Sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan kepedulian terhadap pemudik Idul Fitri 2025, Kalbe — PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu Perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara — melalui Entrostop dan Promag menggelar Emergency STOOOOOP! dengan membagikan produk kesehatan pencernaan senilai lebih dari Rp 1 miliar di jalur […]
Danacita, platform pembiayaan Pendidikan — berdiri sejak 2018 — yang
bertujuan untuk memperluas akses pendidikan tinggi dan pelatihan di Indonesia, menunjukkan komitmen untuk terus membangun masa depan
generasi muda Indonesia, mau pun Asia Tenggara, melalui penyediaan pembiayaan Pendidikan
terjangkau, dengan mengangkat mantan
Menteri Perdagangan dan Kepala BKPM Republik Indonesia, Gita Wirjawan, sebagai Penasehat (advisor).
“Sebagai
seorang tokoh yang sangat dihormati di bidang bisnis dan Pendidikan,
bergabungnya Bapak Gita Wirjawan sangat bernilai dalam mewujudkan misi Danacita
untuk memperluas akses Pendidikan dan pelatihan kepada seluruh anak bangsa.
Terlebih beliau memiliki perspektif yang luas melintasi Dunia Pendidikan,
bisnis, mau pun kebijakan. Kami yakin sosok Bapak Gita Wirjawan dapat semakin
menginspirasi para Pelajar Indonesia akan pentingnya Pendidikan tinggi bagi
masa depan diri dan bangsa Indonesia,” ucap Ketty Lie, Co–Founder Danacita dalam siaran Pers,
Ms. Ketty Lie
Gita
Wirjawan, merupakan salah satu lulusan
Universitas Harvard, Amerika Serikat, menilai bahwa Pendidikan memegang peranan yang
sangat penting sebagai pendorong Indonesia untuk menjadi Negara maju. Melalui Pendidikan
tinggi, generasi muda dapat berkembang menjadi sumber daya manusia yang mampu
berpikir rasional, kritis, dan inovatif.
“Saya
sangat senang menjadi bagian dari Danacita. Harapan saya bersama Danacita mampu
mewujudkan dan membangun masa depan yang lebih baik lagi bagi generasi muda
dengan meningkatkan akses Pendidikan tinggi di Indonesia,” ujar Gita Wirjawan.
Danacita, salah satu anak perusahaan ErudiFi, berbasis teknologi yang menyediakan akses
pembiayaan Pendidikan, dari semenjak berdiri dan beroperasi tahun 201,
telah bekerja sama dengan lebih dari 100
kampus di seluruh Indonesia. Dalam catatan, sejauh ini Danacita telah bekerja
sama dengan Yayasan Tarumanagara, President University, Universitas Islam
Bandung, Institut Teknologi PLN, mau pun School of Government and Public Policy
(SGPP) yang salah satu pendirinya adalah Gita Wirjawan.
Mengusung slogan “Solusi Cerdas Biaya Kuliah”,
pembiayaan Pendidikan Danacita yang berbasis teknologi membantu meringankan dan
mempermudah proses pembayaran Pendidikan sehingga Pelajar Indonesia dapat
meraih Pendidikan terbaik. “Saya menggunakan program cicilan dari Danacita untuk
kursus di Purwadhika. Danacita direkomendasikan sebagai opsi pembayaran untuk
kursus karena pengajuannya lancar, persyaratannya mudah, serta tanpa agunan. Selain itu, cara pembayarannya juga mudah yaitu menggunakan
virtual account,” ujar Irham Anshori, pengguna Danacita.
Selain
Gita Wirjawan, jajaran Penasihat Danacita juga termasuk tokoh-tokoh ternama di
Dunia pendidikan lainnya seperti Prof. Roy
Sembel, salah satu profesor dan mantan dekan di IPMI Business School.
Terlebih
di masa pandemic, ini di mana banyak
masyarakat Indonesia yang terdampak dalam hal ekonomi, adanya pilihan
pembayaran bulanan dengan waktu pembayaran hingga 24 bulan tentunya akan lebih
terjangkau. Terutama jika dibandingkan dengan kewajiban pelunasan biaya
perkuliahan secara langsung dalam satu periode tertentu.
Putu Cindy Vania Ardelia, mahasiswa di Universitas Presiden, salah satu mitra
Danacita, mengalami secara langsung dampak pandemi yang menimpa keluarganya.
“Karena pandemi ini, keuangan orang
tua saya jadi terdampak. Kami sekeluarga khawatir bagaimana harus membayar
iuran semester yang perlu dibayarkan. Namun beruntung pihak kampus
merekomendasikan Danacita, sehingga saya bisa membayar iuran semester secara
bertahap dan meringankan beban orang tua saya,” ucap Cindy.
Ketty
Lie, Co-Founder ErudiFi (Danacita) menambahkan, “Dengan memberikan pilihan
pembayaran pendidikan bulanan yang terjangkau, Danacita dapat membantu
mengatasi kesulitan pembiayaan yang seringkali menjadi hambatan terbesar Pelajar
ketika hendak atau sedang menempuh Pendidikan tinggi. Dengan demikian, diharapkan para
pelajar dapat belajar dengan lebih nyaman dan bersemangat.”
Dalam catatan, hingga saat, ini platform
teknologi Danacita telah berhasil memberikan bantuan pendanaan bagi ribuan Pelajar
yang kurang mampu secara finansial di lembaga Pendidikan tinggi dan program
kejuruan, dan telah mencatat pertumbuhan hingga 3 kali lipat di tahun 2020.
“Harapan ke depan, semakin banyak
Pelajar yang bisa melanjutkan Pendidikan mereka. Tak hanya bagi pelajar di area
Jakarta, tetapi juga di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, kami akan terus
meningkatkan kerja sama dengan Universitas dan mitra Institusi, untuk dapat
bersama-sama menciptakan akses untuk menempuh Pendidikan seluas-luasnya,” tutup
Ketty Lie, Co–founder ErudiFi (Danacita).
01 Oktober 2018 @Galeri Indonesia Kaya, Mall Grand Indonesia, Jakarta Batik. Karya terindah milik pebatik Indonesia, dipenuhi dengan filosofi atas kehidupan budaya dan nilai-nilai budaya luhur nenek moyang. Terlebih, Batik yang diresmikan dan dikukuhkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya pada 2 Oktober 2009, maka sudah selayaknya untuk terus dijaga kehadirannya, hingga kapan pun. Lebih dari […]
Perusahaan marketing services network terintegrasi di Indonesia, dentsu Indonesia, saatnya berbangga, dengan keberhasilan memperoleh Penghargaan bergengsi Spikes Asia 2023. Dari jumlah Penghargaan tersebut yakni 2 Penghargaan Bronze untuk kategori Brand Experience & Activation dan Mobile Technology – AR. Goresan kemenangan, ini tentu menambah rekam jejak dentsu Indonesia serta Dentsu Creative Indonesia dalam menghasilkan karya terbaiknya untuk klien dan masyarakat luas dalam industri kreatif, khususnya […]
IDF yang didirikan tahun 1992 oleh para dosen Fakultas Seni Pertunjukan : Sal Murgiyanto, Nungki Kusumastuti, Maria Darmaningsih, Melina Surjadewi, Dedy Luthan, Tom Ibnur, didukung oleh Farida Oetojo, Sardono W. Kusumo, berawal dari melihat sepinya kegiatan seni tari bertaraf Internasional. Hingga kini, dan dalam penyelenggaran festival ke-14 di tahun 2018, sekaligus menandai tahun ke-26 keberadaan […]