Perjalanan panjang, ragam keindahan mewarnai IKEA, dikenal sebagai sarana yang menghadirkan rangkaian produk perabot rumah tangga yang fungsional, didesain dengan baik, dengan harga terjangkau sehingga lebih banyak orang dapat membelinya, dari semenjak awal berdiri hingga hari ini, mencapai 100 tahun. Menandai 100 tahun kelahiran Ingvar Kamprad, pendiri IKEA tiada lepas dari filosofinya yang sederhana ; […]
Industri musik Indonesia ternyata belum bisa damai. Dari melihat, pengangkatan Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), yang berperan penting dalam mengurus royalti dan hak cipta, ternyata menyisakan kekecewaan pada pihak Komisioner LMKN periode 2019 – 2024. Mereka yang bergabung dalam Komisioner LMKN Jilid 2, menyatakan ketidakpuasannya karena tidak adanya pemanggilan mau pun penjelasan atas pencabutan SK mereka.
Salah seorang yang tergabung dalam Komisioner LMKN Jilid 2, Marulam Juniasi Hutauruk menyatakan menggugat SK Pengangkatan Komisioner yang diterbitkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menteri Hukum dan HAM) pada tanggal 3 Juni 2022 yang berisikan pengangkatan Komisioner LMKN 2022 – 2025 dan mencabut SK Komisioner LMKN 2019-2024 (SK Nomor M.HH-01.KI.01.08 Tahun 2019 tanggal 28 Januari 2019).
“Menteri Hukum dan HAM melanggar hukum prosedural dan juga hukum materiil yang seharusnya tidak boleh ia langgar. Cara-cara yang tidak mengindahkan hukum adalah bentuk kesewenang-wenangan. Kami sebagai praktisi hukum tentu punya beban moral untuk meluruskan hukum dan menguji keputusan seorang Menteri Hukum dan HAM ini apakah telah sesuai dengan hukum atau malah melanggar? Jangan membuat eksperimen yang tidak perlu mengenai collection royalti public performance, padahal kita tahu adanya conflict of interest yang pasti akan terjadi bila LMK-LMK tidak dapat mempertanggungjawabkan hitungan distribusi royaltinya kepada si Pemilik Hak, kan?” kata Marulam J Hutauruk, Selasa (18/10/2022).
Koalisi Pembela Insan Musik Indonesia (KLaSIKA) yang terdiri dari Advokat Sabar Simamora, SH., Fredrik J. Pinakunary, SE.,SH, Iwan Sunaryoso, SH., Wide Afriandy, SH., dan Arman Priyo Prasojo, SH., MH, sebagai Kuasa Hukum yang ditunjuk oleh pihak Komisioner LMKN Jilid 2, menyatakan Menteri Hukum dan HAM sebagai Peejabat tata usaha Negara dituntut bertanggungjawab atas akibat hukum yang ditimbulkan dari penerbitan Objek Sengketa tersebut, berupa pemberhentian Komisioner LMKN Jilid 2 tanpa penjelasan dan jauh dari kata cermat.
“Dengan masih berlakunya SK Pengangkatan Komisioner LMKN Jilid 2, seharusnya Menteri Hukum dan HAM tidak bertindak ceroboh, tindakan mana terlanjur terjadi. Damage already done! Reputasi Komisioner LMKN Jilid 2 terlanjur rusak karena dipecat tanpa diadili oleh Kementerian yang seharusnya mengedepankan hukum dan hak asasi manusia, dalam hal ini hak asasi Komisioner LMKN Jilid 2,” kata Tim Kuasa Hukum.
Bagi penikmat musik Tanah Air, nama Alif Maulana mulai melekat dan semakin familiar sebagai Penyanyi solo. Kehadiran musisi muda berbakat asal Indonesa, ini dipastikan segera meramaikan industri musik di Tanah Air, karena tak hanya pesona suara yang dimiliki, tetapi Alif Maulana menggenggam sejumlah kelebihan sehingga mampu memukau banyak orang. Single terbarunya yang baru diluncurkan, “Couldn’t […]
AmPm – baca Ampan, duo produser kreatif bertopeng asal Jepang — yang mencetak sukses global melalui lagu debut mereka, ‘Best Part of Us feat. Michael Kaneko’, kembali meluncurkan single terbaru, ‘Everyday’, dan menggandeng penyanyi pendatang baru asal Amerika Serikat, Amanda Yang. Bersamaan dengan peluncuran lagu mereka di seluruh platform digital media streaming seperti Spotify, Apple […]
Berhasil merebut perhatian hingga banyak memiliki penggemar dan penikmat musik di Indonesia. AmPm, duo seniman musik asal Jepang, yang mulai berkarya pada tahun 2017, tak lepas lancar berkolaborasi dengan DJ, Komposer dan Produser Tanah Air, Dipha Barus. Menarik dari AmPM, selain melantun, disertai memiliki ciri dalam penampilan, yang sangat menarik perhatian dengan selalu mengenakan topeng. […]