Tak hanya mendengar, bahkan hingga melihat, terbilang banyak masyarakat habis waktunya hanya untuk mencari barang yang seharusnya selalu ada di tempatnya. Tidak dimungkiri, ini sebab kurang cermat dalam cara menata rumah. Terlebih setelah periode berbagai macam perayaan berlalu, banyak rumah diam-diam berubah. Bukan karena bertambah penuh, tapi karena barang-barang kecil mulai kehilangan “tempatnya”. Semisal, nampan […]
Dunia Teater diwarnai keindahan hingga dipastikan tebar pesona akan menggelitik citarasa, dari kehadiran acara memukau Festival Teater Indonesia (FTI).
Di atas panggung Festival Teater Indonesia, yang merupakan festival dari kolaborasi TITIMANGSA dengan PENASTRI (Perkumpulan Nasional Teater Indonesia) serta didukung oleh Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan RI, berlangsung di empat kota, yaitu Medan, Palu, Mataram, dan Jakarta. Dan di sana sebanyak 20 kelompok teater mau pun seniman individu dari seluruh penjuru Indonesia akan tampil.
Menawannya, Festival Teater Indonesia (FTI) yang hadir sebagai titik pertemuan lintas Kota serta ruang berekspresi bagi ekosistem teater Tanah Air, selain pertunjukan di atas panggung, pengunjung festival juga dapat mengikuti berbagai kegiatan, antara lain, bincang karya, diskusi, jelajah panggung, lokakarya, dan Teras FTI yang mewadahi berbagai komunitas setempat.
“Tahun ini adalah perhelatan pertama Festival Teater Indonesia. Saya sangat bersemangat dan berharap semua berjalan dengan lancar, sesuai dengan apa yang dicita-citakan dan dirancang dari jauh hari oleh teman-teman Titimangsa dan Penastri. Saya berharap kegiatan ini bukan hanya membuka ruang silaturahmi Budaya dan kesusastraan, tetapi juga menjadi ruang untuk membuka diri, beradaptasi dengan satu sama lain dari seluruh Indonesia,” ungkap Happy Salma, Penggagas Festival Teater Indonesia di acara temu Media FTI 2025, Senin, 24 November 2025, bertempat di Gedung Kemendikbud, Jakarta.
Lanjutnya,”Sebab, setiap wilayah punya kebiasaan yang berbeda-beda. Meski kita punya latar belakang yang berbeda, usia yang berbeda, bahkan interes yang berbeda, panggung bisa menyatukan. Di Festival Teater Indonesia, kita akan mempererat tali persaudaraan, utamanya dalam ekosistem seni teater tanah air.”
Pada acara dengan MCBagus Ade Saputra, menghadirkan pembicara Sahlan Mujtaba, Direktur Artistik Festival Teater Indonesia, Dosen dan Sutradara Teater yang juga menjabat Sekretaris Umum Penastri, Tya Setyawati, kurator Festival Teater Indonesia, yang berdomisili dan aktif berkesenian di Padang Panjang, Sumatera Barat dan Pradetya Novitri, Direktur Festival Teater Indonesia, tentu menawan apa yang disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, yang sangat mendukung festival ini.
Ahmad Mahendra mengemukakan Festival Teater Indonesia sejak awal dirancang selaras dengan agenda besar Kementerian Kebudayaan, terutama penguatan ekosistem sastra dan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya.
“Pertama, selaras dengan program-program penguatan ekosistem sastra, FTI menjadi ruang penting untuk mendorong alih wahana karya Sastra Indonesia ke panggung Teater. Praktik silang-media seperti ini terbukti efektif menghidupkan ekosistem Sastra. Kedua, FTI juga sejalan dengan tujuan MTN Seni Budaya, yaitu membuka ruang bagi lahirnya talenta-talenta baru untuk berkiprah di panggung Nasional dan Internasional. FTI memperkuat jalur perkembangan karier mereka di bidang Sastra dan Seni pertunjukan,” kata Ahmad Mahendra.
Bersiap Tampil Memukau di 4 Kota
Pentas Teater alih wahana karya Sastra Indonesia di panggung FTI akan dilaksanakan di Auditorium RRI, Medan (1-3 Desember 2025), Gedung Kesenian Palu, Palu (6-8 Desember 2025), Taman Budaya NTB, Mataram (10-12 Desember 2025), dan Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta (14-16 Desember 2025).
