Uncategorized

Torehan Indah Riska Susilawati,Penyitas Kanker Mata

Tiada henti dan tak redup sejenak pun. Beriring aroma wangi senantiasa bertebar. Begitulah yang terasakan di sepanjang acara — berkaitan – “Hari Anak Nasional 2024”, diselenggarakan oleh Yayasan Kanker Indonesia, Sabtu, 13 Juli 2024, bertempat di RS MRCCC Siloam, Semanggi Jakarta, dengan MC Pratiwi Astar dan Moderator Shanaz Haque.

Keindahan dan menawan dari acara yang menghadirkan seminar edukatif mengedapankan “Pentingnya Dukungan Suportif pada Anak dengan Kanker”, hadir sejumlah anak kanak penyitas kanker dan pembacaan puisi nan menawan karya remaja puteri Riska Susilawati, penyitas kanker. Yang merupakan karyawati sebuah Perusahaan Nasional, penyandang S1 dari Universitas Terbuka program studi Akuntansi – Fakultas Ekonomi.

Riska, panggilan akrab wanita belia kelahiran Kota Bogor, 25 Februari 2001, divonis sakit kanker Retinoblastoma (Kanker Mata), di bagian mata sebelah kanan, padai usia pada usia 7 tahun. Dan yang ia alami, menjalani operasi, kemoterapi dan juga sinar radiasi.

Berikut petikan obrolah dengan Riska, tercatat sebagai karyawan swasta dan juga supportif care di Yayasan Sehati Anak Indonesia, sebagai pendamping sosial :

Bisa cerita sedikit mengenai ya penulisan Puisi yang kamu bacakan dan apa yang dirasa ?

Dalam penulisan Puisi tersebut, saya menuangkan segala pengalaman dan juga harapan-harapan saya. Saya tuangkan juga keadaan-keadaan yang pernah dan sedang saya rasakan sebagai penyitas kanker.

Kamu sudah terbiasa membacakan puisi yang kamu buat di hadapan umum ?

Ini baru pertama kali saya tampil di tempat umum. Dan untuk membacakan Puisi yang saya tulis, saya meminta bantuan agar mengkoreksi puisi tersebut kepada senior yang sudah berpengalaman di Dunia seni, sehingga menghasilkan Puisi indah.

Apa yang dirasa sebagai penyitas kanker dan bagaimana hingga terus bersemangat menjalani aktivitas hingga memberi nilai baik bagi diri ? 

Tentunya sangat bersyukur sekali, Tuhan sudah memberi kesempatan kepada saya sehingga saya masih bisa berjuang sampai detik ini, meski pun pada saat pengobatan dulu saya sering melihat teman-teman seperjuangan gugur satu persatu. Dan yang membuat saya semangat itu, ketika melakukan sesuatu yang saya suka, orangtua dan keluarga selalu mensupport. Alhamdulillahnya apa yang saya lakukan selalu tercapai, baik itu dikabulkan oleh orangtua atau pun oleh diri sendiri pada saat sudah dewasa.

Bisa disampaikan kamu terisnpirasi oleh siapa ?

Saya terinspirasi sama perjuangan dan semangatnya kedua orangtua saya yang mengharapkan anaknya sembuh. Dan bila diperkenan saya ingin menyampaikan, siapa yang paling berperan yaitu kedua orangtua, terlebih Ummi. Untuk Ummi dan Bapak, terimakasih banyak atas segala pengorbanan dan kesabarannya. Maaf saya telah menjadi salah satu anak Ummi dan Bapak yang menjadi ujian kesabaran, dari semenjak saya kecil. Maaf jika seandainya saya belum bisa membahagiakan kedua orangtua dan belum bisa menjadi anak yang diharapkan. Saya selalu berdoa semoga kedua orangtua mendapatkan balasan setimpal atas kesabaranya, baik itu di Dunia mau pun di akhirat nanti. Semoga Ummi dan Bapak sehat selalu, berkah hidupnya. Aamiin”.

Bisa ceritakan hingga masuk ke Dunia kerja ?

Saya tercatat sebagai karyawan swasta dari setelah lulus sekolah tingkat SLTA sampai sekarang. Bila saya berkeinginan menjadi karyawan dari saat lulus sekolah tingkat SLTA karena saya ingin sekali melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan agar bisa membayar kuliah memakai uang sendiri. Saya sadar betul, saya dari keluarga yang kurang mampu jadi sebisa mungkin saya tidak menyulitkan kedua orangtua untuk i perihal ekonomi. Karena pada saat saya sakit pun, ekonomi keluarga saya habis untuk saya. Jadi saya tidak mau menjadi beban mereka kembali. Saya ingin belajar mandiri, belajar berdiri di kaki saya sendiri”.

“Kamu juga sebagai supportif care di Yayasan Sehati Anak Indonesia. Bisa dikisahkan ?”

Berada di sana, saya selalu dibantu oleh YSAI dan saya sendiri ingin sekali menjadi manusia yang bermanfaat dan bisa memotivasi orang lain. Karenanya saya menerima tawaran dari pengurus YSAI ini ketika ada waktu untuk mendampingi adik-adik dalam pembuatan bola mata palsu di luar Kota. Yayasan Sehati Anak Indonesia sendiri merupakan lembaga sosial yang memberikan dukungan dan perhatian paska pengobatan pasien kanker kurang mampu agar mencapai kualitas kehidupan yang lebih baik seperti memberikan pendampingan Psikososial, bantuan obat, bantuan mata palsu/kaki palsu/tangan palsu paska di angkat salah satu anggota tubuh dari pasien kanker anak.

Ke depan apApalagi yang ingin diraih ?

Kalau membicarakan keinginan, pasti masih banyak yang ingin saya raih, selain ingin bisa menjadi motivator dan juga manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Ada pun hal terbesar yang sangat ingin saya adalah bisa berangkat ke Mekkah dengan kedua orangtua, bisa membangun rumah sendiri dan melanjutkan Pendidikan ke S2

Di luar waktu bekerja, hobi kamu yang disalurkan ….

Hobi saya sebetulnya bukan menulis, tapi menulis itu lebih bisa di bilang curhat di buku catatan saja. Hobi saya sendiri rasanya mendaki gunung.. Alhamdulillah sudah pernah menyalurkan hobi mendaki gunung di beberapa provinsi Jawa, Sumatera dan NTB.

[]Andriza Hamzah & Aniss Syaini
Photo : SO/MN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *