Betapa berarti dan tertanam baik di hati, IKEA, sarana kebutuhan untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang, yang berpesona, dengan menawarkan rangkaian produk perabot rumah tangga yang fungsional, didesain dengan baik, dengan harga terjangkau. Maka, tepat tanggal 15 Oktober 2026, IKEA Indonesia genap berusia 12 tahun sejak toko pertamanya resmi dibuka di […]
Malnutrisimasih menjadi tantangan besar di kalangan anak-anak Asia Tenggara, demikian sebuah penelitian baru yang dilakukan kepada hampir 14.000 anak, antara usia enam bulan hingga 12 tahun.
Penelitian yang menyoroti masalah penting dan dikenal sebagai ‘triple burden’ malnutrisi, terdiri dari : masalah kekurangan gizi, kekurangan zat gizi mikro, dan kelebihan berat badan/obesitas.
Ketiga masalah, ini seringkali terjadi berdampingan di suatu Negara dan bahkan bisa terjadi dalam satu keluarga. Terutama di Indonesia, di mana angka stunting di anak-anak yang masih cukup tinggi adalah contoh bentuk dari kekurangan gizi. Penelitian skala besar, ini dilakukan oleh FrieslandCampina, dalam rentang waktu antara 2019 dan 2021 oleh Universitas dan lembaga penelitian terkemuka di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Menarik untuk diketahui dari penelitian baru, ini merupakan lanjutan dari South East Asian Nutrition Surveys (SEANUTS I), yang disponsori oleh FrieslandCampina dan dilakukan bekerjasama dengan Universitas Indonesia (di Indonesia); Universiti Kebangsaan Malaysia (di Malaysia); Mahidol University (di Thailand) dan National Institute of Nutrition (di Vietnam) dipublikasikan pada tahun 2012, berkelanjutan.
Maka cukup menjadi perhatian, secara keseluruhan, South East Asian Nutrition Surveys kedua (SEANUTS II) menunjukkan bahwa permasalahan stunting dan anemia masih ada, terutama pada anak-anak usia dini. Namun, untuk anak yang berusia lebih tua, tingkat prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas lebih tinggi. Selain itu, sebagian besar anak-anak tidak memenuhi kebutuhan rata-rata asupan kalsium dan vitamin D sehingga menunjukkan adanya indikasi kekurangan vitamin D.
Jadi ‘Triple Burden’, ini menjadi hal yang sangat penting dan untuk mengatasi kesenjangan gizi, langkah yang tepat adalah melalui intervensi gizi yang seimbang dan edukasi gizi.
Namun, untuk anak yang berusia lebih tua, tingkat prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas lebih tinggi. Selain itu, sebagian besar anak-anak tidak memenuhi kebutuhan rata-rata asupan kalsium dan vitamin D sehingga menunjukkan adanya indikasi kekurangan vitamin D.
Menanggapi temuan dalam penelitian ini, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), Peneliti Utama SEANUTS II di Indonesia dan Guru Besar di Fakultas Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, menjelaskan: “Gizi yang sehat adalah tentang gizi seimbang, cukup, dan bervariasi. Jika anak tidak mendapatkan gizi yang dibutuhkan, mereka tidak akan tumbuh dan berkembang dengan baik.”
Lanjutnya,”Penelitian terbaru kami mengungkapkan bahwa lebih dari 70% anak-anak di keempat Negara tidak memenuhi kebutuhan rata-rata kalsium dan lebih dari 84% tidak memenuhi kebutuhan rata-rata vitamin D. Khususnya di Indonesia di mana 1 dari 4 anak tergolong stunting. Angka-angka, ini menegaskan bahwa adanya kebutuhan mendesak untuk meningkatkan ketahanan pangan di tanah air, serta ketersediaan produk makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, sehingga dapat meningkatkan akses sumber gizi yang sehat.”
Margrethe Jonkman, Global Director, Research & Development, FrieslandCampina, menyatakan: “Penelitian adalah kunci untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan gizi lokal. Hasil dari studi ini akan membantu FrieslandCampina dalam mengembangkan produk yang lebih baik dan terjangkau untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan menyiapkan program yang mendukung pemenuhan gizi seimbang dan gaya hidup aktif bekerja sama dengan pemangku kepentingan, petugas kesehatan, dan sekolah terkait.”
Andrew F Saputro, Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia, mengatakan, “Sebagai afiliasi dari FrieslandCampina, Frisian Flag Indonesia (FFI) dengan bangga mempersembahkan hasil SEANUTS II kepada Pemerintah Indonesia dan pemangku kepentingan terkait. SEANUTS II tidak hanya merupakan komitmen Frisian Flag Indonesia (FFI), tetapi juga merupakan inisiatif untuk mempertemukan pihak swasta, organisasi, asosiasi, profesional dan Pemerintah untuk berkolaborasi dalam meningkatkan status gizi dan kesehatan anak Indonesia.”
Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang sifatnya kronis dan potensial mengganggu tumbuh kembang anak. Pada anak dikenal dua jenis diabetes yang paling banyak dijumpai, yaitu DM tipe-1 dengan jumlah kadar insulin rendahakibat kerusakan sel beta pankreas, dan DM tipe-2 yang disebabkan oleh resistensi insulin, di mana level insulin dalam darah normal. Ada pun faktor utama penyebab DM tipe-1 adalah faktor genetik dan […]
Jakarta, 28 April 2018 – Mencuci hidung secara teratur setiap harinya, kita dapat membebaskan aliran sinus dari allergen, bakteri dan virus namun masih banyak orang yang belum menyadari. Sterimar®, produk pencuci hidung isotonik dari Hyphens Pharma menyuarakan kampanye #Cucihidungsetiaphari untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mencuci hidung agar dapat bernapas lebih sehat. Dr. S. Hendradewi SpTHT […]
Kemudahan dan kelancaran dapat memesan obat secara online dan mengambilnya sendiri di apotek pilihan, adalah yang diidamkan banyak pengguna, bisa mungkin termasuk Anda. Kelancaran ini, kiranya dihadirkannya Aloshop, bagian dari ekosistem layanan kesehatan terintegrasi Alodokter, yang mengedepankan metode baru pengambilan obat sendiri (self-pickup). Melalui fitur terbaru Aloshop ini, pengguna kini dapat memesan obat secara online […]