Tentu ada pesona tersendiri dari NIF GLOBAL, yang sebelumnya dikenal sebagai INIFD, merupakan global institusi desain yang telah berdiri selama 24 tahun dan memiliki lebih dari 100 kampus di berbagai Negara. Dan kini tercatat, memiliki headquarters di New York, Amerika Serikat, yang berubah nama menjadi NIF GLOBAL (New York Institute of Fashion), serta memperluas bidang […]
31 Oktober 2018 @Galeri Indonesia Kaya, GI – Jakarta
Sukses pementasan teater Bunga Penutup Abad yang digelar pada bulan Agustus 2016 di Jakarta dan bulan Maret 2017 di Bandung yang menembus 2.653 penonton, diikuti tingginya minat masyarakat yang ingin menyaksikan pementasan yang diangkat dari novel karya seniman besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer.
(ki-ka) Wawan Sofwan, Sutradara – Happy Salma, Produser – Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation – Marsha Timothy (Nyai Ontosoroh) – Reza Rahardian (Minke) – Chelsea Islan (Annelies) – Sabia Arifin (May Marais) – Lukman Sardi (Jean Marais).
Melihat hal itu jua lah, mendorong Titimangsa Foundation didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, untuk mengangkat sosok Pramoedya Ananta Toer dalam dimensi yang berbeda melalui sebuah pameran arsip yang telah diadakan pada bulan April 2018 lalu.
Hasil luar biasa kembali diraih. Pameran arsip bertajuk Namaku Pram: Catatan dan Arsip, mampu mendatangkan pengunjung sebanyak 36.000 orang dari berbagai tingkat usia — mulai dari usia senja hingga anak-anak muda milenial. Tak pelak, nama Pram dan kutipan-kutipan tulisannya menjadi sebuah trend dan hype di kalangan generasi milenials.
Dari sana kiranya pementasan teater Bunga Penutup Abad, yang merupakan sebuah pementasan teater yang dialihwahanakan 3 dari novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa yang termasuk dalam seri novel Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer, kembali digelar oleh Titimangsa Foundation didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation.
Tentu, untuk menjawab keinginan masyarakat penikmat pementasan teater — terlebih — karya Pramoedya Ananta Toer. Sekaligus menjawab tingginya permintaan masyarakat khususnya yang belum mendapatkan kesempatan menyaksikan pementasan sebelumnya.
“Tingginya antusiasme masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan ini adalah satu langkah pencapaian yang dapat meyakinkan banyak pihak bahwa seni pertunjukan lokal bisa menjadi tuan rumah di Negerinya sendiri. Semoga Bunga Penutup Abad ini memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.
Renitasari Adrian menambahkan, pementasan ini merupakan hasil kolaborasi yang digali oleh para kreator. Serta, tokoh-tokoh pemeran menghadirkan nama-nama yang telah berprestasi di layar lebar. Tercatat : — kembali menampilkan beberapa pemain sebelumnya — aktor terbaik Indonesia Reza Rahadian sebagai Minke, Lukman Sardi sebagai Jean Marais, Chelsea Islan sebagai Annelies serta pemain cilik berbakat, Sabia Arifin sebagai May Marais.
Dan yang semakin membuat penasaran adalah sosok Nyai Ontosoroh, berawal diperankan oleh Happy Salma, kini diperankan oleh Marsha Timothy.
Pementasan ini juga masih merupakan kolaborasi antara Wawan Sofwan sebagai sutradara dan Happy Salma — Founder Titimangsa Foundation — sebagai produser.
“Saya sangat antusias dan senang, dalam pertunjukan kali ini, terdapat pergantian pemain yang saya rasa akan memberikan kesegaran. Bahwa sebuah peran bukan hanya milik atau diidentikkan pada seorang aktor. Adapun harapan saya, semoga lewat tafsir yang kami sajikan, pertunjukan ini mampu memberi ruang yang baik bagi penonton yang terhormat, karena pada akhirnya penonton pulalah yang menjadi bagian dari pertunjukan ini,” ujar Happy Salma.
Memang, saat putus hubungan dengan seseorang yang telah mengisi kehidupan, wajar rasa sedih mendera, bercampur kecewa melanda. Di tengah itu, tak sedikit yang mengalami kesulitan melepas bayang-bayang kenangan super indah dengan mantan pasangan. Yang bila dibiarkan, besar kemungkinan akan memberi akibat, di antaranya aktvitas terganggu, bahkan kreativitas yang selama ini beroleh nilai baik, pun tersendat. […]
31 Oktober 2018 @Galeri Indonesia Kaya, GI – Jakarta Bunga Penutup Abad berkisah mengenai kehidupan Nyai Ontosoroh dan Minke setelah kepergian Annelies ke Belanda. Nyai Ontosoroh diperankan oleh Marsha Timothy, yang khawatir mengenai keberadaan Annelies Chelase Islan), mengutus seorang pegawainya bernama Robert Jan Dapperste atau Panji Darman, untuk menemani kemana pun Annelies pergi. Kehidupan Annelies […]
12 Januari 2019 @Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia – Jakarta Dalam mengenang kehadiran seorang Penyair besar di Tanah Air tercinta Indonesia, Amir Hamzah, yang turut membangun dan mengembangkan Bahasa Indonesia, Titimangsa Foundation didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation akan menggelar sebuah pementasan teater bertajuk “Nyanyi Sunyi Revolusi”. Pementasan yang akan berlangsung pada 2 dan 3 […]