Didirikan dan hadir di tengah masyarakat Tanah Air, pada 17 April 1977 oleh 17 tokoh masyarakat, Yayasan Kanker Indonesia (YKI), organisasi nirlaba yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan dengan fokus pada penanggulangan kanker, telah berkembang menjadi salah satu organisasi nirlaba terdepan dalam penanggulangan kanker di Indonesia. Yang fokusnya tidak hanya pada pengobatan, tetapi juga […]
World
Earth Day,
yang diperingati pada setiap tanggal 22 April, merupakan hari saat kita
diingatkan tentang pentingnya menyelamatkan Bumi dari ancaman dan resiko yang
ada melalui cara-cara yang menjunjung tinggi nilai lingkungan dan kemanusiaan
untuk generasi saat ini dan yang akan datang.
Salah satu yang mengakibatkan munculnya ancaman
atau resiko adalah bertambahnya populasi penduduk.
Tak terkesampingkan, dampak secara langsung
dari pertumbuhan penduduk antara lain adalah meningkatnya jumlah sampah
termasuk sampah plastik dan keterbatasan lahan untuk pengelolaan sampah. Hal
tersebut banyak ditemui di kota-kota besar di Dunia.
Maka guna mengurangi sampah diperlukan kedua masalah tadi dapat dimitigasi dengan
baik. Salah satunya adalah pengelolaan sampah berbasis kolaborasi yang
berpotensi meningkatkan sirkular Ekonomi,
ujar Yuki M.A Wardhana
Ketua Umum Indonesian Environmental
Scientist Association (IESA) pada
pembukaan Webinar “Limbah Plastik Pendukung Sumberdaya
Ekonomi Sirkular Menuju Indonesia Hijau”.
Menurut Prof.
Made Sudiana Mahendra dari Universitas Udayana, terdapat
tantangan dalam penerapan pengelolaan sampah berbasis kolaborasi. Tantangan
tersebut terutama kesiapan rantai pasok sampah untuk menjadikan sampah sebagai
komoditi untuk membangkitkan sirkular Ekonomi.
Faktor budaya mengelola sampah plastik oleh masyarakat dan memasukkan
pengelolaan sampah dalam rantai pasok produsen dapat menjadi salah satu faktor
utama dalam membangkitkan sirkular Ekonomi dari sampah.
Nurdiana Darus, Head of Corporate Affairs and
Sustainability PT Unilever Indonesia,Tbk., pada acara Webinar, menyampaikan, “Di Unilever, kami percaya bahwa plastik
memiliki tempatnya sendiri dalam Ekonomi, tetapi tidak di lingkungan. Untuk
itu, kami menerapkan komitmen jangka panjang untuk turut berkontribusi dalam
mengatasi permasalahan sampah plastik mulai dari hulu hingga hilir rantai
bisnis kami, termasuk dalam mendorong penerapan Ekonomi sirkular sehingga plastik bisa memiliki manfaat Ekonomi dan tidak
berakhir mencemari lingkungan.”
Nurdiana Darus menambahkan, bahwa kolaborasi adalah kunci penting dalam
kesuksesan penerapan Ekonomi sirkular,
“Dengan semangat #MariBerbagiPeran, kami sangat antusias bisa bergabung dalam webinar ini untuk bertukar ide dan
inisiatif, berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di bidang
permasalahan sampah plastik, dari mulai Pemerintah, akademisi, hingga
masyarakat luas. Hal tersebut sejalan dengan strategi Unilever secara global
yang bertajuk “The Unilever Compass.”
“Pendekatan pengelolaan sampah yang ada saat
ini cukup mendukung. Ada tiga pendekatan, yaitu minim sampah (less waste), pelayanan dan teknologi dan sirkular Ekonomi. Khusus sirkular ekonomi, konsep dasarnya adalah
persoalan sampah dapat diselesaikan dengan menjadikan sampah sebagai sumber
daya serta pertumbuhan Ekonomi dapat tumbuh dengan baik. Konsep sirkular Ekonomi adalah pemikiran paling
ideal karena Indonesia membutuhkan pertumbuhan Ekonomi sebagai Negara yang
sedang menuju Negara maju”, ujar Ari Sugasri, Kasubdit Sampah Spesifik dan Daur Ulang KLHK RI.
“Menjaga Bumi dan memitigasi resiko terhadap Bumi
yang ditimbulkan oleh sampah tidak hanya menjadi kewajiban Pemerintah.
Kolaborasi dengan seluruh pihak menjadi sangat penting. Kolaborasi yang apik
akan menciptakan manfaat Ekonomi dan mewujudkan sirkular Ekonomi sehingga dapat membantu tekanan Ekonomi yang
melanda masyarakat saat ini”, tutup Yuki M.A Wardhana.
Keterangan foto:
Ari Sugasri, SH
Nurdiana Darus
[]Andriza Hamzah
Bahan tulisan & Photo : Alchmey
Communications
Keterangan photo :
Photo 1 : Nurdiana Darus Photo 2 : Ari Sugasri, SH
Jakarta, 10 April 2018 – Saat ini Brabantia berkomitmen untuk turut gerakan menyelematkan planet Bumi dengan menggunakan 40% material daur ulang pada produk terbarunya, yakni NewIcon. Bahkan Brabantia mengklaim bahwa 98% material dan packaging dari NewIcon dapat di daur ulang kembali. Oleh karena kualitas produk dan proses daur ulang yang dilakukan oleh Brabantia sangat baik, produk […]
Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, salah satu brand perawatan kulit terkemuka, NIVEA, tergerak untuk menunjukkan penghargaannya terhadap tenaga medis yang telah berjuang sebagai garda terdepan dalam menangani COVID-19. Wujud dari ungkapan terima kasih dan dukungan untuk Para Tenaga Medis, NIVEA mendonasikan 20.000 produk NIVEA Crème Tin ukuran 150 ml kemasan khusus. Direktur Utama PT. Beiersdorf […]
Konsisten, bahkan aktif memperluaskan produk unggulan terbaik UKM ke tengah masyarkat luas, IKEA Indonesia kembali hadirkan ‘Teras Indonesia’. Merupakan pameran UKM ‘Teras Indonesia’ yang senantiasa menghadirkan ragam kreativitas kerajinan unggulan favorit, menarik dan selalu mengedepankan tema budaya Indonesia. Berlokasi di area pintu masuk toko IKEA Alam Sutera, pameran produk UKM di ‘Teras Indonesia’ yang diselenggarakan […]