Pada edisi tahun perdananya, FTI mengangkat tema Sirkulasi Ilusi yang menyoroti pertemuan antara realitas dan representasi di tengah kehidupan kontemporer. Melalui tema tersebut, FTI berupaya memperluas sirkulasi gagasan, mempertemukan seniman lintas wilayah, serta memperkaya khazanah hubungan antara teks Sastra dan panggung pertunjukan. FTI akan menjadi ajang perayaan untuk Seni Teater dan pertemuan bagi para praktisi, pendukung, juga penonton Teater.
Sebelumnya, Panggilan Terbuka telah dilaksanakan semenjak 25 Agustus hingga 19 September 2025. Kegiatan ini berhasil menjaring 213 pendaftar dari 95 kabupaten/kota di 25 provinsi se-Indonesia. Pengumuman kelompok/seniman terpilih disampaikan secara daring pada 30 September 2025. Mereka akan mementaskan naskah-naskah Teater adaptasi dari karya Sastra Indonesia.
“Prinsip dasar tim kurator dalam memilih penampil Festival Teater Indonesia adalah, pertama, apa tawaran konseptual karya secara estetika mau pun pilihan karya Sastra yang diadaptasi. Kedua, kesesuaian kontekstual antara gagasan dengan realitas di kota penyelenggara. Dan terakhir, keadilan representasi, yaitu kami memastikan kesetaraan akses kewilayahan dan generasi,” jelas Sahlan Mujtaba, Direktur Artistik Festival Teater Indonesia, dosen dan sutradara teater yang juga menjabat Sekretaris Umum Penastri.
Tambahnya,”Keberagaman karya juga sangat penting, misalkan dalam gaya, medium, eksperimental, dan lainnya, sehingga penonton menyaksikan spektrum bentuk pertunjukan yang luas.”
“Saya pribadi berharap Festival Teater Indonesia menjadi ajang pertemuan yang penuh makna dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Dari pertemuan-pertemuan ini diharapkan akan terjadi pula pertukaran pengetahuan dan berbagi pengalaman, sehingga warna setiap wilayah dapat hadir untuk memperindah peta ekosistem teater tanah air Indonesia,” ujar Pradetya Novitri, Direktur Festival Teater Indonesia,lagi.
“Saya memiliki harapan besar terhadap pelaksanaan Festival Teater Indonesia pada Desember mendatang. FTI bukan hanya festival, tetapi titik temu nasional bagi ekosistem teater Indonesia. Ada tiga harapan utama saya, yaitu FTI menjadi ruang belajar dan kolaborasi, pendorong regenerasi yang sehat, dan memperluas akses masyarakat terhadap seni pertunjukan teater,” ujar Ahmad Mahendra.
“Dengan adanya pertemuan ini, aneka macam lintas yang menjadi satu kesatuan memberikan pengharapan yang luar biasa bagi kami, juga bagi saya. Di antara hal-hal yang tidak pasti di depan sana, ada sesuatu hal yang masih bisa kita pegang, yaitu harapan kepada daya hidup, daya cipta kita sebagai manusia yang memuliakan panca inderanya, dan juga memuliakan seni di dalam kehidupan,” pungkas Happy Salma.
Penyedia solusi digital terkemuka yang memungkinkan bisnis menghubungkan data, aset dan manusia secara cerdas, Zebra Technologies Corporation (NASDAQ: ZBRA), mengumumkan bahwa jaringan apotek terbesar Malaysia, Alpro Pharmacy, telah memperkenalkan mobile computing dan solusi RFID Zebra untuk digitalisasi sistem manajemen inventori manualnya demi memajukan bisnis yang berkembang dengan cepat. Tahap pertama digitalisasi adalah memperlengkapi pekerja garis depan Alpro Pharmacy dengan TC21 […]
Kehadiran 20 kelompok Teater terpilih siap menggetarkan panggung Festival Teater Indonesia (FTI) di empat Kota. Tepatnya, kotak titik temu FTI — merupakan kolaborasi TITIMANGSA dengan PENASTRI (Perkumpulan Nasional Teater Indonesia) serta didukung oleh Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan RI — : Medan : Bali Eksperimental Teater (Jembrana, Bali), Luna Vidya/Storytelling Academy […]
Di tengah arus deras perkembangan teknologi, Generasi Z (Gen Z) kerap menjadi sasaran kritik yang tidak selalu berimbang, terutama menyangkut kesiapan mereka menghadapi Dunia profesional. Menyikapi fenomena ini, ID COMM menggelar talkshow Sharing Session ID COMM (SSIDCOMM), bertajuk “Gen Z: Prove the Critics Wrong!”. Acara yang berlangsung pada Minggu keempat bulan Septermber 2024, di Universitas […]