Raih Kebaikan dan kehangatan Ramadan Bersama keluarga dengan FRISIAN FLAG® Siapa pun. Pasangan terutama, menginjak bulan Ramadan, terlebih-lebih, dapat dimaksimalkan menjadi momen yang tidak hanya memperbaiki kualitas ibadah, tetapi juga kesehatan diri, serta menumbuhkan kembali kehangatan antar anggota keluarga hingga Hari Raya. Berangkat dari sanalah, agar hubungan pasangan dalam keluarga kian merekatkan, Frisian Flag Indonesia […]
Secara umum, intoleransi laktosa merupakan masalah pencernaan yang dapat menyebabkan banyak ketidaknyamanan pada tubuh penderitanya.
Pada kebanyakan orang, intoleransi laktosa sering dianggap sama dengan alergi susu. Padahal keduanya beda, lho!
“Intoleransi laktosa bukan alergi susu. Keduanya memang memiliki gejala yang sama, namun kondisinya sama sekali berbeda. Intoleransi laktosa adalah masalah pencernaan, sedangkan alergi susu melibatkan sistem kekebalan tubuh,” kata dr. Adam Prabata.
“Intoleransi laktosa dapat menyebabkan banyak ketidaknyamanan, tapi tidak akan menghasilkan reaksi yang mengancam jiwa sebagaimana yang mungkin dihasilkan oleh alergi,” tambah dokter umum ini lagi.
Dalam melakukan metabolisnya, tubuh menggunakan enzim alami yang disebut laktase, untuk mengubah laktosa pada produk susu dan olahannya, menjadi glukosa dan galaktosa, agar kemudian bisa diserap dan digunakan sebagai sumber energi.
Kenali Gejalanya
Gejala intoleransi laktosa tergantung pada frekuensi dan jumlah laktosa yang dikonsumsi. Semakin banyak laktosa yang dikonsumsi, maka gejala yang dialami semakin banyak. Gejala intoleransi laktosa dapat terjadi dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah minum susu atau makan produk olahannya. Hal ini bisa terjadi dari level ringan hingga berat.
Pada penderita intoleransi laktosa, tubuh tidak menghasilkan enzim laktase dalam jumlah cukup, sehingga laktosa yang tidak tercerna masuk ke usus besar dan terfermentasi oleh bakteri. Kondisi inilah yang kemudian menimbulkan keluhan, seperti perut kembung, kram perut, mual, diare dan sering buang angin.
Sementara itu pada kondisi alergi susu, terjadi akibat reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap protein yang terdapat pada susu. Bukan hanya gangguan pada saluran pencernaan, alergi susu juga dapat menimbulkan reaksi atau gejala lainnya, seperti ruam kemerahan yang terasa gatal hingga mengakibatkan sesak napas pada penderitanya.
Menurut National Institute of Diabetes dan Digestive and Kidney Disease (2014), gejala intoleransi laktosa yang terus berulang akan berdampak terhadap kecukupan nutrisi, mengingat susu dan produk olahannya mengandung nutrisi penting, seperti kalsium, vitamin A, B12, dan vitamin D. Jangan lupa, protein pada susu dan produk olahan susu juga merupakan sumber nutrisi yang esensial bagi metabolisme.
“Kemungkinan besar, intoleransi laktosa bersifat jangka panjang dan penderita perlu mengubah pola makan mereka untuk menghindari gejala,” kata dr. Adam Prabata.
Penanganan intoleransi laktosa tergantung pada gejala pada seseorang. Untuk membantu meringankan gejala sehabis mengonsumsi makanan yang mengandung laktosa, dokter merekomendasikan suplemen enzim laktase yang dijual bebas.
“Namun jangan takut, jika Anda mengalami intoleransi laktosa, bukan berarti tidak bisa menikmati produk susu dan olahannya. Anda masih bisa mengonsumi produk susu bebas laktosa, termasuk susu bebas laktosa, keju, dan yogurt,” lanjut dr. Adam Prabata.
Komsumsi Susu Bebas Laktosa
Saat ini tersedia produk susu bebas laktosa, yang bisa menjadi pilihan keluarga, yaitu Susu UHT Cimory Bebas Laktosa. Selain bebas laktosa, UHT Cimory telah diproses dengan mengedepankan riset, inovasi, dan pengetahuan.
“Sebagai produsen produk makanan dan minuman kemasan berbasis susu, Cimory mengedepankan riset, inovasi dan ilmu pengetahuan. Hal ini mebuat Cimory bisa terus beradaptasi dengan perubahan dan tren,” ujar Presiden Direktur Cimory, Farell Sutantio.
Mengutip dari sebuah penelitian, Farell menyebut, kebanyakan orang dewasa atau sekitar 68% dari populasi Dunia mengalami malabsorpsi laktosa. Di Asia sendiri, penderita intoleransi laktosa bahkan lebih tinggi daripada 68%.
“Sebanyak 95% orang Asia menderita intoleransi laktosa dan Indonesia tercatat sebagai salah satu Negara dengan tingkat toleransi laktosa tertinggi. Hal ini menandakan tingginya kebutuhan produk susu bebas laktosa,” tambah Marketing Manager Cimory, Lidwina Tandy.
Kondisi ini merupakan suatu keprihatinan tersendiri. Namun dengan adanya teknologi maju dan inovasi dari Cimory, maka masyarakat dengan intoleransi laktosa tetap dapat menikmati.
Cimory Fresh Milk terbuat dari susu segar dengan bahan-bahan terbaik yang diproses menggunakan standar canggih, yang kini menghadirkan Susu UHT Cimory Bebas Laktosa. Susu UHT dari Cimory mengandung 100% kebaikan susu sapi, namun bebas laktosa, segar, creamy dan manis alami. Cimory Grup sendiri berbasis di Jakarta, dan memiliki fasilitas manufaktur di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Susu UHT Cimory Bebas Laktosa sangat mudah ditemukan, karena tersedia di minimarket, supermarket, dan toko-toko terdekat Anda.
Untuk informasi lebih lanjut tentang produk Cimory, silakan klik di sini atau kunjungi Instagram Cimory.
Ada makna bernilai baik dan bermanfaat bagi orang tua dari diselenggarkannya kompetisi aplikasi berbasis online Cussons Kids Play (CK Play). Kompetisi yang dihadirkan Cussons Kids, sudah berlangsung sejak aplikasi diluncurkan pada Desember 2020 lalu dan dibagi menjadi beberapa periode permainan di sepanjang tahun, ini merupakan aplikasi yang ditujukan untuk anak-anak usia 4 hingga 8 tahun. […]
Situasi pandemi, beberapa waktu terakhir, ini masyarakat Indonesia dianjurkan untuk mengurangi mobilitas dan diajak stay at home. Maka perhatian pada lingkungan rumah yang lebih higienis dan udara lebih bersih pun makin meningkat. Salah satu cara efektif untuk memurnikan udara di dalam rumah dari berbagai polutan adalah memanfaatkan air purifier. Akan tetapi, ada sejumlah mitos yang […]
Wujud dari dukungan terhadap produk buatan Indonesia, IKEA Indonesia menghantar hingga masuk ke Pasar Dunia. Tentu, ini juga wujud dari upaya membantu para pengrajin Indonesia dalam mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Beranjak dari sanalah juga, dan bertepatan dengan Hari Bangga Buatan Indonesia yang diperingati setiap tanggal 5 Mei, IKEA Indonesia — dikelola di bawah hak […]