Terbilang banyak rumah di Indonesia yang tidak selalu memiliki ruang bermain khusus. Melainkan, ruang keluarga, kamar tidur, bahkan teras sering kali menjadi tempat anak bermain dan bereksplorasi serta keluarga berkumpul. Berangkat dari pengamatan itulah kiranya, dan tak terbantahkan bila IKEA Indonesia lantas menghadirkan berbagai pilihan produk dari koleksi GREJSIMOJS yang dirancang untuk menghadirkan lebih banyak momen bermain […]
Edukasi gaya hidup bersih secara terus
menerus kepada masyarakat diharapkan akan dapat mencegah semakin meluasnya
perkembangbiakan virus COVID 19. Karena dengan memahami proses penyebaran virus
COVID 19, diharapkan masyarakat dapat melakukan tindakan pencegahan secara
mandiri.
Tim Kesehatan Dompet Dhuafa dr. Yeni Purnamasari mengatakan, upaya edukasi kepada masyarakat, merupakan
salah satu cara untuk mencegah semakin meluasnya paparan virus COVID 19.
“Masyarakat harus paham bahwa penyebaran virus ini bisa melalui dua cara, yaitu droplet yang adalah percikan dahak atau ludah berukuran kecil yang mengandung virus, dan kontak erat dengan pengidap COVID 19,” kata dr. Yeni saat acara Ngariung Online, Jumat, 20 Maret 2020.
“Saat droplet yang bila adalah sel
hidup ini terhirup lalu masuk ke saluran
pernapasan dan akan menemukan inang
untuk berkembang biak.. Tapi jika
menempel pada benda mati, virus ini hanya akan bertahan hidup untuk waktu
tertentu sehingga tidak bisa berkembang
biak,” ujarnya.
Untuk menjaga paparan droplet ini, dr. Yeni menyebutkan ada beberapa cara untuk membuat
virus ini mati. a membunuh virus ini adalah alkohol dengan kadar 70
persen, Chlorin, cahaya
Matahari dan proses perebusan.
Chlorin biasa ditemukan pada cairan pemutih yang biasa dijual secara bebas, selanjutnya diencerkan dengan perbandingan 1 bagian Chlorin dicampur dengan 9 bagian air. Cairan ini nanti bisa digunakan sebagai desinfektansi. Cairan ini juga bisa digunakan pada benda-benda di seputar kita, yang ditenggarai mampu sebagai tempat virus bertahan.
“Ada beberapa lokasi yang sudah sering
disampaikan dalam literatur resmi. Contohnya, pada pegangan pintu. Jika terbuat
dari alumunium, maka virus bisa bertahan 2-8 jam. Kalau terbuat dari besi atau
baja nirkarat, virus bertahan hingga 2-3 hari. Atau jika plastik, maka virus
dinyatakan pada kasus tertentu, bisa bertahan hingga 5 hari,”
urainya.
Jadi, dr. Yenni lebih lanjut menjelaskan, dengan
melakukan penyemprotan atau pengelapan atau pengepelan pada lokasi yang
disebutkan akan bisa menghilangkan virus tersebut. “Untuk benda
yang sering kita pegang, seperti uang atau handphone,
bisa dihilangkan dengan cara mencuci tangan dengan cairan yang mengandung
alkohol 70 persen. Sedangkan untuk pakaian atau alas tempat tidur, bantal dan
guling, bisa dilakukan penjemuran di bawah sinar matahari antara 2-3 jam,”
ujarnya.
“Dan untuk bahan konsumsi, dipastikan
harus dimasak secara benar hingga mendidih,” tandasnya.
dr. Yeni menegaskan bahwa pemahaman akan gaya hidup sehat dan bersih merupakan cara terbaik untuk mencegah penyebaran virus COVID 19 ini.
“Virus tidak bisa masuk ke tubuh jika
kita menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuh hidung, mulut dan mata. Jadi
rajin mencuci tangan itu penting,” tegasnya.
Kepala IGD RS Yarsi dr. Febriyanti Umar, SpEM yang dihubungi terpisah, menyatakan pentingnya mencuci tangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Saat mencuci tangan, cairan sabun harus
diusap dan digosokkan ke seluruh tangan dengan gerakan memutar. Punggung tangan
juga harus terkena. Lalu gosok sela jari tangan, jangan ada yang terlewat. Ujung
jari dibersihkan dengan saling menautkan jari-jari tangan dan bersihkan
area ibu jari dengan cara memutarkan tangan di sekeliling nya. Dan terakhir,
baru kita tempelkan seluruh ujung jari ke telapak tangan dan digosokkan secara
perlahan. Setelah itu baru dibalas dengan air dan dikeringkan,”
paparnya.
dr. Febri menekankan pentingnya masyarakat
memahami tahapan mencuci tangan ini dan menerapkannya dengan baik.
“Tidak usah panik jika tidak ditemukan hand sanitizer. Di rumah pasti ada sabun.
Tinggal lagi rajin saja mencuci tangan, terutama jika baru saja pulang dari
luar rumah,” pungkasnya.
Pada perayaan 80 tahun kehadirannya, IKEA — penyedia rangkaian produk perabot rumah tangga — yang didirikan pada 28 Juli 1943 oleh Ingvar Kamprad di Smaland, Swedia, dan hadir di Indonesia sejak 21 Agustus 1990, melalui IKEA Supply, diiringi dengan meluncurkan koleksi yang terinspirasi dari beberapa desain ikonik yang dihadirkan kembali dalam bentuk kontemporer dan beragam produk solusi penyimpanan barang. […]
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perawatan kulit dan tubuh, kian waktu semakin meningkat. Sejalan dengan fenomena tersebut, Euromedica Group, pelaku bisnis di bidang medical aesthetics secara konsisten menghadirkan all-in-one beauty solution bagi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Jabodetabek. Dengan menggunakan teknologi terkini yang terbukti secara medis, Euromedica Group melalui unit bisnisnya hadir menjawab kebutuhan kaum urban untuk meraih kulit […]
Tentu, jelang pergantian tahun, ragam tawaran menawan hadir di hadapan masyarakat banyak. Yang paling dinanti banyak orang, termasuk Anda, adalah potongan harga yang nilainya memikat untuk pembelian barang-barang ragam kebutuhan. Adalah Perusahaan ritel perlengkapan rumahtangga asal Swedia, IKEA, mengajak masyarakat Indonesia untuk menikmati ajang berhemat terbesar. Bagaimana tidak membuat lidah berdecak, pelanggan dapat berhemat hingga 85% […]