Hadir dengan chipset Exynos 1680 dan sistem pendingin Vapor Chamber yang ditingkatkan untuk menghadirkan performa stabil saat gaming, scrolling social media, hingga multitasking banyak aplikasi, Samsung Galaxy A57 5G bisa menjadi pilihan dan dalam genggaman. Sudah berapa kali smartphone lag di momen krusial saat gaming, atau scrolling sosial media mendadak patah-patah padahal baru dipakai sebentar […]
Kiranya, tak terkesemapingkan, gaya hidup sedentari yang meningkat kala pandemi lalu, telah berkembang menjadi kebiasaan baru yang berdampak besar terhadap kebiasaan ngemil dan kesehatan pencernaan.
Pertama, karena selama menjalani gaya hidup sedentari, maka frekuensi untuk jajan atau ngemil untuk sekedar kenyang, jadi meningkat. Kedua, selama pandemi terjadi peningkatan kecemasan dan gejala depresi, yang berdampak pada kesehatan pencernaan.
Terbilang, motivasi yang paling umum untuk ngemil adalah lapar, budaya makan (kebiasaan jajan atau mencoba jajanan baru), gangguan makan, kebosanan dan kesenangan. Meski pun ngemil telah memiliki “citra buruk”, namun camilan bisa menjadi bagian penting dari diet Anda. Tentu, selama pola ngemil itu untuk memastikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh terpenuhi, ngemil justru disarankan.
Sayangnya kadang kita makan sebagai respon terhadap sebuah emosi (emotional eating), karena makan menyalakan sistem reward di otak yang membuat kita merasa lebih baik. Jadi ketika ngemil menjadi kebiasaan yang tidak sehat itulah yang menyebabkan atau memperburuk kondisi psikologis dan pencernaan kita.
Mengenai ngemil, untuk lebih jelasnya, menawan apa yang disampaikan oleh dr. Dion Haryadi, PN1, CHC. Dikatakan, penelitian modern telah menemukan bahwa usus kita dapat berkomunikasi 2 arah dengan otak kita, inilah yang sering membuat usus disebut sebagai otak kedua manusia. Bersama-sama, dua otak kita memainkan peran kunci dalam penyakit tertentu di tubuh kita dan kesehatan secara keseluruhan. Tentu saja, otak manusia yang membuat semua keputusan logis dan intelektual kita, namun otak di usus kita juga ikut berkontribusi pada kesehatan dan emosi kita.
Dr. Dion Haryadi melanjutkan, bagi yang memiliki kebutuhan untuk ngemil, sebaiknya perhatikan frekuensinya, agar teratur dan terencana. Camilan yang baik dan sehat contohnya adalah yang terdiri dari serat seperti buah dan sayur, lemak baik seperti alpukat serta protein seperti yogurt dan telur rebus. Dirincikan, yogurt adalah salah satu makanan ringan yang baik untuk kesehatan. Karena yogurt adalah sumber protein, serat dan kalsium yang penting untuk otot dan tulang yang kuat.
Terkait yogurt, Lidwina Tandy, Head of Marketing Dairy Cimory mengatakan, Cimory Yogurt Squeeze 120 gr yang mengandung 120 Kcal, hadir sebagai solusi praktis dan baik untuk pencernaan, bagi mereka yang doyan dan butuh ngemil. Melalui kampanye “Ngemil No Worry Cuma Cimory”, Cimory Yogurt Squeeze kini hadir dalam kemasan yang lebih kecil 40 gr, camilan yang pas untuk kapan pun.
Menarik untuk diketahui, — Cimory Group berbasis di Jakarta, produsen produk makanan dan minuman kemasan berbasis protein di Indonesia yang didirikan pada tahun 1993 – berdasarkan riset konsumen Cimory yang terbaru, Cimory Yogurt Squeeze yang memiliki tekstur creamy smooth, dan merupakan pilihan nomor 1 konsumen untuk kategori yogurt.
Catatan menawan, Cimory sejak tahun 2013 memiliki program Miss Cimory yang memberikan kesempatan bagi Ibu-Ibu rumah tangga untuk bisa mandiri, produktif dan membantu keuangan keluarga. Melalui program, ini Cimory dan para Ibu rumah tangga, berkembang bersama dengan menyebarkan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi keluarga melalui produk-produk Cimory.
Dalam catatan. Ibu-Ibu Miss Cimory sampai saat, ini sudah mencapai lebih dari 4. 000 Ibu di seluruh Indonesia dan produk Cimory Squeeze 40 gr bisa Anda dapatkan melalui Miss Cimory.
Untuk meningkatkan kesadaran dan mencegah kanker melalui diagnosis dini dan gaya hidup sehat, dan bertepatan Hari Kanker Sedunia 2025, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) didukung oleh AstraZeneca Indonesia dan AQUA Indonesia menggelar talkshow bertajuk “Kanker Tidak Menunggu, Kenapa Kita Menunggu? Deteksi Dini, Selamatkan Hidup” yang membahas akan pentingnya diagnosis kanker dini, penerapan hidup sehat dalam mencegah […]
Dalam menjaga kesehatan tubuh, siapa pun dan ragam tingkat usia, ada beberapa hal penting harus menjadi perhatian. Salah satunya, menjaga asupan makanan dan minuman dengan gula berlebih, karena tak terelak dapat menimbulkan berbagai risiko penyakit seperti diabetes mellitus tipe-2 (DM tipe-2). Kian memukau, terkait asupan gula yang berlebihan, kiranya Indonesia saat ini tercatat sebagai Negara dengan […]
Tentu, betapa berartinya dan baiknya ketika mulut kita terjaga kebersihannya dan menebar wangi ketika berbincang. Dari sana, sebuah program bertajuk “Ramadan Berbagi BerkaHHH, Mulut & Hati Adem”, Pepsodent kembali nmelanjutkam kolaborasinya bersama Masjid Istiqlal. Kali ini melalui Pepsodent Herbal, menghadirkan program “Ramadan Berbagi BerkaHHH, Mulut & Hati Adem”, adalah untuk mengajak umat Muslim berbagi senyum […]