World Heart Day 2026, yang jatuh pada 29 September, mengajak masyarakat untuk kembali memfokuskan perhatiannya terhadap kesehatan jantung. Tahun ini, World Heart Federation mengangkat tema “Heart Disease Can Hide in Plain Sight: Don’t Miss a Beat”, yang mengajak masyarakat untuk lebih mengenali tanda dan risiko penyakit kardiovaskular yang dapat terlewatkan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) […]
Banyak pendapat umum yang menganggap varises tidak
berbahaya.
Yang sebenarnya, bila sudah memsuki stage tinggi, varises
dapat menimbulkan komplikasi.
Kenali dan waspadai ketika bagian kaki terlihat adanya tonjolan pembuluh darah.
Terlebih
para pekerja yang sering berdiri lama, varises adalah salah satu penyakit yang mengintip di kehidupannya.
Maka — siapa pun — jika mengalami gejala varises, yang awalnya ditandai dengan kaki biasanya terasa nyeri, berat dan panas terutama setelah duduk atau berdiri lama, dr. Rugun Tobing, SpBTKV, Spesialis Bedah Torak Kadiovaskular RSPP, menyarankan agar penderita langsung menemui tenaga medis.
dr. Rugun Tobing
Varises yang bila dibiarkan bisa menimbulkan komplikasi jika sudah memasuki stage tinggi. “Varises ini termasuk penyakit kronis. Progresif kronis tepatnya. Karena pada awalnya tidak ada komplikasi, tetapi setelah beberapa tahun bisa menimbulkan kondisi kronis,” kata dr. Rugun Tobing dalam acara online kesehatan yang diselenggarakan oleh RSPP Jakarta, Jumat (12/2/2021).
Ia menjelaskan komplikasi bisa timbul karena
adanya gangguan pada pembuluh vena.
“Komplikasi yang bisa timbul itu adalah pendarahan akibat kaki terbentur
atau tergores. Atau bisa juga terjadi penggumpalan darah yang berpotensi
menimbulkan tromboflebitis dan Trombosis Vena Dalam,” urainya.
Tromboflebitis adalah penggumpalan
darah di dalam pembuluh vena yang
ditunjukkan dengan rasa nyeri pada bagian dalam pembuluh vena yang terkena varises
dan kulit terlihat memerah.
Sementara, Trombosis vena Dalam,
terlihat dari kaki yang bengkak dan terasa nyeri.
“Jika dibiarkan, Trombosis Vena Dalam ini akan mengakibatkan komplikasi lain.
Seperti, emboli paru-paru,
penyumbatan pembuluh arteri paru-paru sehingga menghalangi aliran darah dari
jantung ke paru-paru,” ujarnya.
Komplikasi lainnya yang bisa disebabkan oleh varises adalah eksim varises. “Orang yang terkena eksim varises kulitnya akan
kemerahan, bersisik yang nantinya akan mengelupas. Pada beberapa kasus, kulit
akan berkerak secara permanen,” ujar dr. Rugusn Tobing lebih lanjut.
“Jika terjadi pendarahan, secepatnya berkonsultasi ke tenaga medis. Karena biasanya pendarahan yang terjadi sulit untuk dihentikan,” pungkasnya.
Dr. Rugun Sihombing lebih jauh menjelaskan, “Pada
tahap awal, varises akan lebih mudah
diobati dibandingkan jika sudah memasuki stage
yang lebih tinggi. Bahkan bisa dicegah, dengan menghindari berdiri dalam waktu
lama di lokasi yang sama. Upayakan berjalan atau melemaskan kaki dengan jalan
santai untuk membantu aliran darah. Atau bisa juga dengan mengangkat kaki lebih
tinggi dibandingkan posisi tubuh, dan lebih baik lagi jika sembari tubuh
berbaring.
Spesialis Bedah Torak Kadiovaskular RSPP dr.
Rugun Tobing, SpBTKV, menyatakan gangguan varises berpotensi besar hadir pada
enam kondisi di bawah ini :
1. Wanita
lebih berpeluang terpapar varises
Karena hormon wanita cenderung membuat dinding pembuluh darah rileks, sehingga katup berpotensi mengalami kebocoran.
2. Faktor keturunan
Jika ada salah satu dari keluarga dengan riwayat varises, maka seseorang akan berpotensi lebih besar terpapar varises
3. Faktor
usia
Dengan bertambahnya usia, elastisitas pembuluh darah akan berkurang. Hal ini akan membuat katup melemah, sehingga darah akan dengan mudah kembali ke bawah dan membuat endapan di dalam pembuluh vena
4. Obesitas
Berat badan yang melebihi ketentuan akan memberikan tekanan lebih besar pada pembuluh vena kaki, sehingga menyulitkan proses pengembalian darah ke jantung.
5. Aktivitas
Aktivitas berdiri terlalu lama akan mempersulit kembalinya aliran darah ke jantung. Begitu pula dengan kebiasaan memakai high heels yang lebih dari 3 cm dalam waktu lama. Tapi jangan juga memakai sepatu yang tanpa heels
6. Kehamilan
Produksi darah cenderung meningkat saat hamil, sehingga akan memberikan tekanan lebih pada pembuluh vena. Hormon kehamilan juga membuat otot dinding pembuluh vena rileks sehingga perlindungan katup melemah.
Fakta bahwa Indonesia masih memiliki beban penyakit TBC tertinggi kedua di Dunia, dan diperkirakan 845.000 orang di Indonesia jatuh sakit akibat Mycobacterium tuberculosis, namun hanya 67% atau 568.987 kasus TBC yang ternotifikasi ke Kementerian Kesehatan pada tahun 2019. Dalam rangka menurunkan jumlah kasus dan menekan penularan penyakit TBC dan TBC RO di Indonesia, Kementerian Kesehatan […]
PT Unilever Indonesia, Tbk. melalui Pepsodent bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI) serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dalam menyambut Hari Kesehatan Gigi Nasional, meresmikan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2022 di Gelora Bung Karno. Melalui tema “Pulih Bersama dengan Senyum […]
Kanker paru-paru adalah semua penyakit keganasan pada jaringan paru-paru. Keganasan tersebut dapat berasal dari paru-paru sendiri (primer) maupun keganasan dari luar paru-paru (metastasis). Berdasarkan data WHO World Cancer Report 2012, kanker paru-paru merupakan kanker yang paling umum ditemukan di dunia selama beberapa dekade. Terbilang, setiap menit, dua orang di dunia meninggal dunia akibat kanker paru-paru. […]