Terbilang banyak rumah di Indonesia yang tidak selalu memiliki ruang bermain khusus. Melainkan, ruang keluarga, kamar tidur, bahkan teras sering kali menjadi tempat anak bermain dan bereksplorasi serta keluarga berkumpul. Berangkat dari pengamatan itulah kiranya, dan tak terbantahkan bila IKEA Indonesia lantas menghadirkan berbagai pilihan produk dari koleksi GREJSIMOJS yang dirancang untuk menghadirkan lebih banyak momen bermain […]
Tren gaya hidup flexitarian (pola makan yang menambah porsi makanan berbasis nabati dan mengurangi porsi protein hewani), hingga kepedulian terhadap kelestarian lingkungan juga semakin bertumbuh, khususnya di kalangan young millennials dan Generasi Z yang populasinya diperkirakan akan mendominasi penduduk Dunia, termasuk Indonesia.
Hanya saja, masih
terdapat beberapa barrier yang menyebabkan pertumbuhan marketkuliner berbasis plant-based
belum maksimal, antara lain awareness masyarakat yang masih rendah
terhadap ragam pilihan makanan berbasis nabati
hingga pandangan bahwa hidangan berbasis nabati
cenderung membosankan dan kurang menggugah selera.
Selain itu, masih
terbatasnya aksesibilitas terhadap gerai kuliner yang menyediakan hidangan
berbasis nabati turut berkontribusi
terhadap kondisi ini.
Bertolak
dari sana kiranya, Unilever Food Solutions (UFS)
sebagai unit Business to Business (B2B) dari
Unilever yang secara khusus melayani Hotel dan Restoran resmi
menghadirkan “The Vegetarian Butcher” – inovasi ragam olahan alternatif
daging dari bahan nabati dengan cita rasa dan tekstur yang serupa dengan daging
hewani – di Indonesia.
Joy Tarigan, Managing Director Unilever Food Solutions, di acara konferensi Pers virtual yang berlangsung pada Selasa, 27 April 2021, menyatakan, “UFS melihat adanya tren pergeseran pilihan konsumen menuju ragam makanan berbasis nabati, baik di tingkat global mau pun lokal. Tentunya ini menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus disambut baik oleh para pebisnis kuliner.”
Di acara yang sama, Hamish Daud, sosok selebritas dan pegiat gaya hidup sehat berbagi pendapat, “Selain ingin terus hidup sehat sampai hari tua, pola makan kita juga berpengaruh besar terhadap lingkungan kita. Sekarang saya jadi lebih perhatiin bahan makanan yang saya konsumsi, termasuk beralih ke bahan makanan plant-based yang lebih sustainable.”
Kehadiran program “The Vegetarian Butcher” – inovasi ragam olahan alternatif daging dari bahan nabati dengan cita rasa dan tekstur yang serupa dengan daging hewani – di Indonesia, sangat disambut oleh Rinrin Marinka, Celebrity Chef menanggapi. Tak lepas, chef berparas menawan, ini juga pernah membuka resto dengan olahan dari bahan nabati.
Maka,“Melalui restoran yang
mengusung healhty concept, saya selalu mengedukasi dan meyakinkan
pecinta kuliner bahwa makan sehat itu
bisa tetap enak. ‘The Vegetarian
Butcher’ membuktikan hal tersebut, bahwa kreativitas untuk menghidangkan
makanan berbasis nabati sungguh tak
terbatas dan tidak lantas mengorbankan rasa.
Semoga kehadirannya akan semakin mendorong geliat Industri Bisnis kuliner sehat, dan berdampak positif pada gaya hidup sehat
masyarakat Indonesia.”
Melalui rangkaian acara yang diadakan berkaitan dengan program CBK 2021 persembahan PZ Cussons, Alifa Nisfiyani, Brand Manager Cussons Baby Indonesia menyampaikan bahwa Cussons merancang khusus kegiatan yang dapat menjadi sarana belajar yang tepat bagi orang tua dalam memberikan ruang berimajinasi yang edukatif sekaligus mengabadikan momen kebersamaan keluarga di masa pandemi sesuai dengan kelompok usianya. Pesona […]
Yayasan Kanker Indonesia (YKI), anggota stoma penyandang atau Ostomate, yang tergabung dalam The Indonesian Ostomy Associations – YKI (InOA – YKI) dan Yayasan Wocare Indonesia menghadirkan diskusi “Peningkatan Pengetahuan dan Pemberdayaan Ostomate”. Diskusi yang diadakan dalam rangka hari “Norma N. Gill”, ini sekaligus meluncurkan Stomacare Link, yang merupakan layanan perawatan stoma berbasis online. Kedua acara […]
Banyaknya sampah tekstil yang berakhir di tanah dan tidak dapat diurai, membuat pencemaran lingkungan semakin parah. Tentunya hal ini menggelisahkan. Terlebih, mengutip dari majalah National Geographic, Maret 2020 : The End of The Trash, dari 57% sampah yang ada di Jakarta, sekitar 8,2% nya merupakan limbah tekstil. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, adalah PT. Daur Langkah […]