Terbilang banyak rumah di Indonesia yang tidak selalu memiliki ruang bermain khusus. Melainkan, ruang keluarga, kamar tidur, bahkan teras sering kali menjadi tempat anak bermain dan bereksplorasi serta keluarga berkumpul. Berangkat dari pengamatan itulah kiranya, dan tak terbantahkan bila IKEA Indonesia lantas menghadirkan berbagai pilihan produk dari koleksi GREJSIMOJS yang dirancang untuk menghadirkan lebih banyak momen bermain […]
Pernah membayangkan bagaimana kondisi udara 20 atau 30 tahun mendatang? Saat generasi penerus Anda tumbuh besar dan menjalani hidupnya?
Tidak bisadipungkiri, berbicara mengenai masalah polusi udara tentu saja bukan sekadar mengenai paparan zat kimia yang kita hirup, sesak napas atau batuk, tetapi terkait dengan tentang masa depan anak.
Di mana anak sebagai generasi penerus membutuhkan lingkungan yang sehat sehingga bisa mengoptimalkan tumbuh kembangnya yang memiliki erat dengan pengembangan kesehatan secara menyeluruh.
Faktanya, di beberapa wilayah termasuk di Indonesia memiliki kualitas udaranya terbilang tidak sehat bahkan ada yang masuk dalam kategori berbahaya. Hal ini tentu bisa menyebabkan masalah kesehatan, terutama pada bayi yang sistem kekebalan tubuhnya masih sangat rentan.
Penelitian juga memperlihatkan bahwa ibu hamil yang yang terpapar polusi udara juga berisiko mengalami peningkatan risiko bayi mereka lahir terlalu kecil (berat lahir rendah) atau terlalu dini (kelahiran prematur).
Dalam hal ini dr. Darrell Fernando, Sp.OG, Dokter Kandungan Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta juga menegaskan bahwa ibu hamil memang memerlukan paparan udara yang bersih untuk mencegah berbagai risiko yang bisa muncul akibat polusi udara.
“Belakangan ini kita suka bingung saat melihat kondisi udara, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kota besar. Ini mendung mau hujan atau polusi udara, ya? Paparan polusi udara, dalam jangka panjang ini memang bisa membahayakan, dan Ibu hamil merupakan kelompok yang rentan terhadap polusi udara.”
Dijelaskan dr. Darrell Fernando, Sp.OG, dampak polusi udara dan kehamilan ini bisa menyebabkan terjadinya peradangan plasenta, gangguan fungsi DNA, gangguan darah dan radikal bebas, gangguan sirkulasi plasenta, gangguan paru pada ibu.
“Jika semua ini terjadi tentu dampaknya akan banyak, pada janin bisa terjadi persalinan prematuritas, pertumbuhan janin terhambat, berat lahir yang rendah. Untuk para ibu, bisa berisiko alami preeklamsia, hipertensi pada kehamilan, stres, sedangkan pada anak bisa berisiko menyebabkan kecerdasan berkurang, gangguan perilaku, autisme atau hiperaktif. Ini sudah banyak penelitian yang mendukungnya.”
Mengingat dampak yang bisa ditimbulkan, maka diperlukan berbagai upaya pencegahan untuk tidak memperburuk kualitas udara. Diperlukan kesadaran dan perubahan yang perlu dimulai dari diri sendiri.
Untuk mengetahui kualitas udara baik atau tidak memang tidak cukup dilihat dengan mata saja, karena perlu diukur dengan Indeks Kualitas Udara (AQI). Bisa dideteksi dengan berbagai metode seperti menggunakan aplikasi untuk memeriksa AQI di daerah kita atau gunakan air purifier yang memiliki sensor AQI.
“Masa pandemi kita sudah terbiasa pakai masker, ini juga sangat membantu menyaring polusi udara, kurangi aktivitas di luar rumah, pantau kualitas udara di lingkungan, gunakan ventilasi yang baik, kalau kualitas udara sedang jelek tutup pintu dan jendela, gunakan air purifier daan gunakan tanaman yang bisa menyaring tanaman yang bisa menyaring udara.”
