Terbilang banyak rumah di Indonesia yang tidak selalu memiliki ruang bermain khusus. Melainkan, ruang keluarga, kamar tidur, bahkan teras sering kali menjadi tempat anak bermain dan bereksplorasi serta keluarga berkumpul. Berangkat dari pengamatan itulah kiranya, dan tak terbantahkan bila IKEA Indonesia lantas menghadirkan berbagai pilihan produk dari koleksi GREJSIMOJS yang dirancang untuk menghadirkan lebih banyak momen bermain […]
Dampak perubahan era juga “memaksa” profesional kesehatan mental seperti Psikolog Klinis untuk beradaptasi. Era Masyarakat 5.0 ditambah adanya pandemi Covid-19 kiranya menjadi katalisator perubahan masyarakat, baik dari segi perilaku dan norma-norma yang dimiliki, yang sangat cepat. Perubahan kondisi yang drastis membuat banyak individu mengalami permasalahan dalam beradaptasi sehingga pada akhirnya mengalami permasalahan kesehatan mental.
Oleh sebab itu, area layanan Psikolog Klinis mulai dari promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif pun perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di Era Masyarakat 5.0 dengan tanpa mengurangi nilai dan standar yang sudah ditetapkan.
Mengikuti dinamika perkembangan situasi dan kondisi dengan adanya pandemi COVID-19 yang telah merubah tatanan kehidupan masyarakat, Kongres Nasional IV IPK Indonesia pada 27-28 November 2021 akan mengangkat tema “Peran Psikolog Klinis untuk Kesehatan Jiwa Masyarakat lndonesia”.
Di acara virtual press conference jelang Kongres Nasional IV Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia, berlangsung hari Kamis 25 November 2021, dengan Moderator Pratiwi Astar, yang menghadirkan pembicara Rifqoh Ihdayati, S.Psi, MAP, Psikolog, Ketua Panitia Kongres Nasional IV IPK Indonesia dan Dra. Adityana Kasandravati Putranto, Psikolog, Humas IPK Indonesia, Ketua Umum Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia. Dr. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si.,Psikolog, menyampaikan, “Kebutuhan terhadap layanan kesehatan mental tidak lagi sebagai kebutuhan sampingan namun sebagai kebutuhan yang fundamental yang artinya peran Psikolog Klinis justru akan selalu dibutuhkan.”
Dirincikan, Psikolog klinis membahas berbagai kondisi internal dan eksternal dari manusia agar dapat mendukungnya untuk bertumbuh dan menghindar (terhindar) dari berbagai hal merugikan dalam kehidupan. Oleh sebab itu, layanan psikologi yang dibutuhkan oleh masyarakat tidak hanya berbatas pada cara lama dan baku serta harus dengan tatap muka.
Lebih lanjut Dr. Gamayanti menjelaskan, “Saat ini sebuah masa di mana internet (dunia maya) dan teknologi digital menjadi bagian dan melebur di dalam kehidupan sehari-hari yang disebut sebagai masyarakat modern. Akan tetapi, transisi kemajuan teknologi yang pada awalnya memiliki tujuan untuk memudahkan kehidupan ternyata juga tidak luput dari berbagai persoalan. Salah satunya adalah masalah kesehatan mental, khususnya bagi masyarakat yang belum mampu mengikuti perkembangan dan sadar akan dampak penggunaannya.
Karenanya, Psikolog Klinis juga diharapkan dapat menambah informasi, pengetahuan dan terbuka mengenai berbagai kondisi dan tren masa kini khususnya berkaitan dengan perubahan yang terjadi di masyarakat yang berdampak pada kesehatan mental. Dengan demikian, peningkatan kompetensi, pemanfaatan teknologi, dan terhadap perkembangan zaman dalam memberikan pelayanan psikologi klinis adalah hal yang harus dilakukan.
Betapa Psikolog Klinis juga memiliki peran besar untuk melibatkan diri secara aktif dalam kerja Nasional yang mendukung Pemerintah mengupayakan pemberdayaan bangsa untuk membangun masyarakat Indonesia yang unggul dan sehat mental.
Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia sebagai organisasi profesi tenaga kesehatan Psikolog Klinis tak henti untuk terus berupaya mencapai sehat sejahtera psikologis masyarakat Indonesia. Untuk mencapai tujuan ini IPK Indonesia telah bekerja sama dengan berbagai pihak.
