Tak hanya mendengar, bahkan hingga melihat, terbilang banyak masyarakat habis waktunya hanya untuk mencari barang yang seharusnya selalu ada di tempatnya. Tidak dimungkiri, ini sebab kurang cermat dalam cara menata rumah. Terlebih setelah periode berbagai macam perayaan berlalu, banyak rumah diam-diam berubah. Bukan karena bertambah penuh, tapi karena barang-barang kecil mulai kehilangan “tempatnya”. Semisal, nampan […]
Berkomitmen membantu meningkatkan kualitas hidup dan berkontribusi untuk masa depan yang lebih sehat, Nestlé, produsen makanan dan minuman terbesar di dunia, menghadirkan Nestum.
Merupakan bubur sereal sarapan yang dibuat sesuai dengan golden standing breakfast — berkandungan Grainsmarta dan multigrain –, Nestum bisa sebagai pilihan sarapan yang lebih sehat, bercita rasa lezat, serta menghasilkan rasa kenyang yang lebih lama.
Kehadiran bubur Nestum dalam berbagai varian rasa ini — Nestlé Nestum Porridge (rasa manis dan original), serta Nestlé Nestum 3-in-1 (rasa susu, susu & pisang, dan susu & cokelat), kiranya untuk memenuhi kebutuhan sejumlah orang yang akan memulai aktivitas pagi hari hari yang terkadang membuat sarapan pagi tersisihkan. Seringkali yang terjadi, di pagi hari sebelum melakukan aktivitas rutin, hanya mengonsumsi minuman.
Keterangan Photo 2 : Chef Steby Rafael
“Gizi yang terkandung dalam satu mangkuk Nestlé Nestum setara dengan protein dari satu gelar yoghurt, kalsium dari satu gelas susu, dan serat makanan dari satu lembar roti gandung,” jelas Eka Hardiana, Corporate Nutritionist Nestlé Nestum.
Dari sanalah kemudian membuat Nestum berinisitif meluncurkan gerakan “101 Nestum Healthy Bowls”, untuk tujuan mengajak masyarakat Indonesia berkreasi membuat aneka topping bubur Nestum yang praktis namun tetap sehat dan lezat.
Diluncurkannya “101 Nestum Healthy Bowls”, seperti dikatakan oleh Business Executive Officer Dairy Nestlé Indonesia Windy Cahyaning Wulan, di peluncuran “101 Nestum Healthy Bowls”, bertempat di hotel Ritz Carlton, SCBD – Jakarta, pada akhir bulan Januari 2019 lalu, tak lepas dari melihat fakta sebanyak 51% orang Indonesia menyadari bahwa sarapan adalah waktu makan terpenting dalam sehari.
Namun, 76% orang yang mengonsumsi sarapan di pagi hari belum memilih menu yang sesuai dengan golden standard breakfast, yaitu harus terdiri dari makanan dan minuman, bukan salah satunya.
Betapa pentingnya sarapan pagi, juga tercatat dari banyaknya penelitian yang membuktikan bahwa aktivitas mengonsumsi makanan saat sarapan memiliki banyak manfaat.
Ahli Gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, di acara yang sama menyampaikan,”Dengan mengonsumsi makanan saat sarapan, maka kita bisa merasakan manfaat yang lebih, baik dari sisi fisiologis maupun psikologis, dibandikangkan jika hanya mengonsumsi minuman saja.”
Dokter Rita Ramayulis melanjutkan keterangannya,”Proses pengolahan makanan berkaitan dengan keterampilan dan kemampuan koordinasi pergerakan motorik kasar di sekitar mulut, yang menstimulasi organ pencernaan, organ-organ lain termasuk jantung yang memompa darah. Dengan begitu, kerja otak dan otot akan lebih baik. Karenanya, dengan mengonsumsi makanan, kita tidak hanya bisa mengurangi rasa lapar , tapi juga juga meningkatkan kemampuan kognitif seperti daya ingat dan fokus”.
Untuk menyebarluaskan pesan mengonsumsi makanan di pagi hari, Nestlé Nestum mengajak masyarakat Indonesia untuk berbagi berbagai menu sarapan praktis yang mengangkat cita rasa Nusantara. Di antaranya dengan menggandeng Chef Steby Rafael, “Nestum 101 Healthy Bowls” memperkenalkan 5 menu kreasi sarapan Nestlé Nestum yang lezat, sehat dan praktis dibuatnya : Bubur Ayam Kari, Nasi Uduk, Ayam Jamur, Lapis (Parfaits) dan Panekuk.
Kebutuhan masyarakat untuk konsultasi kesehatan secara berkesinambungan di era digital didorong oleh lebih dari sekadar kemudahan akses. Perubahan dalam pola pikir dan tuntutan akan perawatan kesehatan yang lebih efisien dan efektif menjadi faktor utama dalam penerimaan teknologi ini. Maka teknologi yang terus berkembang memungkinkan aksesibilitas yang lebih besar terhadap layanan kesehatan, menghilangkan hambatan seperti jarak […]
Catatan yang tentu sangat layak menjadi perhatian dan kewaspadaan diri, mengenai kanker. Hampir 12% kejadian baru kanker pada pria dan hampir 6% kejadian baru kanker pada wanita di Indonesia, menurut GLOBOCAN 2020 adalah kanker kolorektal, yang juga dikenal dengan kanker usus besar. Kejadian kanker kolorektal menempati urutan keempat tertinggi di Tanah Air dengan lebih dari […]
Penglihatan adalah indra tubuh yang sangat penting bagi manusia. Siklus kehidupan manusia sejak lahir sampai lansia memerlukan penglihatan sebagai jendela Dunia. Itu sebabnya kita harus menjaga dan memastikan kesehatan indra penglihatan dan mengambil langkah-langkah yang benar untuk mengatasi masalah penglihatan termasuk pada anak-anak. Demikian sambutan yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia 2014-2019 Prof. Dr. […]