Tentu gerakan menawan dilakukan IKEA Indonesia. Enam bulan setelah banjir besar melanda Aceh Tamiang, IKEA Indonesia melalui program “Matching Donations” menyalurkan bantuan kepada 364 keluarga di Kampung Rantau Bintang, Kecamatan Bandar Pusaka atau seluruh jumlah keluarga di desa tersebut. Jumlah penerima manfaat ini meningkat dari rencana awal 100 keluarga setelah IKEA Indonesia berkoordinasi dengan Pemerintah desa dan memahami […]
Tidak jarang, roti tawar atau roti manis
tanpa isi yang seringkali dibeli untuk sarapan pagi, masih bersisa. Agar tak sia-sia
terbuang, dan sebelum berjamur, roti tersisa
yang masih dalam kondisi baik, bisa diolah
roti dan menjadi talam roti.
Demikian disampaikan oleh Pegiat Kuliner Ina Permana, saat ditemui, di kawasan
Cileungsi, Bogor Timur, Sabtu (31/7/2021). “Umumnya, roti yang tersisa dan didiamkan untuk
beberapa waktu, itu mudah berjamur. Daripada terbuang sia-sia, lebih baik
diolah menjadi talam roti. Membuatnya pun gampang,
tidak pakai oven, hanya gunakan kukusan saja. Sajian talam roti, ini bisa
dimakan saat masih hangat mau pun dingin. Sesuai selera kita saja,” kata
Ina, panggilan akrabnya.
Selain roti tawar atau roti manis, bahan yang dibutuhkan untuk membuat talam roti hanya telur, gula pasir, mentega, vanili, susu kental manis, santan dan air. Untuk takaran susu dan gulanya, bisa sesuai selera, jadi tergantung kadar rasa manisnya. Kalau airnya, 500 ml untuk 2 sachet kecil santan kemasan. Tambah Ina.
Proses membuat talam roti, jelas Ina, pertama
adalah air, santan, kelapa, daun pandan, gula pasir dan margarin yang sudah
dicairkan dimasak hingga mendidih, dan cukup dengan api kecil.
“Margarin digunakan agar saat dikukus,
semua bahan akan terlihat menyatu. Kalau sudah mendidih, masukan telur yang
sudah dikocok lepas. Dan selama proses memasak, larutan tadi harus selalu
diaduk agar santan tidak pecah,” tutur professional perbankan yang selalu
sempat menjalankan hobby memasaknya demi makanan sehat untuk anaknya.
“Kalau sudah mendidih, matikan kompor
dan biarkan sejenak. Selanjutnya, roti tawar atau roti apa saja yang jadi
pilihan, dipotong kecil sesuai selera. Untuk kemudian, tata roti dalam loyang yang sudah dioles
dengan sedikit minyak goreng. Lalu tuangkan larutan santan ke dalam loyang,”
tutur Ina.
Selama menata roti dalam loyang, sebaiknya kukusan sudah mulai dinyalakan. Agar
saat nanti penyusunan di loyang siap, kukusan
juga sudah siap untuk dipergunakan.
“Masukan loyang ke dalam kukusan, lalu masak hingga matang. Biasanya sekitar 45 menit
untuk loyang ukuran sedang. Lama atau sebentarnya tergantung besar loyang
ya,” kata Ina, yang atas dorongan anaknya, membuka channel Youtube dengan
nama dirinya.
Dan jangan lupa, tutup panci kukusan harus dibungkus dengan kain
bersih, agar tak ada tetesan air ke atas kue yang sedang dibuat.
Talam roti tawar pun matang dan siap
disajikan di meja makan untuk dinikmati bersama keluarga, atau bersama
teman-teman dekat atau berdua pasangan.
Tinggal lagi, bila ingin menyantap roti talam
dalam kondisi dingin, bisa dimasukkan ke
lemari es terlebih dahulu.
Menikmati budaya Negara lain tentu menarik. Apalagi jika beruntung bisa menikmati kuliner Negara yang bersangkutan, yang menggugah selera. Hal inilah yang bisa Anda nikmati di Warung Turki. Baru saja menginjak pintu masuk, aroma keindahan interior sudah menyapa, Berlanjut memasuki restoran, yang terletak di Gedung tiga lantai, Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, pemandangan oven api kayu yang dihiasi […]
Kiranya, tidak terkesampingkan, bahkan memberi pengaruh kuat, panjang sejarah Batavia telah membentuk kekayaan kuliner di wilayah ini. Salah satu tempat yang menggabungkan cita rasa kuliner Tionghoa dan Indonesia adalah Restoran Shanghai Blue 1920, terletak di daerah Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Aromanya sudah menyentuh bahkan terasa, ketika baru saja menginjak gerbang Restoran Shanghai Blue 1920. Diawali, kita […]
Walau pun sudah mulai sulit untuk ditemukan, tapi jajanan bubur sumsum atau jenang sumsum tak pernah kekurangan penggemar. Tak lain karena penganan, ini bisa dinikmati hangat dan juga dingin. Salah seorang pedagang bubur sumsum, Kasimo, di daerah Rawa Belong Jakarta, menceritakan bahwa masa pandemi tak banyak mengurangi hasil dagangannya. “Pedagang bubur sumsum sudah semakin jarang. […]