Didirikan dan hadir di tengah masyarakat Tanah Air, pada 17 April 1977 oleh 17 tokoh masyarakat, Yayasan Kanker Indonesia (YKI), organisasi nirlaba yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan dengan fokus pada penanggulangan kanker, telah berkembang menjadi salah satu organisasi nirlaba terdepan dalam penanggulangan kanker di Indonesia. Yang fokusnya tidak hanya pada pengobatan, tetapi juga […]
Edukasi gaya hidup bersih secara terus
menerus kepada masyarakat diharapkan akan dapat mencegah semakin meluasnya
perkembangbiakan virus COVID 19. Karena dengan memahami proses penyebaran virus
COVID 19, diharapkan masyarakat dapat melakukan tindakan pencegahan secara
mandiri.
Tim Kesehatan Dompet Dhuafa dr. Yeni Purnamasari mengatakan, upaya edukasi kepada masyarakat, merupakan
salah satu cara untuk mencegah semakin meluasnya paparan virus COVID 19.
“Masyarakat harus paham bahwa penyebaran virus ini bisa melalui dua cara, yaitu droplet yang adalah percikan dahak atau ludah berukuran kecil yang mengandung virus, dan kontak erat dengan pengidap COVID 19,” kata dr. Yeni saat acara Ngariung Online, Jumat, 20 Maret 2020.
“Saat droplet yang bila adalah sel
hidup ini terhirup lalu masuk ke saluran
pernapasan dan akan menemukan inang
untuk berkembang biak.. Tapi jika
menempel pada benda mati, virus ini hanya akan bertahan hidup untuk waktu
tertentu sehingga tidak bisa berkembang
biak,” ujarnya.
Untuk menjaga paparan droplet ini, dr. Yeni menyebutkan ada beberapa cara untuk membuat
virus ini mati. a membunuh virus ini adalah alkohol dengan kadar 70
persen, Chlorin, cahaya
Matahari dan proses perebusan.
Chlorin biasa ditemukan pada cairan pemutih yang biasa dijual secara bebas, selanjutnya diencerkan dengan perbandingan 1 bagian Chlorin dicampur dengan 9 bagian air. Cairan ini nanti bisa digunakan sebagai desinfektansi. Cairan ini juga bisa digunakan pada benda-benda di seputar kita, yang ditenggarai mampu sebagai tempat virus bertahan.
“Ada beberapa lokasi yang sudah sering
disampaikan dalam literatur resmi. Contohnya, pada pegangan pintu. Jika terbuat
dari alumunium, maka virus bisa bertahan 2-8 jam. Kalau terbuat dari besi atau
baja nirkarat, virus bertahan hingga 2-3 hari. Atau jika plastik, maka virus
dinyatakan pada kasus tertentu, bisa bertahan hingga 5 hari,”
urainya.
Jadi, dr. Yenni lebih lanjut menjelaskan, dengan
melakukan penyemprotan atau pengelapan atau pengepelan pada lokasi yang
disebutkan akan bisa menghilangkan virus tersebut. “Untuk benda
yang sering kita pegang, seperti uang atau handphone,
bisa dihilangkan dengan cara mencuci tangan dengan cairan yang mengandung
alkohol 70 persen. Sedangkan untuk pakaian atau alas tempat tidur, bantal dan
guling, bisa dilakukan penjemuran di bawah sinar matahari antara 2-3 jam,”
ujarnya.
“Dan untuk bahan konsumsi, dipastikan
harus dimasak secara benar hingga mendidih,” tandasnya.
dr. Yeni menegaskan bahwa pemahaman akan gaya hidup sehat dan bersih merupakan cara terbaik untuk mencegah penyebaran virus COVID 19 ini.
“Virus tidak bisa masuk ke tubuh jika
kita menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuh hidung, mulut dan mata. Jadi
rajin mencuci tangan itu penting,” tegasnya.
Kepala IGD RS Yarsi dr. Febriyanti Umar, SpEM yang dihubungi terpisah, menyatakan pentingnya mencuci tangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Saat mencuci tangan, cairan sabun harus
diusap dan digosokkan ke seluruh tangan dengan gerakan memutar. Punggung tangan
juga harus terkena. Lalu gosok sela jari tangan, jangan ada yang terlewat. Ujung
jari dibersihkan dengan saling menautkan jari-jari tangan dan bersihkan
area ibu jari dengan cara memutarkan tangan di sekeliling nya. Dan terakhir,
baru kita tempelkan seluruh ujung jari ke telapak tangan dan digosokkan secara
perlahan. Setelah itu baru dibalas dengan air dan dikeringkan,”
paparnya.
dr. Febri menekankan pentingnya masyarakat
memahami tahapan mencuci tangan ini dan menerapkannya dengan baik.
“Tidak usah panik jika tidak ditemukan hand sanitizer. Di rumah pasti ada sabun.
Tinggal lagi rajin saja mencuci tangan, terutama jika baru saja pulang dari
luar rumah,” pungkasnya.
Dalam memperingati 50 tahun kehadirannya di Indonesia sekaligus merayakan Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember, tahun, ini Zwitsal menandai dengan meluncurkan kampanye #MomenBondingBermakna. Kampanye yang dihadirkan oleh Unilever Indonesia melalui Zwitsa baby care, ini untuk mendampingi para orangtua menciptakan momen-momen kebersamaan yang bermakna bersama anak, yang akan berdampak pada pertumbuhan emosionalnya di masa […]
Tentu menjadi perhatian bersama. Tingginya angka kejadian kanker serviks di Indonesia, hingga menempati urutan kedua kejadian kanker pada wanita di Indonesia dengan kejadian 36.964 kasus baru dan mengakibatkan 20.708 kematian, demikian menurut data GLOBOCAN 2022 yang dirilis oleh The International Agency for Research on Cancer (IARC). Berpijak dari sana, Yayasan Kanker Indonesia, organisasi nirlaba yang bersifat […]
Memasuki bulan September, ada kejutan menawan dari IKEA Indonesia untuk masyarakat, terlebih siapa pun pengguna dan penikmat perabot rumah IKEA – yang dikenal berkualita baik. Tepatnya, masyarakat diundang untuk merayakan rumah sebagai ruang yang penuh makna dan potensi. Selama satu bulan penuh, lebih dari 1.000 produk pilihan akan hadir dengan penawaran istimewa. Bukan sekadar potongan […]