Perubahan ekspektasi ini menunjukkan bahwa masa depan teknologi tidak lagi hanya ditentukan oleh seberapa canggih sebuah perangkat, tetapi juga oleh seberapa baik teknologi mampu memahami kebutuhan penggunanya. “Di Samsung, kami percaya AI seharusnya hadir bukan hanya sebagai inovasi teknologi, tetapi sebagai solusi yang mampu memberikan nilai nyata dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, AI perlu bekerja […]
Ada inisiatif menawan dari Samsung. Yaitu, menjadikan home appliances lebih ramah lingkungan. Inisiatif baru Samsung mencakup inovasi produk yang menyediakan lebih banyak fitur ramah lingkungan hingga kemasan berkelanjutan yang mengurangi limbah.
Dengan langkah-langkah ini, Samsung bertindak melawan masalah lingkungan melalui produk dan layanan inovatif yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Di CES 2022, kami telah memaparkan bagaimana Samsung akan berkontribusi dalam mengatasi beberapa masalah lingkungan dan isu keberlanjutan yang paling mendesak di Dunia,” kata Hyesoon Yang, Executive Vice President & Head of Customer Experience of the Digital Appliances Business, Samsung Electronics.
Tambahnya, “Kolaborasi untuk memerangi polusi mikroplastik; membantu konsumen mengurangi konsumsi energi mereka; mengurangi limbah dengan menggunakan plastik daur ulang; dan mengadopsi kemasan yang ramah lingkungan, merupakan beberapa hal yang sedang kami tangani untuk mengembangkan berbagai solusi nyata untuk masalah lingkungan dan masa depan yang berkelanjutan.”
Samsung akan bekerja sama dengan Patagonia, Perusahaan pakaian Amerika yang terkenal dengan komitmennya terhadap material inovatif yang mengurangi efek buruk pada planet ini. Perusahaan pakaian tersebut terus membantu Samsung dalam berbagai cara, termasuk pengujian produk, berbagi penelitian, dan memfasilitasi pengenalan ke LSM Ocean Wise. Samsung telah meningkatkan produknya dengan fitur ramah lingkungan yang dirancang untuk membantu mengatasi dampak negatif mikroplastik.
Bahaya mikroplastik di lautan
CPO Patagonia, Vincent Stanley, berbagi pemikirannya dalam keynote Samsung tentang pentingnya kolaborasi ini dan arah yang akan diambil, menyebutnya sebagai contoh bagaimana perusahaan dapat “membantu membalikkan arah perubahan iklim dan menyehatkan kembali alam ini.
Selain itu, Bespoke Water Purifier baru-baru ini disertifikasi oleh NSF International di Amerika Serikat berkat kemampuannya menyaring partikel berukuran sekecil 0,5 hingga 1 mikrometer, yang mencakup mikroplastik. Hal ini menjadikan Samsung sebagai salah satu produsen water purifier pertama yang menerima sertifikasi ini.
Untuk berkontribusi pada penggunaan energi yang lebih baik dan untuk mendukung kehidupan yang berkelanjutan, Samsung juga telah bermitra dengan Q CELLS untuk membuat fitur Zero Energy Home Integration baru untuk SmartThings Energy. Fitur ini menyediakan produksi dan penyimpanan data dari panel surya dan sistem penyimpanan energi untuk membantu pengguna membangun swasembada energi.
Samsung juga akan meningkatkan jumlah plastik daur ulang yang digunakan dalam elektronik rumah tangganya. Untuk tujuan ini, Samsung akan memperluas penggunaan plastik daur ulang dari komponen interior peralatannya hingga ke elemen eksterior juga.
Selain itu, juga telah mengembangkan jenis plastik daur ulang baru polypropylene untuk tabung mesin cucinya. Menggunakan polypropylene danpolyethylene tak terpakai dari barang-barang seperti kotak makan siang bekas dan tali masker wajah, Perusahaan telah menciptakan jenis baru resin daur ulang yang lebih tahan terhadap guncangan dari luar.
Penggunaan kemasan ramah lingkungan (eco-packaging) pun hingga ke lebih banyak jajaran produk, termasuk elektronik rumah tangga seperti penyedot debu, microwave oven, air purifier, dan banyak lagi. Diharapkan, memungkinkan konsumen untuk memanfaatkan ulang kardus produk mereka.
Untuk pertama kalinya, Samsung Solve for Tomorrow (SSFT) di Indonesia Program yang diluncurkan oleh Samsung Electronics Indonesia, ini adalah suatu proses pembelajaran dan kompetisi yang unik, sebagai wadah anak muda menuangkan ide mereka menjadi solusi untuk masalah yang dirasakan di bidang pendidikan dan keberlanjutan lingkungan. Ide solusi mereka akan dikompetisikan sekaligus juga dibimbing untuk mengembangkan ide tersebut […]
Popularitas Kecerdasan Buatan (AI) di Indonesia terus membubung. Terlihat juga dari laporan WriterBuddy, Indonesia tercatat masuk jajaran Negara terbesar ketiga di Dunia untuk penggunaan aplikasi AI. Dan selama September 2022 hingga Agustus 2023, pengguna Internet di Indonesia menghasilkan 1,4 miliar kunjungan ke aplikasi AI atau 5,60 persen dari total trafik. Dengan makin tingginya penggunaan AI […]
Tak terelak, pandemi virus Corona telah mengganggu, bahkan menghentikan kegiatan — di antaranya — produksi film, yang membuat bioskop-bioskor ditutup. Namun beriring suksesnya penyelenggaraan festival film paling bergengsi FFI 2020, dianggap sebagai tonggak kebangkitan Industri film Tanah Air. Hal ini jadi pendorong bagi para Produser dan pembuat film untuk tetap dan malah harus semakin kreatif […]