Tak terbantahkan, dalam kehidupan modern yang serba cepat, waktu menjadi aset paling berharga. Dari sebab itu, perangkat rumah tangga kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup yang membantu menyederhanakan rutinitas harian. Salah satunya adalah mesin cuci modern, yang kini hadir dengan teknologi cerdas, desain elegan, dan efisiensi […]
Kehadiran anak merupakan amanah dan anugerah dari Sang Maha Kuasa. Kehidupan pasangan dalam perkawinan akan disempurnakan dengan kehadiran buah hati.
Hal ini jugalah yang dialami pasangan Jacobus Dwihartanto dan Caroline.
Kehidupan perkawinan mereka lengkap dengan kehadiran bayi cantik, yang kemudian dinamai Maria Priscilla Dwihartanto, pada 14 Mei 1997.
Ia lahir setelah orangtua yang menantikannya selama 3 tahun. Priscilla tumbuh sehat dan sangat ceria.
Anak ini tumbuh dalam cinta utuh keluarga, seperti halnya keluarga-keluarga muda lainnya. Priscilla pun menjalani kehidupannya dengan tahapan-tahapan yang membahagiakan, mulai dari masa kanak-kanak, masa di sekolah dasar (SD) sampai dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Priscilla sangat menikmati masa sekolahnya itu. Ia bergaul dengan banyak teman dan bangga dengan sebutan ‘Sanurian’, karena SD hingga SMP dihabiskannya di Santa Ursula yang cukup terkenal di Jakarta.
Ia dikenal sebagai anak berprestasi, baik secara akademis maupun di non-akademis. Guru dan teman-temannya menilai, Priscilla memiliki kedewasaan yang menonjol, dengan kematangan dalam sikap dan pemikiran.
Priscilla merupakan anak periang dan aktif, yang sangat menyukai olahraga, musik dan modern dance. Priscilla juga menaruh perhatian besar pada fashion dan sering ikut berbagai lomba.
Ia tumbuh menjadi anak yang sempurna, yang dibanggakan orangtua, guru dan teman-temannya. Hingga suatu ketika, sebuah berita mengagetkan harus mereka terima.
Pada 2011, Priscilla menerima vonis dokter. Ia dinyatakan menderita kanker otak. Berita itu diterimanya, setelah Priscilla mengalami gangguan kesehatan dan keseimbangan badan yang mulai menurun secara signifikan.
Hari-hari jadi terasa panjang. Sejak vonis itu, Pricilla menerima pengobatan, yang membuat Ayah dan Ibunya pun menanggung penderitaan itu bersama. Selama 17 bulan, Priscilla dan orangtuanya beberapa kali ke Singapura untuk menyembuhkan penyakitnya.
Namun apa daya, Priscilla berpulang kepada Sang Pencipta, setelah melalui perjuangan melelahkan. Duka bagi orangtua, guru, dan teman-temannya.
Ayah Pricilla, tentu mengalami duka akibat kehilangan puterinya itu. Namun ia segera terpanggil untuk mengisahkan ceritanya kepada dunia tentang perjuangan hidup seorang Priscilla.
Masih di tengah rasa tak percaya akibat kehilangan seorang anak, Jacobus Dwihartanto menyelesaikan buku perdananya, ‘Priscilla, My Beautiful Fighter.
“Priscilla, Pejuangku yang Cantik”, begitulah judul bukunya. Kisah tentang anak cantiknya yang berjuang di 17 bulan terakhir hidupnya untuk menaklukkan kanker yang dideritanya.
Atas buku yang ditulis dan diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama, ini Jacobus Dwihartanto mengatakan, “Saya merasa terpanggil dan antusias dapat meluncurkan ‘Priscilla, My Beautiful Fighter’. Tujuannya, untuk menginspirasi para orang tua dalam menghadapi cobaan hidupnya, terutama memiliki sang buah hati yang divonis penyakit menakutkan. Saya ingin berbagi mengenai perjalanan hidup saya sebagai orang tua khususnya Ayah walaupun di hati merasa sakit tetapi harus tetap bangkit untuk keluarganya dan tetap memberi semangat dan tetap harus mengambil alih kepemimpinan. Saya dipercayakan oleh Tuhan untuk memimpin mereka melalui perjalanan yang panjang. Dan saya harus menjalaninya dengan kegembiraan yang masih tersisa untuk dibagikan, kegembiraan yang masih ada di tengah kegetiran, kepahitan dan kedukaan hidup.”
Lebih lanjut Jacobus Dwihartanto mengatakan,”Saya berharap para orang tua dapat mengambil peran penting dalam perjuangan penyembuhan anak-anak mereka. Jangan ada kata menyerah dan semoga buku ini dapat dinikmati oleh para pecinta buku dan semakin memperlengkap khazanah buku Tanah Air”.
Selepas meraih sukses besar pada musim pertama, dengan memecahkan rekor pangsa pasar TV terbaik lebih dari 10 tahun di Perancis, pelantun bersuara indah milik Indonesia, Anggun, kembali bergabung dalam panel juri MASK SINGER untuk musim baru yang seharusnya diluncurkan beberapa waktu yang lalu di Perancis. “Tentu ini merupakan kehormatan besar untuk menjadi juri di program […]
Memilih sebuah laptop memang seharusnya sesuai dengan kebutuhan. Seperti untuk kegiatan kerja, mengolah multimedia, hingga juga untuk bermain games, dan beberapa lainnya. Sangat terlihat, seiring kemajuan teknologi maka penggunaan laptop kian meningkat, dan pasar pun membutuhkan laptop yang dapat menunjang kebutuhan. Tinggal lagi, Anda harus tepat memilih laptop, dan selanjutnya ketika dalam berkegiatan bersisian dengan […]
Seiring himbauan Pemerintah untuk bekerja dan belajar di rumah sebagai langkah untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) saat ini, Smartfren merilis kartu perdana Kartu Perdana 1ON+ (baca : ion plus) sebagai antisipasi dari lonjakan kerja dan belajar. Dipastikan menarik, karena beragam keuntungan dari Kartu Perdana seharga Rp 20 Ribu. Antara lain, dengan membeli dan mengaktifkan […]