Sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan kepedulian terhadap pemudik Idul Fitri 2025, Kalbe — PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu Perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara — melalui Entrostop dan Promag menggelar Emergency STOOOOOP! dengan membagikan produk kesehatan pencernaan senilai lebih dari Rp 1 miliar di jalur […]
Walau pun cacar air atau yang dalam ilmu
medis disebut sebagai Varicella,
tidak memiliki dampak yang membahayakan pada individu pada umumnya, namun pengaruh dari
salah satu penyakit yang memiliki tingkat penularan tinggi dan sangat
besar pada kelompok rentan. Sehingga penting untuk melakukan isolasi pada
penderitanya.
Lebih mendalam mengenai cacar air, ini
Spesialis Anak RS Premier Jatinegara Jakarta, Dr. Jahja Zacharia, SpA, menjelaskan bahwa cacar air atau varicella
yang adalah infeksi varicella–zoster virus (VZV) dan merupakan salah
satu dari 8 jenis Herpesvirus dari
famili Herpesviridae, termasuk
penyakit dengan tingkat penularan tinggi.
“Penularan dapat terjadi melalui droplet dari saluran nafas penderita dan kontak dengan vesikel (red : gelembung berisi air yang muncul di kulit) yang sudah pecah. Penularan cacar air tidak berbeda pada semua jenis kelamin dan ras,” kata Dr. Jahja saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Dr. Jahja Zacharia, SpA
“Varicella
memiliki kemungkinan penularan sebesar 90% pada individu yang rentan dan hampir
90% pasien dengan varicella adalah
anak usia di bawah 10 tahun dengan insidensi terbesar pada umur 5 – 9
tahun,” ucapnya lagi.
Dr. Jahja menjelaskan proses terpaparnya
seseorang oleh cacar air varicella–zoster virus (VZV) masuk ke tubuh
melalui mukosa saluran nafas atau orofaring.
“Pertama terjadi penyebaran virus dari
lokasi masuknya virus menuju ke pembuluh darah dan limfe. Selanjutnya VZV
akan berkembang biak di sel retikuloendotelial.
Pada kebanyakan kasus, virus dapat mengatasi mekanisme sistem imunitas tubuh
non-spesifik seperti interferon,”
urainya.
Fase berikutnya adalah
pada 14-16 hari paska masuknya virus, yang mana penderita akan mulai
menunjukkan demam dan malaise.
“Saat ini, virus akan tersebar ke
seluruh tubuh karena sudah memasuki aliran darah. Infeksinya terlihat pada
kulit dengan munculnya vesikel,”
urainya.
Paparan VZV
pada individu dengan sistem imunitas yang baik menghasilkan kekebalan tubuh
berupa antibodi immunoglobulin G (IgG),
immunoglobulin M (IgM) dan immunoglobulin A (IgA) yang memberikan
efek proteksi seumur hidup.
“Umumnya orang hanya terkena cacar satu
kali saja, begitu juga yang muncul
ujaran di masyarakat. Tapi sebenarnya virusnya tidak hilang, hHanya bersifat
tidak aktif di ganglion dorsalis neuron
sensoris,” kata Dr. Jahja.
Ia menyatakan walau pun di Indonesia belum
ada pencatatan data mengenai angka kejadian cacar air secara Nasional tapi
diketahui dari penelitian bahwa Negara tropis dan subtropis memiliki kejadian
infeksi varicella pada orang dewasa
yang lebih tinggi dibandingkan Negara beriklim sedang seperti Amerika Serikat
dan Eropa.
Ia menjelaskan gejala yang muncul di awal
kejadian cacar air bisa berupa flu-like
symptom seperti kelelahan, pusing, demam, menggigil, dan nyeri sendi.
“Baru setelahnya diikuti dengan
munculnya benjolan atau ‘plenting-plenting’ berwarna merah berisi air seperti
luka lepuh yang menyebar di seluruh bagian tubuh,” pungkasnya.
Gigi berlubang masih menjadi masalah besar di Indonesia. Hal itu dari melihat hasil riset Kesehatan Dasar (Risekdas) 2018 yang menunjukkan bahwa sebesar 88% masyarakat Indonesia memiliki masalah gigi berlubang. Cukup menjadi memprihatinkan, Riskesdas 2018 memperlihatkan bahwa dari 94,7% masyarakat yang menyikat gigi setiap hari, hanya 2,8% yang melakukannya di waktu yang tepat, yaitu dua […]
Untuk mendapatkan kondisi tubuh terjaga hingga tetap optimal, hingga dapat mendukung tubuh beradaptasi dengan berbagai macam virus dan penyakit, dibutuhkan imunitas yang tangguh Agar imunitas yang terjaga, tubuh memerlukan beragam asupan gizi, salah satunya protein hewani yang tentunya dikonsumsi sesuai dengan pedoman gizi seimbang. Demikian dinyatakan oleh Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan (PKGK) FKM […]
Tentu, betapa berartinya dan baiknya ketika mulut kita terjaga kebersihannya dan menebar wangi ketika berbincang. Dari sana, sebuah program bertajuk “Ramadan Berbagi BerkaHHH, Mulut & Hati Adem”, Pepsodent kembali nmelanjutkam kolaborasinya bersama Masjid Istiqlal. Kali ini melalui Pepsodent Herbal, menghadirkan program “Ramadan Berbagi BerkaHHH, Mulut & Hati Adem”, adalah untuk mengajak umat Muslim berbagi senyum […]