Hadir dengan chipset Exynos 1680 dan sistem pendingin Vapor Chamber yang ditingkatkan untuk menghadirkan performa stabil saat gaming, scrolling social media, hingga multitasking banyak aplikasi, Samsung Galaxy A57 5G bisa menjadi pilihan dan dalam genggaman. Sudah berapa kali smartphone lag di momen krusial saat gaming, atau scrolling sosial media mendadak patah-patah padahal baru dipakai sebentar […]
Penyakit autoimun merupakan suatu kondisi di mana sistem kekebalan menyerang organ-organ tubuh sendiri. Sebab itu, dan terkait dengan berbagai vaksin COVID-19 di mana aplikasinya harus sesuai dengan kondisi setiap individu dengan peluang Orang Dengan AutoImun (ODAI), untuk mendapatkan vaksin, termasuk vaksin COVID-19, menjadi agak terbatas.
Dari sana, Marisza Cardoba Foundation (MCF), didirikan pada tahun 2012 oleh Marisza Cardoba (ODAI) dan Prod.DR.dr. Aru W. Sudoyo SpPD, KHOM, dalam upaya mewujudkan visi dan misinya, senantiasa membangun kerjasama dengan berbagai pihak strategis seperti akademisi, dunia usaha dan lembaga profesi, komunitas, Pemerintah, serta media, menggelar webinar tentang vaksinasi bagi Orang Dengan AutoImun (ODAI).
Prof. DR. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI, FINASIM, Ketua Dewan Pembina MCF
Dalam webinar awam bertajuk “Keamanan dan Efektivitas Vaksin pada ODAI” yang diselenggarakan pada 21 Agustus 2021, Prof. DR. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI, FINASIM, Ketua Dewan Pembina Marisza Cardoba Foundation (MCF) menyampaikan, “Tidak semua vaksin, termasuk Moderna,Pfizer, AstraZeneca, atau Sinovac, cocok bagi ODAI. Maka setiap ODAI wajib membawa surat keterangan layak vaksinasi dari Dokter yang merawat.”
Surat keterangan tersebut biasanya diberikan setelah dilakukan pemeriksaan intensif oleh Dokter dengan mencantumkan bahwa penyakit autoimunnya terkontrol. Juga tertera rekomendasi jenis vaksin yang paling sesuai mengingat ODAI adalah individu yang rentan.
“Reaksi terhadap satu jenis vaksin yang sama bisa sangat berbeda pada tubuh ODAI satu dengan lainnya, sangat individual. Ada yang tidak mengalami KIPI (Kejadian Ikutan Paska Imunisasi) sama sekali, ada juga yang timbul reaksi berat,” jelas Dr.dr. Stevent Sumantri DAA, SpPD, K-AI mewakili Bidang Publikasi Ilmiah MCF.
dr.Stevent Sumantri memaparkan informasi yang berhasil dihimpun tentang aneka vaksin COVID-19 pada ODAI, “Data jurnal www.nature.com Spanyol menjelaskan, dari 910 ODAI yang menerima vaksin, tidak ditemukan efek samping sedang atau berat pada mereka yang menerima vaksin CoronaVac (Sinovac). Namun kadar antibodi sedikit lebih rendah dari yang non–autoimun. Sedangkan pada mereka yang menerima vaksinModerna, Pfizer, dan AstraZeneca, cukup banyak yang efek sampingnya berat serta terjadi kekambuhan autoimunitas”.
Lebih lanjut dr. Stevent Sumantri menyampaikan, “COVID-19 memberikan resiko infeksi dan kematian lebih tinggi pada ODAI. Vaksinasi COVID-19 memberikan dampak rasa aman dan peningkatan kualitas hidup mereka”.
Ketua Umum MCF, Dr Lilik Sudarwati A. S.Psi, MH dalam keterangannya mengenai Marisza Cardoba Foundation (MCF), adalah organisasi nirlaba yang menjadi mitra Pemerintah untuk mengedukasi pentingnya penerapan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan autoimun dan meningkatkan kualitas kesehatan penyintasnya.
Mengenai MCF sendiri, dengan 3 kegiatan utama yang dilakukan, yakni edukasi, pendampingan dan pemberdayaan, bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA RI) juga secara rutin setiap tahunnya di bulan September menyelenggarakan acara penghargaan bagi ODAI dan pemerhati autoimun inspiratif.
Kian menawan tentu, MCF juga akan segera meluncurkan PASARBAIK.ID yakni suatu akun di platform Instagram yang mempromosikan hasil karya ODAI binaan MCF. “BAIK” berasal dari “Buah Karya Penyintas Autoimun Kreatif”.
MCF berharap melalui PASARBAIK.ID dapat memperbaiki stigma yang melekat pada ODAI sebagai orang yang lemah, menjadi sosok tangguh, kreatif dan inspiratif. Dan diharapkan kelak mereka akan menjadi panutan di kalangan pegiat hidup sehat serta masyarakat berprestasi. MCF juga aktif mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi memberikan dukungan kepada ODAI dengan membeli berbagai produk di PASARBAIK.ID.
Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang sifatnya kronis dan potensial mengganggu tumbuh kembang anak. Pada anak dikenal dua jenis diabetes yang paling banyak dijumpai, yaitu DM tipe-1 dengan jumlah kadar insulin rendahakibat kerusakan sel beta pankreas, dan DM tipe-2 yang disebabkan oleh resistensi insulin, di mana level insulin dalam darah normal. Ada pun faktor utama penyebab DM tipe-1 adalah faktor genetik dan […]
Selain dapat menurukan berat badan ternyata diet rendah kalori dapat membantu meningkatkan fungsi seksual dan libido pada pria. Jakarta, 7 Mei 2018 – Hasil penelitian klinis di Australia menunjukkan fungsi seksual meningkat secara signifikan dan cepat pada pria obesitas dengan diabetes tipe 2 setelah Ia melakukan penurunan berat badan dengan diet rendah kalori. Penelitian ini mengamati […]
Khususnya generasi muda, yang menjalani kegiatan kerja cukup tinggi (overworked), berlebihan konsumsi makan tidak sehat (overeating) dan hidup makin kewalahan (overwhelmed), bukan tidak mungkin bisa terancam terkena penyakit tidak menular. Terlihat juga dari survei yang dilakukan oleh Life Financial Indonesia, menunjukkan masyarakat di Asia termasuk Indonesia, berpotensi masuk dalam kategori ‘Generasi O’, sebagai akibat dari […]