Tentu gerakan menawan dilakukan IKEA Indonesia. Enam bulan setelah banjir besar melanda Aceh Tamiang, IKEA Indonesia melalui program “Matching Donations” menyalurkan bantuan kepada 364 keluarga di Kampung Rantau Bintang, Kecamatan Bandar Pusaka atau seluruh jumlah keluarga di desa tersebut. Jumlah penerima manfaat ini meningkat dari rencana awal 100 keluarga setelah IKEA Indonesia berkoordinasi dengan Pemerintah desa dan memahami […]
Tentu menjadi catatan dan perhatian khusus, estimasi kejadian kanker di Indonesia pada tahun 2020,
menurut data GLOBOCAN 2020, mencapai 396.914 kasus
baru dan sebanyak 234.511 kematian akibat kanker.
Sementara itu, sebuah studi yang diterbitkan dalam Lancet Public
Health dari American Cancer Society selama 20 tahun terakhir menunjukkan
terjadi peningkatan tajam pada kejadian kanker pada mereka yang berusia 25
sampai dengan 49 tahun, khususnya yang mengalami obesitas.
Bertolak dari sana, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) didukung oleh MS Glow — Produsen skincare, bodycare dan cosmetic, juga adalah klinik perawatan wajah dan tubuh — menggelar webinar bagi kalangan milenial untuk meningkatkan kepedulian dan pencegahan dini terhadap penyakit kanker. Yang khususnya tiga jenis kejadian kanker pada wanita di Indonesia yaitu kanker payudara, kanker serviks dan kanker kolorektal.
Dalam acara webinar edukasi, berlangsung pada hari Selasa, 22 Februari 2021, mengusung topik “Milenials Care for Cancer: Peduli & Cegah Kanker Sejak Dini”, dipandu Citra, dengan menghadirkan pembicara Shandy Purnamasari, founder MS Glow, Dr. Nadia Ayu Mulansari, SpPD, KHOM, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik, dan penyintas kanker aktris Feby Febiola, diawali kata pembuka dari Wakil Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Ibu Murniati Widodo AS, yang menyampaikan,”Hanya 5 sampai 10% kanker yang diakibatkan oleh faktor genetika, selebihnya disebabkan oleh lingkungan dan pola hidup. Adalah suatu keharusan bagi generasi milenial untuk waspada terhadap kanker, dengan melakukan pencegahan dan deteksi dini kanker. Pola hidup generasi milenial saat ini dapat menentukan kondisi kesehatan mereka 10 hingga 20 tahun mendatang.”
Ibu Murniati Widodo AS
“MS Glow memahami bahwa tingginya
kasus kanker baru dan kematian akibat kanker,
salah satunya sebab keterlambatan penanganan karena kurangnya
pengetahuan dan kepedulian masyarakat untuk mencegah dan mendeteksi kanker
sejak dini. Untuk itu, dalam rangka Hari Kanker Sedunia, kami memberikan
kontribusi dengan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya
mengetahui penyebab kanker dan pentingnya melakukan deteksi dini kanker,” ujar
Shandy Purnamasari, founder MS
Glow,
Berikut keterangan dr. Nadia Ayu
Mulansari, SpPD, KHOM mengenai 3 jenis kejadian kaanker pada wanita di
Indonesia :
Kanker Payudara
“Kebanyakan pasien kanker datang
pada stadium lanjut, padahal jika kanker dideteksi dini maka tingkat
kesembuhannya akan semakin tinggi. Untuk itu, masyarakat, termasuk generasi milenial perlu mengetahui cara
mendeteksi dini. Misalnya, untuk deteksi dini kanker payudara, bisa melakukan
SADARI (periksa payudara sendiri) serta tes USG
atau tes mammografi, dan kanker leher
rahim dengan tes papsmear.”
Dalam mencegah terjadinya kanker
sejak usia muda adalah dengan pola hidup sehat, tidak makan-makanan yang
diolah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, dan berolah raga secara
teratur.
Ada pun ciri-ciri yang perlu diwaspadai pada payudara adalah jika terdapat benjolan pada bagian dalam payudara (bisa menempel atau tidak), tidak bergerak, keluarnya cairan dari puting payudara, hingga terjadi hal yang tidak biasa pada kulit payudara, seperti ruam, kulit payudara tertarik dan bersisik, baik pada area sekitar payudara atau pada puting.
Shandy Purnamasari
Kanker Serviks
“Kanker serviks diakibatkan oleh
virus human papilloma virus (HPV), di
mana perjalanannya memakan waktu 10 hingga 20 tahun sejak terkena virus melalui
tahapan-tahapan. Dalam kurun waktu tersebut, setiap wanita perlu melakukan
deteksi dini, yang jika diketemukan kelainan maka
pengobatan menjadi mudah dan efektif. Dengan begitu, tidak akan
sampai terjadi kanker serviks. Upaya pencegahan kanker serviks dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan IVA atau PAP Smear dan atau HPV test.”
Kanker Kolorektal
“Skrining kanker kolorektal
dapat menyelamatkan jiwa melalui deteksi dini prakanker., dan kanker
sehingga dapat disembuhkan. Deteksi dini dapat dilakukan dengan pemeriksanaan feses darah samar.
Di penghujung acara webinar,
disampaikan bahwa dari kerjasama Yayasan Kanker Indonesia dengan MS
Glow, terbuka pendaftaran bagi 100 pendaftar pertama untuk melakukan deteksi
dini kanker payudara atau kanker serviks secara
gratis melalui tes USG atau mammografi atau papsmear yang akan dilaksanakan pada bulan Maret 2021 di Klinik
Yayasan Kanker Indonesia Lebak Bulus.
Atas jalinan kerjasama tersebut, Murniati Widodo AS mengapresiasi MS Glow yang
telah memfasilitasi penyuluhan sueputar kanker, dan pemeriksaan gratis bagi
generasi milenial agar menyadari betapa
pentingnya deteksi dini dan pemahaman akan bahaya penyakit kanker.
Terasa, Anda dan banyak dari kita kesulitan membendung dan menghindari godaan kuliner. Terlebih tradisi Lebaran yang diwarnai dengan hidangan lezat. Faktanya, selama perayaan, mayoritas masyarakat bahkan sering mengonsumsi makanan lebih dari tiga kali dalam sehari. Dan, penganan yang dikonsumsi yang kaya akan lemak yang dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi. Berujung, dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan jangka panjang. […]
Berjalannya waktu, dan terkini, salah satu hal yang banyak orang inginkan adalah bagaimana memiliki kebiasaan gaya hidup yang lebih sehat baik secara fisik mau pun psikis dengan cara yang menyenangkan. Meningkatnya kesadaran akan pentingnya hal tersebut, telah memotivasi masyarakat untuk lebih giat berolahraga dan berinvestasi pada kegiatan seperti olahraga online serta offline. Adalah DOOgether, aplikasi […]
Kiranya, malnutrisi bagi penyandang kanker, dapat mempengaruhi efektivitas pengobatan kanker, kekuatan, pemulihan, dan kualitas hidupnya. Hal ini dapat meningkatkan waktu yang dihabiskan di rumah sakit dan risiko terkena infeksi. Bahkan malnutrisi juga berpotensi memperpendek umur. Dalam menyikapi hal tersebut, Yayasan Kanker Indonesia menggelar seminar bertajuk “Peran Nutrisi untuk Pasien dan Penyintas Kanker” pada 27/7/2024 di […]