Atas dasar kepedulian dan keinginan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, di awal tahun 2022 ini, theAsianparent Indonesia bekerja sama dengan ASRI menggagas sebuah kampanye 1 Baby 1 Tree, Selamatkan Rumah Generasi Mendatang.
“Lewat kampanye 1 Baby 1 Tree, Selamatkan Rumah Generasi Mendatang, theAsianparent ingin mengajak semua lapisan masyarakat, khususnya para orang tua untuk terlibat langsung dan melakukan langkah nyata untuk menjaga udara dan lingkungan di kawasan Indonesia sebagai rumah generasi mendatang. theAsianparent Indonesia percaya, langkah kecil bisa membuahkan perubahan besar yang bisa melindungi keluarga di masa depan,” ujar Putri Fitria selaku Head of Growth theAsianparent ID
Sementara Mahardika Putra Purba, S.Hut, M.Sc, Konsultan Program dan Riset ASRI menjelaskan, “Untuk mengatasi polusi udara tentu kita tidak bisa berpikir sendiri-sendiri, harus berpikir secara holistik. Bagaimana makhluk hidup dan alamnya bisa sehat. Apa yang ASRI kerjakan di Sukadana, Kalimantan, kami mencoba untuk kembali menyadarkan bahwa kehidupan kita terkait dengan alam.”
Tidak hanya yang sekitar atau alam dekat kita saja, bahkan juga alam yang letaknya jauh. Misalnya, untuk masyarakat yang tinggal di Jakarta, kualitas udaranya yang buruk akan dibantu diserap hutan di Kalimantan, pun jika hutan di Kalimantan rusak juga akan terasa di kota lainnya.”
Lewat kampanye ini, theAsianparent dan ASRI akan memberikan bibit pohon yang akan ditanam di hutan terdegradasi di Kalimantan Barat. Lengkap dengan proses penanaman (planting) dan perawatan (growing) untuk para pengguna aplikasi theAsianparent yang memenuhi syarat tanpa dikenakan biaya. Bagi yang tergabung dalam program 1 Baby 1 Tree juga akan mendapatkan sertifikat.
Untuk para ibu hamil dengan HPL (hari perkiraan lahir) di bulan Januari dan Februari 2022 bisa berpartisipasi dengan mendaftarkan diri mengikuti campaign 1 Baby 1 Tree dengan mengisi data di https://form.theasianparent.com/1baby1tree.
Program ini merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya udara bersih dan usaha untuk membantu mengurangi polusi udara di kawasan Indonesia. Jika tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi?
Untuk mengurangi emisi karbon dan sebagai bentuk komitmen untuk masa depan keberlanjutan, Perusahaan marketing services network terintegrasi di Tanah Air, Dentsu Indonesia kembali menggelar “One Day for Change”. Tahun, ini One Day for Change berfokus kepada isu alam dan ekonomi sirkular . One Day for Change 2023 dilaksanakan oleh berbagai cabang dentsu di seluruh Negara, salah satunya […]
Di Indonesia, timbunan sampah pada 2020 telah mencapai 67,8 juta ton per tahun, dan diperkirakan akan meningkat 5% setiap tahunnya. Dan dari jumlah ini, 15%-nya adalah sampah plastik. Yang tentu lingkungan menjadi tidak sehat. Maka semua pihak dalam rantai nilai sampah perlu berbagi peran melakukan aksi nyata. Terkait hal itu kiranya, PT Unilever Indonesia, Tbk, […]
Komitmen dan keindahan yang diukir oleh McDonald’s Indonesia, restoran yang menyuguhkan pelayanan terbaik bagi pelanggan, menghadirkan kualitas makanan terdepan, serta memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Indonesia, juga melakukan pengembangan restoran ke berbagai wilayah di Indonesia. McDonald’s Indonesia Lebih dari itu komitmen yang diukir resto yang lisensinya dimiliki oleh PT Rekso Nasional Food (RNF), salah […]