranya tidaklah
demikian yang dirasa oleh Dede Marlia,
pemilik — sekaligus peramu — warung “Soto Mie The Dede”.
Bahkan, ungkap Dede
Marlia, akrab dipanggil Teh Dede, selama pandemi
sejak setahun lalu, — usahanya malah mengalami peningkatan penjualan.
“Terutama saat
akhir pekan, Jumat hingga Minggu. Penjualan
di hari biasa, bila biasanya mencapai
25-30 mangkok, di akhir pekan
bisa lebih banyak lagi,” kata Teh Dede saat ditemui di warung Soto Mie
yang terletak di Kreo, Ciledug, Jakarta Barat.
Memilih usaha penganan
dan Soto Mie, Ibu dari 3 orang anak yang berlatar-belakang karier sebagai
Jurnalis di beberapa media, ini menceritakan berawal dari kesukaan dirinya dan
suami pada Soto Mie. Tepatnya pada tahun 2017 ia memutuskan untuk membuka usaha
Soto Mie dengan resep hasil browsing di
internet ditambah beberapa modifikasi yang dibuatnya berdasarkan pengalamannya
mencicipi berbagai jenis Soto Mie.
“Saya juga menambahkan
modifikasi racikan bumbu yang lain supaya terasa aroma rempahnya. Dan
hasilnya, Soto Mie dengan resep, ini disukasi seisi rumah. Senangnya.”
“Jadi tepatnya ide
bikin warung soto mie, ini muncul secara
tidak sengaja. Saya dan suami memang pecinta berat Soto Mie. Kalau ada Soto Mie
enak, selama lokasinya tidak terlalu
jauh, akan kita datangi,” ujar Teh Dede diiringi tawa,
Di tahun 2017 itu,
ketika membuka warung Soto Mie, bisa
bersamaan dirinya masih bekerja di sebuah media. Tentu, Teh Dede tak bisa sepenuh waktu untuk warung
soto mie. Yang bisa dilakukan terbatas, hanya mempersiapkan kuah saja, sementara
untuk persiapan bahan lain dan menjaga warung, ia mempekerjakan asisten.
“Hasilnya, dagang
tapi dipegang orang lain, progresnya tidak terlalu berkembang. Sampai akhirnya,
di akhir tahun 2018, saya memutuskan untuk resign
dari kantor dan fokus mengembangkan warung soto mie,” ucapnya.
Keputusan untuk fokus
pada usahanya, ini ternyata tidak
sia-sia. Terlihat peningkatan signifikan pada penjualan di warung miliknya ini.
“Alhamdulillah setelah langsung dipegang
sendiri, perkembangannya lebih cepat dari sebelumnya. Apalagi didukung oleh
jualan by online lewat Go Food dan
Grab Food, penjualan pun makin cepat
berkembang,” lanjut katanya.
Masa pandemi mau pun masa puasa, dinyatakan
oleh Teh Dede tidak banyak memengaruhi penjualan di warungnya. Katanya,”Kalau
biasanya buka di siang hari, di bulan puasa, buka jam 4 sore. Fokus untuk makanan pembuka puasa.
Sedangkan tutup warung, tetap sama
seperti hari biasa, jam 9 malam. Kalau
mau pesen buat sahur juga bisa. Tapi tentu
pesannya jangan dadakan berdekatan
dengan sahur,’ katanya sambil tertawa.
Ia menyatakan dari
banyak pelanggan yang sudah mencicipi dan selalu kembali untuk memesan,
disampaikan bahwa alasan para pelanggannya kembali adalah karena aroma rempah
yang kuat dan kuahnya yang segar. Lain dari, banyak yang bilang kuah soto
mie tidak terlalu berminyak,”
ucapnya.
Tentu bisa juga, harga
yang cukup terjangkau, menjadi
pertimbangan para pelanggan. Untuk satu porsi Soto Mie daging risol, harganya adalah Rp16 ribu. Soto
mie kikil risol itu Rp12 ribu, Soto Mie
komplet yang isinya daging, kikil dan
risol Rp18 ribu, Sop daging risol
Rp20 ribu dan Soto mie daging bakso itu R 22 ribu.
Penganan sajian di warung
“Soto mie Dede”, kiranya tidak sebatas Soto Mie, tetapi sejak tahun lalu,
dilengkapi menu Soto Lamongan seharga
Rp13 ribu/porsi, Pempek kapal selam Rp20 ribu dan Bakso tahu Rp15 ribu.
Lantas, jangan berlama
untuk mencicipi penganan di warung Soto Mie Teh Dede, yang cita rasanya mampu
membuat lidah menari.
Untuk rintisan usahanya
di bidang penganan, tak sebatas hadir di warungnya. Rencana ke depan, Teh Dede
ingin memulai armada keliling dengan motor.
“Sudah disiapkan 2 motor dan 2 rombongan yang siap untuk
dipakai keliling. Tinggal lagi, sedang mencari SDM dan semoga segera dapat yang
pas. Insyaa Allah sehabis lebaran,
ini saya mau coba fokus untuk garap yang
Soto Mie keliling pakai motor,” katanya.
Tak henti hadirkan menu penganan dan minuman bercita-rasa menggoda kepada konsumen setianya, itulah yang dilakukan McDonald’s Indonesia. Dan merupakan komitmennya, yang adalah memanjakan cita rasa konsumen setianya di seluruh Tanah Air. Di bulan Ramadan nan sejuk dan indah, ini untuk menikmati hangatnya kebersamaan sajian makanan dan minuman McD, McDonald’s Indonesia menghadirkan menu baru yaitu Ayam […]
Momen di setiap pergantian tahun, restoran McDonald’s tak surut menggelar Program menawa. Jelang menginjak tahun 2021 — di antaranya — McDonlad’s menawarkan pilihan menu Prosperity, dengan kembali menghadirkan Beef Prosperity Burger serta varian baru yaitu Fish Prosperity Burger dan Golden Mayo Cheese Steak Burger pada 4 Januari 2021. yang kehadirannya selalu ditunggu oleh para konsumen […]
Cita rasa yang mampu membuat lidah menari. Adalah Big Mac, yang merupakan menu andalan dari McDonald’s yang terkenal di seluruh Dunia, juga tentu di Indonesia. Kali, ini tepatnya di awal September 2021, McDonald’s Indonesia meluncurkan Big Mac Beef Rasher McFlavor Set, yaitu Big Mac dengan Beef Rasher di antara dua lapis daging sapi, saus spesial, […]