Hadir dengan chipset Exynos 1680 dan sistem pendingin Vapor Chamber yang ditingkatkan untuk menghadirkan performa stabil saat gaming, scrolling social media, hingga multitasking banyak aplikasi, Samsung Galaxy A57 5G bisa menjadi pilihan dan dalam genggaman. Sudah berapa kali smartphone lag di momen krusial saat gaming, atau scrolling sosial media mendadak patah-patah padahal baru dipakai sebentar […]
Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang sifatnya kronis dan potensial mengganggu tumbuh kembang anak. Pada anak dikenal dua jenis diabetes yang paling banyak dijumpai, yaitu DM tipe-1 dengan jumlah kadar insulin rendah akibat kerusakan sel beta pankreas, dan DM tipe-2 yang disebabkan oleh resistensi insulin, di mana level insulin dalam darah normal.
Ada pun faktor utama penyebab DM tipe-1 adalah faktor genetik dan autoimun. Sedangkan pada DM tipe-2 biasanya disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat dan kegemukan.
Kasus DM tipe-1 pada anak pun meningkat sebanyak 70 kali lipat sejak tahun 2010 hingga 2023. Pada tahun 2010 prevalensi kasus diabetes mellitus terhadap anak di Indonesia hanya 0,028 per 100 ribu jiwa. Kemudian, pada tahun 2023 prevalensi kasus diabetes mellitus menjadi 2 per 100 ribu jiwa.
Kasus-kasus DM tipe-1 pada anak tersebut disumbangkan oleh 13 kota seperti Manado, Surabaya, Jakarta, Medan, Padang, Palembang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Malang, Denpasar, dan Makassar dengan jumlah kasus paling tinggi di Jakarta dan Surabaya.
Gejala Diabetes Pada Anak :
● Banyak makan. Anak dengan DM akan merasakan lapar terus-menerus meski baru selesai makan. Rasa lapar ini didorong oleh jumlah insulin yang tidak memadai sehingga gula tidak dapat diolah menjadi energi;
● Banyak minum. Anak akan merasa haus terus-menerus karena ketidakmampuan tubuh memproduksi hormon insulin sehingga tubuh mengalami dehidrasi;
● Banyak kencing dan mengompol. Rasa haus yang menyebabkan anak selalu minum tidak diimbangi dengan kemampuan tubuh untuk menyerap cairan dengan baik. Anak dengan DM akan lebih sering buang air kecil dari pada frekuensi normal, terutama di malam hari.
● Penurunan berat badan yang drastis dalam 2-6 minggu sebelum terdiagnosis. Meski anak sering minta makan, tetapi tubuhnya tidak bertambah gemuk, melainkan cenderung kehilangan berat badan dalam jumlah yang cukup signifikan. Hal ini diakibatkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam menyerap gula darah dalam tubuh sehingga menyebabkan jaringan otot dan lemak menyusut;
● Kelelahan dan mudah marah. Tubuh anak yang tidak mampu menyerap gula dari makanan membuatnya kekurangan energi sehingga mudah merasa lelah. Anak juga akan mengalami gangguan perilaku dan perubahan emosi menjadi cepat marah dan murung;
● Tanda kedaruratan lainnya yang perlu diwaspadai, antara lain sesak napas, dehidrasi, syok dan napas berbau keton
Penyebab Diabetes Tipe–1
Diabetes disebabkan karena adanya kegagalan gula darah masuk ke dalam sel untuk diproses sebagai energi yang diakibatkan ketidakmampuan pankreas memproduksi hormon insulin.
Penyebab DM tipe-1 adalah interaksi dari banyak faktor antara lain, kecenderungan genetik, faktor lingkungan, dan sistem imun. Berbeda dengan DM tipe-1, DM tipe-2 sangat erat kaitannya dengan gaya hidup tidak sehat seperti berat badan berlebih, obesitas, kurang aktivitas fisik, hipertensi, dislipidemia, dan diet tidak sehat / tidak seimbang. Dari Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan angka kejadian faktor risiko DM tipe-2 yaitu sebesar 18,8% anak usia 5-12 tahun mengalami kelebihan berat badan dan 10,8% menderita obesitas.
Pencegahan Diabetes Tipe-2
1. Mempertahankan berat badan ideal. Jika anak memiliki berat badan berlebih, maka upayakan untuk menguranginya sekitar 5-10% untuk mengurangi risiko. Diet kalori dan rendah lemak sangat dianjurkan sebagai cara terbaik menurunkan berat badan dan mencegah DM tipe-2.
