Liburan ketika tiba, rangkaian rencana pun bermunculan. Mulai dari menata waktu duduk santai di sarana hiburan bersama teman-teman dekat juga pasangan, dan perjalanan ke luar kota menikmai keindahan baru. Kekinian, bagi Generasi Z, perjalanan bukan lagi sekadar liburan, tetapi bagian dari cara mereka mencari pengalaman baru, menjaga keseimbangan hidup, dan mengenal budaya yang berbeda. Dorongan […]
Tentu. Pentingnya menjaga kesehatan lambung, Terlebih, saat bulan puasa, salah satu masalah kesehatan yang kerap dialami banyak orang ialah naik asam lambung atau sakit maag.
Penyakit maag saat puasa terjadi karena perut dalam keadaan kosong, tidak ada asupan makanan yang dicerna, hingga stres yang berlebihan, Penyebab lainnya ialah konsumsi makanan yang kurang sehat, seperti makanan pesas, asam dan berlemak. Begitu juga jika terlalu banyak mengonsumsi kafein, minuman bersoda, dan — terlebih –alkhohol, ini rentan maag terganggu.
Dari gangguan maag, menimbulkan ketidaknyamanan, antara lain perut kembung dan terasa begah, bahkan kadang terasa sepeperti melilit, Selain itu, perut terasa perih, mual hingga nyeri ulu hati. Dari kondisi tersebut, akan membuat orang yang mengalami berisiko ibadah puasa menjadi terganggu, dan juga bisa mungkin mengalami kendala dalam menjalani aktivitas kesaharian.
Tentu sangat disayangkan, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya menderita sakit maag, sebagai akibat dari beberapa hal tersebut.
(Ki-Ka) : Pembawa Acara Rara Tanjung – Kustanto Pramono, – Adelia Theresia
Merujuk Surey Populix tahun 2011, seperti yang disampaikan Kustanto Pramono, General Manager Commercial Kalbe Consumer Health, di acara “Dari survey tersebut, dinyatakan bahwa dua dari lima orang tidak menyadari dirinya terkena sakit maag,.”
Terkait hal itu, maka sangatlah perlu masyarakat untuk memahaminya. Beriring perlunya edukasi dan pentingnya mengenai kesehatan lambung.
Bertolak dari sana, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) brandmarket leader di kategori obat sakit maag di Indonesia, melalui Brand PROMAG, bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melakukan edukasi pentingnya menjaga kesehatan lambung. Beriring, Kalbe meluncurkan alat atau tool digital, Maag Meter.
Adelia Theresia
Menawan dari edukasi ini. Alat (tool) berbasis digital Maag Meter yang diciptakan oleh PROMAG, diurai oleh Kustanto Pramon, untuk mengecek kondisi lambung dengan mudah dan praktis. Pengguna cukup mengunjungi laman https://promag.id/maag–meter, lalu menjawab lima pertanyaan sesuai dengan kondisi kesehatan yang dialami, kemudian hasil deteksi kesehatan lambung bisa langsung diketahui saat itu juga.
Di acara peluncuran tool digital, Maag Meter, dengan pembawa acara Rara Tanjung, turut meresmikan Adelia Theresia, Category SeniorManager Digest & Skin, juga beroleh perhatian Pengurus Besar Ikatan Diokter Indonesia.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) IDI dr. Ulul Albab, Sp.OG. menyampaikan,“Melalui tool maag meter ini akan lebih mudah mengedukasi seseorang mengetahui gejala yang dialami apakah merupkan sakit maag, GERD atau bukan, terutama jika mengalami gejala-gejala seperti perih, mual, kembung, dan nyeri ulu hati.”
Kian menawan, jika diperlukan konsultasi lebih lanjut, menurutnya, para Dokter dari IDI sudah siap dengan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan gratis secara langsung ke masyarakat di beberapa kota di Indonesia, khususnya dalam rangkaian Ramadan ini.
Maag meter pun akan mempermudah upaya mengedukasi masyarakat untuk mengetahui cara tepat menangani keluhan dari masing-masing gejala sakit maag. Maag Meter juga telah divalidasi oleh Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) dan dibuat relevan dengan anak muda, agar mereka lebih peduli dengan kesehatan lambung.
Di penghujung acara, Kustanto Pramono menyampaikan,”Harapannya, program ini dapat terus berjalan di setiap tahunnya. Karena program, ini kami rasa sangat baik dan bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat Indonesia, secara luas.”
Sangat dirasa pentingnya kesadaran masyarakat akan beragam jenis kanker yang dapat mengintai siapa pun. Dari sana jualah, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) bekerjasama dengan PT Takeda Indonesia, di Hari kanker Dunia 2023, melaksanakan kegiatan edukasi media tentang Limfoma Hodgkin. Kiranya memang patut diwaspadai dari Limfoma Hodgkin, ini yang menurut Global Cancer Statistic (Globocan) 2020, terdapat 1.188 kasus Limfoma Hodgkin di […]
Saat ini Indonesia masih mengalami situasi ganda (double burden), di mana anak bertubuh pendek atau stunting mencapai 30,8%, tetapi di sisi yang lain masih ada Anak dengan kelebihan gizi atau obesitas yang mencapai 8% dari seluruh total populasi anak. Demikian menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Kiranya hal itu terjadi, lebih sebab faktor masih […]
Yayasan Kanker Indonesia Pusat (YKI), dan YKI Cabang Balikpapan pada 27-28 Oktober 2021 menggelar pelatihan deteksi dini leukimia dan kanker anak dengan peserta 80 Dokter umum dan Tenaga Analis. Gelar acara menawan YKI, organisasi nirlaba yang bersifat sosial dan kemanusiaan di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya penanggulangan kanker, ini menyikapi kanker dapat menyerang siapa saja […]