World Heart Day 2026, yang jatuh pada 29 September, mengajak masyarakat untuk kembali memfokuskan perhatiannya terhadap kesehatan jantung. Tahun ini, World Heart Federation mengangkat tema “Heart Disease Can Hide in Plain Sight: Don’t Miss a Beat”, yang mengajak masyarakat untuk lebih mengenali tanda dan risiko penyakit kardiovaskular yang dapat terlewatkan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) […]
Cukup menarik. Jumlah kalangan muda (15-24 tahun) pengguna Koyo Salonpas® (15-24 tahun) terus meningkat dari 22% menjadi 27%. Dari peningkatan pengguna Koyo Salonpas®, selama 3 tahun berturut-turut meraih penjualan tertinggi. Dan tahun 2019, ini mencapai penjualan terbaik, dari menembus angka menakjubkan.
Demikian disampaikan oleh President Director PT Hisamitsu Pharma Indonesia, Kato Hirafumi, di Jakarta.
Telah pula menjadi tren kaum muda meningkatnya pengguna Koyo Salonpas®, itu jugalah yang melatar-belakangi dan mendorong PT Hisamitsu Pharma Indonesia dengan produk legendarisnya, Koyo Salonpas® – sebagai produk obat bebas topical analgesic patch nomor satu di Dunia — untuk terus menyemangati para penggunanya agar selalu pantang merasa letih dalam menebar inspirasi positif melalui karya dan aksi nyata.
Koyo Salonpas® pun lantas mengajak kembali anak muda Indonesia untuk berkolaborasi melakukan aksi nyata yang bermanfaat serta berdampak positif terhadap lingkungan luas melalui gerakan filosofisnya yang bertajuk ‘Rekatkan Kehangatan’.
(ki-ka) : Moderator, Tommy Prabowo – Psikolog Anna Surti Ariani, S.Psi. M.Si – Zulfadli, Product/Campaign Manager – Nadine Chandrawinata, Koyo Salonpas – Pakar lingkungan Prof Dr Ir Dietriech Geoffrey Bengen, DEA
Demikian penjelasan President Director PT Hisamitsu Pharma Indonesia, Kato Hirafumi, di acara peluncuran gerakan ‘Rekatkan Kehangatan’, yang berlangsung di Restaurant Plataran, Hotel Kempinski – Jakarta, pada 17 Mei 2019.
Tambahnya,”Gerakan ini berpijak pada visi-misi Hisamitsu global dalam turut meningkatkan kualitas hidup setiap invidu di Dunia melalui penyebarluasan budaya pengobatan dengan patch. Mengajak kalangan masyarakat luas, termasuk kalangan muda, untuk bersama-sama melakukan aksi nyata yang kontributif, penuh kepedulian dan persahabatan, guna ikut mewujudkan kualitas lingkungan dan masyarakat sekitar yang lebih baik.”
Di acara yang juga menghadirkan pembicara pakar Ilmu Kelautan dan Mangrove Institut Pertanian Bogor, Prof Dietriech Bengen, Psikologi dari Universitas Indonesia, Anna Surti Ariani, S.Psi. M.Si., dan Inspirational brand Ambassador Salonpas®, Nadine Chandrawinata, Product Manager PT Hisamitsu Pharma Indonesia, Zulfadli menginformasikan bahwa gerakan yang dimulai untuk kali pertama pada 2018 ini sejatinya memiliki ragam aktivitas yang tak terbatas. Setelah sebelumnya mengajak kalangan muda bersih-bersih gunung dari sampah, melakukan aktivitas di area publik untuk pantang malas melakukan gerak-badan, tahun ini Salonpas® mengajak kalangan muda untuk menjaga keutuhan ekosistem lingkungan melalui kegiatan menanam mangrove.
“Salonpas menyosialisasikan gerakan ini di 24 kampus di berbagai daerah di Indonesia guna mengajak mereka terlibat langsung, atau melakukan aktivitas positif sendiri untuk kemudian diunggah ke akun media sosial masing-masing serta menyerukan kepada orang lain untuk berbuat dan berbagi kisah kebaikan serupa. Kami optimistis gerakan ini akan diterima dengan baik di kalangan anak muda,” Zulfadli melengkapi keterangannya.
Ijoel Dwijanti, FDJ (Female Disc Jockey) yang sudah malang melintang di Dunia Disc Jockey selama hampir 34 tahun, tak henti berkegiatan di Dunia yang yang menghantar langkahnya hingga meraih prestasi memukau : Juara 2 di ajang Indonesia DJ Festival 1986 dan Juara 2 Asean DJ Festival 1987. Mengawali tahun 2021,wanita kelahiran Kota Bandung, Jawa Barat, […]
Jakarta, 4 April 2018 – Mewakili Indonesia di ajang internasional tentunya menjadi sebuah kebanggaan dan impian seluruh anak Indonesia, termasuk Tim Garuda, yang terpilih untuk mewakili Indonesia di ajang ptualangan internasional, Red Bull Can You Make It? 2018. “Setelah tiga tahun dilaksanakan, akhirnya Indonesia dapat mengirimkan tim perwakilannya untuk Red Bull Can You Make It? 2018. […]
Dari melihat bukti hasil Riset Kesehatan Dasar (Riseksdas) 2018 yang menunjukkan bahwa 88,8% masyarakat Indonesia memiliki masalah gigi berlubang, bahkan permasalahan ini juga dialami oleh 92,6% anak Indonesia berumur 5 tahun, yang tentunya sangat memprihatinkan, maka Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) kembali digelar secara Nasional. Acara hasil kolaborasi PT Unilever Indonesia, Tbk. melalui brand Pepsodent […]