2. Perbanyak makan buah dan sayur. Dengan mengonsumsi berbagai macam buah dan sayur setiap hari, maka risiko DM tipe-2 dapat berkurang.
3. Kurangi minum minuman manis dan bersoda.
4. Aktif berolahraga. Upayakan untuk berolahraga setidaknya 30 menit dalam sehari untuk mencapai berat badan ideal dan menekan tingginya risiko DM tipe-2. Selain itu berolahraga juga bisa menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan kadar insulin.
5. Batasi waktu penggunaan gadget
Peran Orang Tua Dalam Pencegahan Diabetes Pada Anak
Diabetes merupakan penyakit tidak menular yang tidak dapat disembuhkan. Namun dengan kontrol metabolik yang baik, anak dapat tumbuh dan berkembang selayaknya anak sehat lainnya.
Kontrol metabolik yang dimaksud adalah mengupayakan kadar gula darah dalam batas normal atau mendekati nilai normal tanpa menyebabkan anak malah menjadi kekurangan glukosa dalam darah. Pengelolaan dilakukan antara lain dengan pemberian tatalaksana yang sesuai baik insulin mau pun obat-obatan, pengaturan makan, olahraga, dan edukasi, serta pemantauan gula darah secara mandiri.
Untuk mencapai kontrol metabolik yang optimal ini dibutuhkan penanganan yang menyeluruh baik oleh keluarga, ahli endokrinologi anak atau Dokter anak, ahli gizi, ahli Psikiatri, Psikologi anak, pekerja sosial, dan edukator.
Dihantarkan oleh :
Prof. Aman B. Pulungan, MD, Ph.D, Sp.A(K), FAAP, RCPI (Hon.), merupakan seorang Dokter Spesialis Anak Konsultan Endokrinologi, yang menyelesaikan pendidikan Spesialis Anak di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Prof. Aman B. Pulungan, MD, Ph.D, Sp.A(K), FAAP, FRCPI (Hon.) aktif mengikuti berbagai program seminar dan workshop baik tingkat Nasional dan Internasional, antara lain menjadi Project Leader World Diabetes Foundation – DM type 1, ini juga menjadi anggota Dewan Penasehat Physician International Society for Pediatric and Adolescent Diabetes.
Penggagas berdirinya IKADAR, suatu organisasi yang anggotanya terdiri dari pasien dan keluarga penderita DM tipe-1, Dokter serta educator, juga mempunyai peran penting dalam pembentukan forum Keluarga dengan Hiperplasia Adrenal Kongenital (KAHAKI), Forum Keluarga Osetogenesis Imperfekta (FOSTEO) dan Turner Society Indonesia (TSI)
Berpraktik di RS Pondok Indah (RSPI) – Pondok Indah di Jakarta Selatan, Prof. Aman B. Pulungan, MD, Ph.D, Sp.A(K), FAAP, FRCPI (Hon.) yang juga praktik di Klinik AP&AP Pediatric, Growth, and Diabetes Center, merupakan Executive Director of International Pediatric Association dan juga Project Leader Changing Diabetes in Children (CDiC) Indonesia
Kapan wanita pasangan Anda “meminta” ? Jangan pernah lewatkan kodenya. Sebab kadangkala wanita tak akan mengungkapkannya lewat kata. Anda harus jeli membaca, dan harus mampu memenuhi harapannya. Ketika Anda pulang ke rumah, wanita pasangan Anda tampil seksi. Khusus untuk Anda, ia kenakan lingerie barunya. Menolak kah Anda karena lelah bekerja ? Jangan sampai. As […]
Menyambut dan menandai Hari Kanker Dunia 2025, Yayasan Kanker Indonesia (YKI), — organisasi nirlaba yang bersifat sosial dan kemanusiaan di bidang kesehatan, khususnya dalam upaya penanggulangan kanker — .menggandeng 20 Organisasi Pasien dengan menyampaikan pernyataan bersama, berkolaborasi melaksanakan misi melawan kanker dengan keragaman masing-masing. Di acara Hari Kanker 2025, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), […]
Memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2021, PT Unilever Indonesia, Tbk. melalui brand Pepsodent, bekerja sama dengan FDI World Dental Federation dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menginisiasi kampanye “Senyum Sehat untuk Hidup yang Lebih Sehat” melalui ajakan “Yuk, #SikatGigiSekarang!”. Kampanye, ini bertujuan menyebarluaskan pentingnya menerapkan kebiasaan baik menyikat gigi dua kali sehari di […]