“Psikolog Klinis juga senantiasa menjaga kredibilitas, integritas profesi, dan loyalitas terhadap organisasi profesi yaitu Ikatan Psikolog Klinis Indonesia. Komitmen Ikatan Psikolog Klinis Indonesia untuk mewujudkan hal-hal tersebut salah satunya direalisasikan dalam rangkaian kegiatan Kongres Nasional IV IPK Indonesia dengan mengusung tema “Peran Psikolog Klinis untuk Kesehatan Jiwa Masyarakat Indonesia,” ujar Rifqoh Ihdayati, S.Psi, MAP, Psikologi, Ketua Panitia Kongres Nasional IV IPK Indonesia.
Lanjutnya,”Harapan ke depan, apa yang telah kami lakulan dapat berjalan lancar sesuai dengan yang dicita-citakan.”
“Peran besar yang dimilki Psikologis Klinis adalah untuk melibatkan diri secara aktif dalam kerja Nasional. Mendukung Pemerintah mengupayakan pemberdayaan Bangsa untuk untuk membnagun masyarakat Indonesia yang unggul dan sehat mental,” kata Dra.Adityana Kasandravati Putranto, Psikolog, Humas IPK Indonesia
Kongres Nasional IV IPK Indonesia yang akan berlangsung di Yogyakarta, resmi dibuka oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Indonesia, direncanakan diawali dengan pidato oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia (dalam konfirmasi) Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU, serta Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (PMK) yang akan disampaikan secara daring.
Juga menghadirkan sejumlah narasumber kunci yang memyampaikan paparannya, Gubernur Provinsi Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, S.H, M.IP, GKR. Mangkubumi, selaku Ketua Komisi Pengabdian Masyarakat Pengurus Pusat Kwarnas Gerakan Pramuka Indonesia, Prof. Dr. Elisabeth Kristi Poerwandari, M.Hum., Psikolog, Guru Besar Ilmu Psikologi Klinis Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog, Guru Besar Psikologi Universitas Gadjah Mada
Di penghujung acara virtual press conference jelang Kongres Nasional IV Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Menutup seminar, Dr. Gamayanti menerangkan peran IPK dalam kegiatan strategis kemasyarakatan dengan membentuk Satgas COVID, Tim DPA, melakukan kerjasama dengan berbagai institusi termasuk Kwarnas Gerakan Pramuka Indonesia, Badan Kesehatan Dunia (WHO), dan Kemenkes dalam DKJPS (Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial). Psikoedukasi melalui platform-platform media sosial, serta memperkuat pendataan secara digital dan menyelenggarakan layanan telekonseling melalui platform Halodoc dan program kerjasama dengan KAGAMA.
Ada makna bernilai baik dan bermanfaat bagi orang tua dari diselenggarkannya kompetisi aplikasi berbasis online Cussons Kids Play (CK Play). Kompetisi yang dihadirkan Cussons Kids, sudah berlangsung sejak aplikasi diluncurkan pada Desember 2020 lalu dan dibagi menjadi beberapa periode permainan di sepanjang tahun, ini merupakan aplikasi yang ditujukan untuk anak-anak usia 4 hingga 8 tahun. […]
Melanjutkan Kolaborasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI), di tahun Kedelapan “Gerakan Masjid Bersih”, PT Unilever Indonesia, Tbk melalui Wipol dan Sunlight kembali hadir. Ini tak lepas, kolaborasi berkelanjutan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan 50.000 Masjid yang tersebar di berbagai penjuru Tanah Air Memperkuat kerjasama, PT Unilever Indonesia, Tbk PT dengan Dewan Masjid Indonesia ditandai penandatanganan nota […]
Menyajikan dan menikmati makanan dari bahan-bahan yang segar, diolah dengan rasa yang lezat dan bisa dinikmati bersama keluarga atau pun teman-teman, adalah keinginan siapa pun. Hanya saja, bahan-bahan makanan segar akan kehilangan kesegarannya bila tidak disimpan di dalam kulkas yang memiliki keunggulan teknologi tinggi dalam menyimpan. Bertolak dari sana jugalah, Electrolux Indonesia hadirkan kulkas seri […]