Raih Kebaikan dan kehangatan Ramadan Bersama keluarga dengan FRISIAN FLAG® Siapa pun. Pasangan terutama, menginjak bulan Ramadan, terlebih-lebih, dapat dimaksimalkan menjadi momen yang tidak hanya memperbaiki kualitas ibadah, tetapi juga kesehatan diri, serta menumbuhkan kembali kehangatan antar anggota keluarga hingga Hari Raya. Berangkat dari sanalah, agar hubungan pasangan dalam keluarga kian merekatkan, Frisian Flag Indonesia […]
Walau pun cacar air atau yang dalam ilmu
medis disebut sebagai Varicella,
tidak memiliki dampak yang membahayakan pada individu pada umumnya, namun pengaruh dari
salah satu penyakit yang memiliki tingkat penularan tinggi dan sangat
besar pada kelompok rentan. Sehingga penting untuk melakukan isolasi pada
penderitanya.
Lebih mendalam mengenai cacar air, ini
Spesialis Anak RS Premier Jatinegara Jakarta, Dr. Jahja Zacharia, SpA, menjelaskan bahwa cacar air atau varicella
yang adalah infeksi varicella–zoster virus (VZV) dan merupakan salah
satu dari 8 jenis Herpesvirus dari
famili Herpesviridae, termasuk
penyakit dengan tingkat penularan tinggi.
“Penularan dapat terjadi melalui droplet dari saluran nafas penderita dan kontak dengan vesikel (red : gelembung berisi air yang muncul di kulit) yang sudah pecah. Penularan cacar air tidak berbeda pada semua jenis kelamin dan ras,” kata Dr. Jahja saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Dr. Jahja Zacharia, SpA
“Varicella
memiliki kemungkinan penularan sebesar 90% pada individu yang rentan dan hampir
90% pasien dengan varicella adalah
anak usia di bawah 10 tahun dengan insidensi terbesar pada umur 5 – 9
tahun,” ucapnya lagi.
Dr. Jahja menjelaskan proses terpaparnya
seseorang oleh cacar air varicella–zoster virus (VZV) masuk ke tubuh
melalui mukosa saluran nafas atau orofaring.
“Pertama terjadi penyebaran virus dari
lokasi masuknya virus menuju ke pembuluh darah dan limfe. Selanjutnya VZV
akan berkembang biak di sel retikuloendotelial.
Pada kebanyakan kasus, virus dapat mengatasi mekanisme sistem imunitas tubuh
non-spesifik seperti interferon,”
urainya.
Fase berikutnya adalah
pada 14-16 hari paska masuknya virus, yang mana penderita akan mulai
menunjukkan demam dan malaise.
“Saat ini, virus akan tersebar ke
seluruh tubuh karena sudah memasuki aliran darah. Infeksinya terlihat pada
kulit dengan munculnya vesikel,”
urainya.
Paparan VZV
pada individu dengan sistem imunitas yang baik menghasilkan kekebalan tubuh
berupa antibodi immunoglobulin G (IgG),
immunoglobulin M (IgM) dan immunoglobulin A (IgA) yang memberikan
efek proteksi seumur hidup.
“Umumnya orang hanya terkena cacar satu
kali saja, begitu juga yang muncul
ujaran di masyarakat. Tapi sebenarnya virusnya tidak hilang, hHanya bersifat
tidak aktif di ganglion dorsalis neuron
sensoris,” kata Dr. Jahja.
Ia menyatakan walau pun di Indonesia belum
ada pencatatan data mengenai angka kejadian cacar air secara Nasional tapi
diketahui dari penelitian bahwa Negara tropis dan subtropis memiliki kejadian
infeksi varicella pada orang dewasa
yang lebih tinggi dibandingkan Negara beriklim sedang seperti Amerika Serikat
dan Eropa.
Ia menjelaskan gejala yang muncul di awal
kejadian cacar air bisa berupa flu-like
symptom seperti kelelahan, pusing, demam, menggigil, dan nyeri sendi.
“Baru setelahnya diikuti dengan
munculnya benjolan atau ‘plenting-plenting’ berwarna merah berisi air seperti
luka lepuh yang menyebar di seluruh bagian tubuh,” pungkasnya.
9 Agustus 2018 @The Premiere Cinema XXI, Plaza Senayan – Jakarta Tak henti memberikan inspirasi untuk para wanita Indonesia, melalui campign bertajuk “Every Beauty Should Ne A Maesterpiece”, yang — merupakan lanjutan dari campaign “Unveil Your Masterpiece” tahun 2016 yang lalu — menjadi goresan indah dari perayaan ulang tahun Miracle Aesthetic Clinic, yang pada 2018 […]
Tentu, cukup memprihatinkan melihat data dari Sample Registration System 2014 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, bahwa di antara faktor penyebab kematian utama di Indonesia, adalah penyakit jantung iskemik atau coroner menempati posisi tertinggi kedua setelah stroke. Gaya hidup masyarakat yang cenderung kurang sehat, di antaranya kurang berolahraga, dan rendahnya konsumsi makanan sehat, berupa […]
Pemberian imunisasi rutin lengkap dengan pemenuhan nutrisi tepat akan mendukung tubuh kembang anak secara optimal dan mencegah penyakit Bila keduanya – pemberian imuniasasi rutin lengkap seiring dengan pemenuhan nutrisi tepat — diberikan sejak usia anak lahir, niscaya akan mengurangi persentase kemungkinan anak terpapar penyakit ringan hingga berat. Maka imunisasi tanpa dukungan nutrisi tidak akan memberikan […]