Didirikan dan hadir di tengah masyarakat Tanah Air, pada 17 April 1977 oleh 17 tokoh masyarakat, Yayasan Kanker Indonesia (YKI), organisasi nirlaba yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan dengan fokus pada penanggulangan kanker, telah berkembang menjadi salah satu organisasi nirlaba terdepan dalam penanggulangan kanker di Indonesia. Yang fokusnya tidak hanya pada pengobatan, tetapi juga […]
Mencintai diri sendiri itu tergolong hal penting agar dapat menikmati hidup yang lebih baik. Bila lebih didalami, mencintai diri adalah penghargaan kepada diri sendiri yang tumbuh dari tindakan yang mendukung pertumbuhan fisik, psikologis dan spiritual.
Cinta diri juga bersifat dinamis dan tumbuh dari tindakan dan pemikiran yang matang karena kita menjadi lebih mudah untuk menerima kelemahan, seperti halnya menerima kelebihan.
Lain dari itu, mencintai diri itu akan membuat kita memiliki rasa empati terhadap diri sendiri dan fokus pada tujuan dan nilai-nilai hidup agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Kiranya kehadiran kampanye ‘LOVE YOURSELF 2020’ yang di usung brand ESSE dan diluncurkan pada Medio Februari 2020, bertempat di Penthouse by the Papilion Kemang – Jakarta Selatan, yang di usung brand ESSE di bawah KT&G Indonesia, juga di apresiasi oleh salah satu Psikolog Elizabeth Santosa, M.Psi, Psi, SFP, ACC.
Ket. Photo : (kiri) Elizabeth T. Santosa, M. PSi, Psi, SFP, ACC (Psikolog)
Elizabeth Santosa mengungkap, untuk menjadi seseorang yang mengsasihi diri sendiri itu tidaklah mudah. Untuk itulah ia senantiasa menekankan bahwa belajar mencintai diri sendiri itu bukan berarti individu memberi asupan bagi kebutuhan ego pribadinya untuk merasa senang.
Karena itu dan menurutnya definisi kata senang dan bahagia adalah dua hal yang berbeda. Elizabeth Santosa pun mengakui bahwa masih banyak salah kaprah kebanyakan masyarakat Indonesia mengenai happiness. Banyak orang mengira arti kata happy adalah ‘rasa senang’ yang sifatnya sementara. Tetapi sebenarnya yang di maksud happy dalam penelitian yang telah ia lakukan di tahun 2016 – 2018 adalah ‘kebahagiaan’ yang sifatnya ‘jangka panjang’, lebih tepatnya damai sejahtera atau well being.
Jadi,“Mencintai diri sendiri berarti dapat menciptakan kepuasan, rasa damai, percaya diri dan kondisi zen pada pikiran dan hati kita. Untuk dapat mencintai diri sendiri, hal pertama yang dapat kita lakukan adalah memahami diri sendiri. Kita sangat mudah menilai orang lain baik perilaku mau pun sifat mereka, tetapi kita jarang mengerti apa yang sebenarnya ada di dalam diri kita”.
Kian menarik apa yang dituturkan oleh Elizabeth Santoso, katanya,”Seseorang dinilai dapat mencintai dirinya dengan baik yaitu dengan melihat perilaku sehari-hari. Apakah bermanfaat bagi dirinya? Apakah bermanfaat untuk orang lain? Kualitas hubungan dengan dirinya sendiri ini dapat di tumbuhkan melalui tingkat kepercayaan diri dan nilai diri yang positif (self-esteem mau pun intrapersonal) serta kualitas hubungan dengan orang lain di sekitarnya (interpersonal). Karenanya saya salut dengan brand ESSE yang mau mengajak masyarakat khususnya generasi muda indonesia yang kerap dilanda krisis kepercayaan untuk mulai mencintai diri mereka sendiri, agar dapat lebih mengenal diri secara lebih baik agar dapat menyebarkan kebaikan kepada sekitarnya”.
[]Andriza Hamzah
Photo : AHa
Keterangan Photo Utama (ki-ka) :
Mr. Park, Marketing Director of KT7G Indonesia – Ms. Elizabeth T. Santosa, M. PSi, Psi, SFP, ACC (Psikolog) – Eka Tangkere, Strategic & Planning Manager of KT&G Indonesia – Nathanel Prawiro, Brand Manager KT&G
Ketika pria melakukan selingkuh, seakan banyak orang mahfum. Namun tidak demikian dengan wanita. Bila wanita pasangan Anda terkena tancap panah asmara dari pria lain, bukannya tanpa sebab. Standar selingkuh — baik yang dilakukan pria atau pun wanita — itu bermacam, begitu menurut psikolog Imaniati Sasongko. Apalagi untuk zaman now. Tapi juga, terlampau dangkal langsung merekatkan […]
Beberapa pendapat mengatakan, bahwa usia memengaruhi gelora seks. Bagaima sebenarnya kehidupan seks usia 20, 30 dam 40 tahun ? Seperti apa perbedaan gairah seks pria (dan wanita) di usia 20, 30, dan 40 tahun ? Menurut Dr. Anita Gunawan dan Dr. Nugroho Setiawan, Androlog dan konsultan seks di Jakarta, sebetulnya tidak ada perbedaannya. Sepanjang gaya […]
Mobilitas yang dinamis di kalangan masyarakat kota-kota besar bisa menjadi salah satu pemicu timbulnya problem infertilitas pada pria. Banyak pria menikah di usia matang yang kemudian kesulitan memiliki keturunan. Apakah hal ini disebabkan karena faktor usia ? Menikah di usia matang atau di atas 35 tahun merupakan hal biasa yang terjadi di Kota besar, termasuk […]