Ruang tamu tetap menjadi area penting dalam rumah, baik untuk menerima tamu mau pun berkumpul bersama keluarga, sehingga penataan yang rapi dan fungsional semakin relevan. Brpijak dari sana, IKEA Indonesia, menjelang akhir tahun 2025, menghadirkan inspirasi penataan ruang tamu yang praktis, nyaman, dan mudah diterapkan di rumah. IKEA membagikan lima tips utama, mulai dari pengaturan area […]
Bagi sebagian besar pasien, diagnosis kanker payudara metastasis HR-positif, HER2-negatif, yang dirasa adalah sangat menegangkan. Dan, dera
yang dirasa adalah sulit jika ditanggung seorang diri.
Tak terelakkan, rasa tidak percaya diri dan
ketakutan akan rasa sakit merupakan hal yang sering dijumpai pada pasien kanker
payudara, yang memang adalah hal yang sangat wajar.
Terlebih, pasien dengan kanker stadium lanjut
seperti kanker payudara metastasis, ini
menjalani pengobatan jangka panjang
untuk dapat mempertahankan kualitas hidup yang baik,
Untuk mewujudkan hal itu, kiranya pasien
kanker payudara juga perlu mendapatkan dukungan perhatian dan psikososial guna
membantu mengatasi tekanan psikologisnya,
dan untuk membantu kesembuhan.
Maka disinilah kehadiran seorang caregiver atau pendamping pasien mampu
membantu pasien mengatasi masalahnya. Di samping — tentu — kehadiran dan
peran keluarga terdekat pasien.
Secara umum, seorang caregiver harus menjadi penyambung, teman curhat, penyedia informasi yang benar, mendorong pasien untuk berkomunikasi dalam komunitas dan mendorong lingkungan untuk memberikan motivasi kepada pasien.
Demikian disampaikan oleh DR. dr. Cosphiadi Irawan, SpPD, KHOM, spesialis
Penyakit Dalam Hematologi & Onkologi Medik Ahli Hematologi dan
Onkologi, dalam talkshow online bertajuk “Caregiving Kanker Payudara” yang
diselenggarkan Pfizer Indonesia, Rabu, 30
September 2020.
DR. dr. Cosphiadi Irawan, SpPD, KHOM, mengatakan, “Aktivitas seorang caregiver
sangat penting sebagai faktor penunjang penyembuhan pasien kanker payudara metastatis selama pelaksanaan
perawatan di rumah untuk melanjutkan terapi yang dianjurkan oleh dokter dan
setelah dirawat di rumah sakit oleh perawat.”
Tambahnya, proses perawatan terhadap pasien kanker payudara biasanya tidak hanya memengaruhi pasien saja tapi juga keluarga.
DR. Dra. Nurlina Subair, MSi,
Kian menawan mengenai apa dan bagaimana serta
apa peran caregiver yang disampaikan Ketua Makassar Cancer Care
Community (MCCC)
DR. Dra. Nurlina Subair, MSi, yang juga penyintas kanker payudara. Katanya,“Caregiving
dapat dilakukan oleh siapa saja dengan memahami cara pelaksanaannya, baik oleh
suami, anak yang sudah dewasa, orang tua, saudara lainnya, teman atau pun
tetangga, sepanjang dipelajari untuk meredakan penderitaan dan meningkatkan
kualitas hidup dari pasien dan keluarganya, serta membantu meningkatkan
kehidupan psikososial dari pasien.
Maka Caregiver
tergolongkan berperan krusial dalam proses pengobatan dan dukungan psikososial bagi pasien kanker payudara metastatis.
“Seorang Caregiver,
bukan bagian keluarga si psaien, namun
juga harus bisa mencari informasi yang
benar dan menjelaskan secara mudah dan gampang dimengerti oleh pasien kanker,
karena tidak semua orang, dalam hal ini pasien atau keluarga mengerti apa itu
kanker. Dan terkadang mereka juga tidak mengerti penjelasan dokter atau mereka
ragu untuk bertanya banyak,” papar Nurlina.
Belum lagi, masih adanya rasa takut di
masyarakat untuk membicarakan masalah kanker yang mereka idap, seakan-akan
penyakit tersebut adalah suatu momok yang
menakutkan.
“Karena itu, saya selalu mengedukasi
pada caregiver untuk berkomunikasi
dan menjelaskan tentang kanker,” ucapnya.
Saat pandemi,
peran caregiver bertambah untuk terus
menyemangati dan menghilangkan rasa takut pasien untuk tetap datang ke rumah
sakit untuk melakukan tahapan perawatan. Misalnya untuk datang kemoterapi.
DR. dra. Nurlina Subair mengajak masyarakat
di sekitar keluarga pasien untuk memberikan dukungan psikososial yang membesarkan hati dan
membantu perjalanan pengobatan melawan kanker payudara metastatis. Siapapun
juga bisa melakukannya.
Peningkatan pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat tentang pentingnya peranan keluarga dan komunitas sebagai caregiver kanker payudara metastatis yang efektif bagi pasien sangatlah penting dan oleh karena itu didukung oleh program ASA DARA Pfizer.
dr. Dyana Suwandy, Pfizer Indonesia Medical Affairs Manager
Pfizer Indonesia Medical Affairs Managerdr.
Dyana Suwandy mengatakan, “Program
ASA DARA dalam salah satu pilar programnya yakni ‘Asuh’ memperhatikan dukungan
atas peran caregiver di masyarakat.
“Pfizer mendukung proses dan upaya menjaga
kualitas hidup pasien kanker payudara mestastatis
tidak hanya dari aspek terapi inovatifnya saja. Kami bekerjasama dengan berbagai komunitas peduli
kanker payudara metastatis dalam
menyediakan dukungan psikososial yang dibutuhkan pasien, menyelenggarakan
program edukasi yang memberdayakan peran caregiver
dalam pengobatan, bertukar informasi, pengetahuan serta memberikan dukungan
nyata bagi peran caregiver di dalam
organisasi penyintas kanker khususnya bagi pasien penderita kanker metastatis
HR positif, HER2 negatif.”
Malnutrisi masih menjadi tantangan besar di kalangan anak-anak Asia Tenggara, demikian sebuah penelitian baru yang dilakukan kepada hampir 14.000 anak, antara usia enam bulan hingga 12 tahun. Penelitian yang menyoroti masalah penting dan dikenal sebagai ‘triple burden’ malnutrisi, terdiri dari : masalah kekurangan gizi, kekurangan zat gizi mikro, dan kelebihan berat badan/obesitas. Ketiga masalah, ini […]
Ada yang berbeda dan berdaya tarik tersendiri, dari gelar acara peresmian Pekan Imunisasi Dunia 2022 yang berlangsung di RS Mandaya, Banten, pada Selasa, 19 april 2022. Tentu menawan. Dihadiri dan memberi sambutan sejumlah Pejabat terkait, di antaranya adalah dr. Anastina Tahjoo, MARS, CEO Mandaya Hospital Group, Tubagus Arie Rukmantara selaku Chief of Java Field Office, […]
Bila penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang menjadi perhatian utama di Indonesia, terihat dari prevalensi tumor atau kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1,4 per seribu penduduk di 2013 menjadi 1,79 per seribu penduduk di 2018. Demikian data Riset Kesehatan Dasar 2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Tentu menjadi kian menjadi perhatian bersama, penderita […]