World Heart Day 2026, yang jatuh pada 29 September, mengajak masyarakat untuk kembali memfokuskan perhatiannya terhadap kesehatan jantung. Tahun ini, World Heart Federation mengangkat tema “Heart Disease Can Hide in Plain Sight: Don’t Miss a Beat”, yang mengajak masyarakat untuk lebih mengenali tanda dan risiko penyakit kardiovaskular yang dapat terlewatkan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) […]
Sebuah keindahan mengenai UMKM di Tanah Air, layak diketahui pesonanya. Catatan, tepatnya pada tahun 2021 Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkirakan terdapat lebih dari 64 juta UMKM di Indonesia.
Dari sana, menurut data World Economic Forum, pada tahun 2022 UMKM telah membuka lapangan kerja bagi lebih dari 100 juta pekerja dengan hampir 65 persen di antaranya adalah perempuan. Selanjutnya, antara tahun 2017 hingga tahun 2020, pangsa Pengusaha perempuan yang terlibat dalam perdagangan secara online (e-commerce) bertambah sebanyak tiga kali lipat.
Kiranya, pandemi telah mempercepat adopsi model bisnis secara digital dan e-commerce oleh usaha yang dimiliki perempuan. Kajian terbaru oleh SMERU Research Institute menyebutkan bahwa lebih dari 50 persen Perusahaan milik perempuan yang disurvei meningkatkan penggunaan internet mau pun platformdigital selama dan setelah pandemi COVID-19. Selanjutnya, seperti yang disorot oleh laporan digitalisasi Bank Dunia tahun 2021, hampir 60 persen perempuan pengguna internet yang meninggalkan pekerjaan sebelumnya karena hamil dan melahirkan, kini bekerja di bidang e-commerce.
Pembahasan ini menjadi topik utama pada webinar yang diselenggarakan oleh Bank Dunia, berkolaborasi dengan Women’s World Banking dan didukung oleh Pemerintah Australia, bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional (8/3) bertajuk “Perempuan di Era Digital: Pemanfaatan Layanan Digital untuk Pertumbuhan Bisnis”.
Pemerintah Indonesia mendukung UMKM perempuan serta peningkatan kapabilitas digital. Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi, Masyita Crystallin mengungkapkan terdapat dua kategori UMKM perempuan yaitu tipe survivalist, yang lebih bertujuan untuk mencukupi kebutuhan dan mempertahankan usahanya.Berlanjut, juga ada tipe growth-oriented yang lebih memikirkanpengembangan usahanya.
Dalam menjawab kebutuhan khusus usaha survivalist dan growth-oriented bisa dilakukan dengan dukungan digitalisasi UMKM perempuan, misalnya pelatihan sumber daya literasi digital dan adopsi teknologi digital, peningkatan fleksibilitas usaha melalui peliputan media dan recognition di acara online dan offline serta mentoring untuk wirausaha perempuan.
Ahmad Dading Gunadi, Direktur Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi Bappenas RI, mengatakan bahwa perempuan berpotensi mengembangkan perekonomiannya melalui digitalisasi walau masih ditemukan berbagai tantangan. “Dari sisi kapasitas, perempuan punya potensi namun akses ke pasar dan akses keuangan masih terbatas. Pada sebuah studi tentang keuangan digital, masih ada gap yang cukup besar antara perempuan yang hanya bisa mengakses sekitar 29 persen dibandingkan laki-laki 33 persen.” jelasnya.
Karenanya, Ahmad Dading Gunadi berharap regulasi dan ekosistem yang mendukung dan ramah pada bisnis perempuan dapat ditingkatkan, juga bagaimana dukungan dapat mengadopsi kebutuhan perempuan.
Perempuan Pelaku Usaha, Peluangnya ?
