World Heart Day 2026, yang jatuh pada 29 September, mengajak masyarakat untuk kembali memfokuskan perhatiannya terhadap kesehatan jantung. Tahun ini, World Heart Federation mengangkat tema “Heart Disease Can Hide in Plain Sight: Don’t Miss a Beat”, yang mengajak masyarakat untuk lebih mengenali tanda dan risiko penyakit kardiovaskular yang dapat terlewatkan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) […]
World
Earth Day,
yang diperingati pada setiap tanggal 22 April, merupakan hari saat kita
diingatkan tentang pentingnya menyelamatkan Bumi dari ancaman dan resiko yang
ada melalui cara-cara yang menjunjung tinggi nilai lingkungan dan kemanusiaan
untuk generasi saat ini dan yang akan datang.
Salah satu yang mengakibatkan munculnya ancaman
atau resiko adalah bertambahnya populasi penduduk.
Tak terkesampingkan, dampak secara langsung
dari pertumbuhan penduduk antara lain adalah meningkatnya jumlah sampah
termasuk sampah plastik dan keterbatasan lahan untuk pengelolaan sampah. Hal
tersebut banyak ditemui di kota-kota besar di Dunia.
Maka guna mengurangi sampah diperlukan kedua masalah tadi dapat dimitigasi dengan
baik. Salah satunya adalah pengelolaan sampah berbasis kolaborasi yang
berpotensi meningkatkan sirkular Ekonomi,
ujar Yuki M.A Wardhana
Ketua Umum Indonesian Environmental
Scientist Association (IESA) pada
pembukaan Webinar “Limbah Plastik Pendukung Sumberdaya
Ekonomi Sirkular Menuju Indonesia Hijau”.
Menurut Prof.
Made Sudiana Mahendra dari Universitas Udayana, terdapat
tantangan dalam penerapan pengelolaan sampah berbasis kolaborasi. Tantangan
tersebut terutama kesiapan rantai pasok sampah untuk menjadikan sampah sebagai
komoditi untuk membangkitkan sirkular Ekonomi.
Faktor budaya mengelola sampah plastik oleh masyarakat dan memasukkan
pengelolaan sampah dalam rantai pasok produsen dapat menjadi salah satu faktor
utama dalam membangkitkan sirkular Ekonomi dari sampah.
Nurdiana Darus, Head of Corporate Affairs and
Sustainability PT Unilever Indonesia,Tbk., pada acara Webinar, menyampaikan, “Di Unilever, kami percaya bahwa plastik
memiliki tempatnya sendiri dalam Ekonomi, tetapi tidak di lingkungan. Untuk
itu, kami menerapkan komitmen jangka panjang untuk turut berkontribusi dalam
mengatasi permasalahan sampah plastik mulai dari hulu hingga hilir rantai
bisnis kami, termasuk dalam mendorong penerapan Ekonomi sirkular sehingga plastik bisa memiliki manfaat Ekonomi dan tidak
berakhir mencemari lingkungan.”
Nurdiana Darus menambahkan, bahwa kolaborasi adalah kunci penting dalam
kesuksesan penerapan Ekonomi sirkular,
“Dengan semangat #MariBerbagiPeran, kami sangat antusias bisa bergabung dalam webinar ini untuk bertukar ide dan
inisiatif, berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di bidang
permasalahan sampah plastik, dari mulai Pemerintah, akademisi, hingga
masyarakat luas. Hal tersebut sejalan dengan strategi Unilever secara global
yang bertajuk “The Unilever Compass.”
“Pendekatan pengelolaan sampah yang ada saat
ini cukup mendukung. Ada tiga pendekatan, yaitu minim sampah (less waste), pelayanan dan teknologi dan sirkular Ekonomi. Khusus sirkular ekonomi, konsep dasarnya adalah
persoalan sampah dapat diselesaikan dengan menjadikan sampah sebagai sumber
daya serta pertumbuhan Ekonomi dapat tumbuh dengan baik. Konsep sirkular Ekonomi adalah pemikiran paling
ideal karena Indonesia membutuhkan pertumbuhan Ekonomi sebagai Negara yang
sedang menuju Negara maju”, ujar Ari Sugasri, Kasubdit Sampah Spesifik dan Daur Ulang KLHK RI.
“Menjaga Bumi dan memitigasi resiko terhadap Bumi
yang ditimbulkan oleh sampah tidak hanya menjadi kewajiban Pemerintah.
Kolaborasi dengan seluruh pihak menjadi sangat penting. Kolaborasi yang apik
akan menciptakan manfaat Ekonomi dan mewujudkan sirkular Ekonomi sehingga dapat membantu tekanan Ekonomi yang
melanda masyarakat saat ini”, tutup Yuki M.A Wardhana.
Keterangan foto:
Ari Sugasri, SH
Nurdiana Darus
[]Andriza Hamzah
Bahan tulisan & Photo : Alchmey
Communications
Keterangan photo :
Photo 1 : Nurdiana Darus Photo 2 : Ari Sugasri, SH
Tahun, ini Samsung Electronics Co., Ltd. kembali mengukuhkan posisinya sebagai lima besar merek terbaik di Interbrand’s Best Global Brands 2021. Berada di peringkat kelima dengan brand value USD 74,6 miliar, meningkat 20% dibandingkan tahun lalu. Di atas kinerja keuangannya yang kuat, yang telah pulih hingga mencapai tingkat pra-pandemi, brand value Perusahaan melonjak sebesar 20% tahun […]
Atas inisiasi dClinic dan Deloitte Asia Tenggara, bekerja sama dengan BP Batam, telah dilaksanakan seminar Batam Medical Blockchain (BMB). Seminar yang berlangsung di Kantor Deloitte, Singapura, ini mendapat perhatian para pengusaha Singapura dan Pemerintah, baik Indonesia maupun Singapura. Tak kurang menawan, juga beroleh apresiasi dari Anggota Bidang Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Syahril Japarin. “Batam […]
Perubahan iklim, ditambah pandemi Covid-19, adalah tantangan yang sangat besar bagi Bumi kita. Bagi yang peduli, tentu saatnya untuk beraksi demi masa depan kita. Berpijak dari sanalah, diselenggarakannya “Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa”, dengan Tema Pekan Diplomasi Iklim 2020, yang di Indonesia adalah “Act Today for Our Tomorrow” atau “Beraksi Hari Ini untuk Masa Depan […]