Didirikan dan hadir di tengah masyarakat Tanah Air, pada 17 April 1977 oleh 17 tokoh masyarakat, Yayasan Kanker Indonesia (YKI), organisasi nirlaba yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan dengan fokus pada penanggulangan kanker, telah berkembang menjadi salah satu organisasi nirlaba terdepan dalam penanggulangan kanker di Indonesia. Yang fokusnya tidak hanya pada pengobatan, tetapi juga […]
Walau pun status pandemi Covid-19 sudah berakhir, masyarakat perlu tetap waspada terhadap risiko bahayanya dan mengetahui langkah penanganan yang tepat dan tepat waktu jika terjadi infeksi.
Demikian benang merah dari webinar “Sadari Siaga Solusi terhadap Mutasi Virus di Masa Endemi Covid–19”.
Acara yang didukung oleh Pfizer Indonesia, dihadiri Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, MSc. PhD., Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dan DR dr. Erlina Burhan, SpP(K), Anggota Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).
”Walau pun kasus infeksi Covid-19 secara Nasional terkendali, kesadaran dan kesigapan masyarakat untuk secara mandiri menghadapi potensi risiko terpapar virus COVID-19 masih diperlukan,” ujar Prof. Wiku dalam acara yang dipandu Pratiwi Astar.
Menurutnya, perubahan ke fase endemik tidak berarti ancaman Covid-19 sudah hilang. Sebagai virus RNA, Covid-19 akan terus bermutasi, sehingga akan terus memunculkan varian baru yang mungkin saja memiliki daya tular tinggi.
“Penting bagi kita semua untuk tetap waspada, terutama bagi kelompok masyarakat berisiko tinggi seperti lansia dan penderita penyakit penyerta seperti hipertensi, kardiovaskular, diabetes dan ginjal. Untuk masyarakat berisiko tinggi ini, Covid-19 gejala yang ringan pun dapat berubah menjadi Covid-19 berat,” kata Prof. Wiku.
“Pesan edukasi Sadari, Siaga Solusi diharapkan mendorong masyarakat di masa endemi ini untuk segera berkonsultasi dengan Dokter jika mengalami gejala-gejala infeksi Covid-19 terutama untuk masyarakat berisiko tinggi, agar segera mendapatkan terapi pengobatan COVID-19 yang tepat sedini mungkin,” jelas Nora T. Siagian, Presiden Direktur Pfizer Indonesia.
Cara Mengenali dan Mengatasi Covid–19
Sementara itu, DR dr. Erlina Burhan, SpP(K), mengingatkan masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan menjaga kebersihan dan menggunakan masker apabila merasa kurang sehat. Selain melaksanakan protokol kesehatan, penting pula untuk segera melaksanakan tes jika mengalami gejala utama Covid-19, seperti sakit tenggorokan, batuk, pilek, demam, dan kehilangan indra penciuman.
Namun jika positif terinfeksi Covid-19, kini telah tersedia obat antivirus yang digunakan sebagai pengobatan Covid-19.
“Jika seseorang terkonfirmasi positif Covid-19, segera periksa ke Dokter untuk mengetahui apakah pasien memenuhi syarat untuk mendapatkan obat antivirus,” lanjut dr. Erlina.
Ada pun cara kerja obat antivirus, yaitu dengan menargetkan bagian tertentu dari virus untuk menghentikan proses replikasi di dalam tubuh, sehingga membantu mencegah keparahan penyakit dan kematian. Agar mendapatkan pengobatan COVID-19 yang optimal, disarankan untuk segera periksa ke dokter untuk mengetahui penanganan lebih lanjut setelah gejala pertama Covid-19 muncul.
Dr. Erlina juga mengingatkan masyarakat untuk segera mengambil langkah sedini mungkin jika terinfeksi Covid-19.
“Apa pun langkah yang dipilih, pengobatan Covid-19 akan lebih efektif jika dimulai sesegera mungkin setelah dinyatakan positif. Tidak perlu menunggu sampai gejala memburuk. Selain itu, proses pengobatan sebaiknya dimulai saat gejala muncul. Semoga dengan “Sadari, Siaga, Solusi”, masyarakat dapat mengantisipasi ancaman Covid-19 di masa endemi dengan cepat dan tepat,” jelas dr. Erlina.
Peluncuran Buku “Beyond The Limit” beriring Pameran Lukisan dengan tema yang sama, merupakan pencapaian karya terindah dan terbaik dari Teresa Olivia Purba (Olivia), seorang anak berkebutuhan khusus (“Cerebral Palsy”) berusia 17 tahun. Dalam karyanya nan indah dan memukau, Olivia, demikian panggilan akrab bungsu dua bersaudara kelahiran 20 April 2006 di Singapura, buah perkawinan pasangan Daniel Purba dan […]
Di Indonesia, timbunan sampah pada 2020 telah mencapai 67,8 juta ton per tahun, dan diperkirakan akan meningkat 5% setiap tahunnya. Dan dari jumlah ini, 15%-nya adalah sampah plastik. Yang tentu lingkungan menjadi tidak sehat. Maka semua pihak dalam rantai nilai sampah perlu berbagi peran melakukan aksi nyata. Terkait hal itu kiranya, PT Unilever Indonesia, Tbk, […]
Indonesia emas 2045 tidak dapat terwujud tanpa manusia yang sehat dan cerdas. Karenanya, begitu pentingnya menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Guna mencapainyam salah satunya melalui konsumsi makanan bergizi. Terlebih, di Indonesia, 4 dari 10 anak usia 6-23 bulan tidak mendapat MPASI sesuai standar gizi dan berpengaruh pada meningkatnya risiko stunting pada anak di bawah 2 tahun. […]