Memastikan akses kepada teknologi digital juga merupakan hal yang penting untuk dapat membuka peluang dan meningkatkan pertumbuhan perempuan pelaku usaha. Ririn Salwa Purnamasari, Senior Economist Bank Dunia pun mengungkapkan, “Bagaimana pun, pada saat perempuan mempunyai kesempatan untuk bisa akses digital, mereka lebih besar kemungkinannya menggunakan untuk e-commerce, misalnya. Jadi di sinikuncinya adalah akses, akses ke digital itu sendiri.”
Vitasari Anggraeni, Wakil Direktur Kebijakan Asia Tenggara Women’s World Bankingmengatakan bahwa tantangannya akan berbeda di masing-masing stages. “Ketika bicara akses kaitannya dengan pemahaman bahwa layanan digital yang dibutuhkan itu ada dan ini menjadi PR dari perempuan pengusaha mikro untuk belajar. Sementara para penyedia jasa layanan keuangan atau jasa teknologi dapat lebih adaptif untuk diakses oleh perempuan Pengusaha, seperti access to capital atau keuangan itu sendiri” jelasnya.
Perempuan pelaku usaha sangat perlu mengadopsi digitalisasi dalam bisnisnya saat, ini karena sangat banyak keuntungan dari digitalisasi tersebut. Seperti dikatakan oleh Diah Yusuf, Ketua Womenpreneur Indonesia Network,”Adopsi digital dapat meningkatkan efisiensi, peningkatan produktivitas, biaya operasional yang lebih rendah, meningkatkan pengalaman pelanggan, agility dengan perubahan yang sangat dinamis dan cepat, peningkatan moral karyawan, peningkatan komunikasi, peningkatan transparansi, peningkatan keunggulan kompetitif, sehingga bisa mengambil keputusan usaha lebih cepat,” tutur Diah Yusuf.
Womenpreneur Indonesia Network merupakan sebuah perkumpulan pemberdayaan ekonomi perempuan. Tiga pilar fokus yang menjadi program pengembangan wirausaha perempuan yang dilakukan oleh Womenpreneur Indonesia Network adalah ; penguatan kapasitas UMKM perempuan, perluasan akses pasar, dan akses pembiayaan yang juga berfokus pada peningkatan kapabilitas digital untuk perempuan.
Berbagai pihak perlu berkolaborasi untuk bersama-sama meningkatkan kapabilitas digital UMKM perempuan. Hal ini perlu dilakukan secara inklusif dan berkelanjutan sesuai dengan tema Hari Perempuan Internasional yakni, “DigitALL: Innovation and technology for gender equality”.
Layanan Drive Thru McDonald’s tentu sudah begitu lekat dengan konsumen yang merupakan penikmat penganan restoran McDonald’s yang tersebar sebanyak 245 di seluruh Indonesia. Layanan Drive Thru yang merupakan salah satu fasilitas di restoran McDonald’s, ini memungkinkan konsumen untuk membeli produk McDonald’s tanpa perlu meninggalkan kendaraannya. Meski hingga hari, ini tak sedikit datang pertanyaan dari konsumen […]
Berbagai pihak tak henti menaruh perhatian dan menyisihkan sejumlah materi ataupun berbentuk barang untuk diberikan kepada korban peristiwa gempa dan tsunami yang terjadi di daerah di Tanah Air. Adalah IKEA dan Never Too Lavish — sebuah perkumpulan kaum muda milenial kreatif Indonesia –, melakukan kegiatan “Lelang untuk Kebaikan” bagi korban gempa dan tsunami di Palu […]
Membuktikan komitmennya mendukung regenerasi dan pelestarian warisan kuliner Nusantara, dan menyusul kesuksesan programnya — sebelumnya — yang berpesona, Bango, brand kecap legendaris produksi PT Unilever Indonesia Tbk., kembali menggelar kompetisi “Bango Penerus Warisan Kuliner 2019”. Kali ini Bango, di bawah supervisi Unilever Food Solution berhasil merangkul hingga ribuan wirausaha kuliner Nusantara dari seluruh wilayah Indonesia, […]