Betapa berarti dan tertanam baik di hati, IKEA, sarana kebutuhan untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang, yang berpesona, dengan menawarkan rangkaian produk perabot rumah tangga yang fungsional, didesain dengan baik, dengan harga terjangkau. Maka, tepat tanggal 15 Oktober 2026, IKEA Indonesia genap berusia 12 tahun sejak toko pertamanya resmi dibuka di […]
Bagi sebagian besar pasien, diagnosis kanker metastasis HR+/HER2-, sangat menegangkan dan terkadang sulit jika ditanggung sendiri. Pasien memiliki
pilihan pengobatan jangka panjang yang dapat mempertahankan kualitas hidup yang
baik, namun perlu mendapatkan dukungan perhatian dan psikososial guna membantu
mengatasi tekanan psikologis pasien dan untuk membantu kesembuhan pasien
tersebut.
Maka tidak
terkesampingkan Caregiveratau pendamping
pasien memainkan peran yang sangat krusial dalam proses pengobatan pasien
kanker payudara metastatis, karena
menyangkut berbagai aspek mulai dari kondisi fisik, emosional, sosial,
keseharian, hingga aspek keuangan yang dihadapi pasien.[i]
DR. dr. Cosphiadi Irawan, SpPD, KHOM, spesialis Penyakit Dalam
Hematologi & Onkologi Medik, — menamatkan Kedokteran Spesialis Penyakit
Dalam di Universitas Indonesia pada tahun 1995, melanjutkan pendidikan Konsultan Hematologi
Onkologi di Universitas Indonesia (2006) –, di acara talkshow
online bertajuk “Caregiving Kanker
Payudara” yang diselenggarakan Pfizer
Indonesia, di penghujung bulan
September 2020 lalu, menyampaikan bahwa aktvitas seorang Caregiver sangat penting sebagai aktor penunjang penyembuhan pasien
kanker payudara metastis selama
perawatannya di rumah untuk melanjutkan terapi yang dianjurkan oleh Dokter, dan
setelah di rawat di rumah sakit oleh Perawat.
DR. dra. Nurlina Subair, MSI, Ketua Makasar Cancer Care Community (MCCC) — Lulusan S3 Sosiologi Universitas Negeri Makassar, penerima Satya Lencana Karyasatya Pengabdian 20 tahun dari Presiden RI dan most inspiring woman IWAPI — mengatakan, Caregiving dapat dilakukan oleh siapa saja dengan memahami cara pelaksanaannya untuk membantu meningkatkan kehidupan psikososial dari pasien.
DR. dra. Nurlina Subair, MSI, Ketua Makasar Cancer Care Community (MCCC)
Bagaimana
untuk menjadi Caregiver ?
Berikut tips bila Anda ingin menjadi Caregiver yang baik :
Pertama, jadilah jembatan informasi yang baik.
DR. dr. Cosphiadi mengatakan. “Kematangan psikologis dari seorang Caregiver sangat diperlukan, termasuk
kemampuan untuk melakukan update dan
memberikan informasi kepada pasien, dan menyampaikan kondisi penyakit sebenarnya
kepada pasien sebagai orang yang
menjalani dan merasakan efek samping maupun efek pengobatan. Dengan mengetahui rencana dokter, pasien akan
merasa lebih paham dan tenang.”
DR. Dra. Nurlina Subair menambahkan bahwa seorang Caregiver harus menjadi orang
yang paling dipercaya oleh pasien dalam memberikan informasi tentang
kondisinya.
Kedua,
bertindaklah sebagai teman curhat.
Seorang pasien
kanker metastatis menghadapi banyak tantangan terlebih satu tahun
pertama setelah terdiagnosa, termasuk tantangan ekonomi mau pun
psikososial. “Sebagai seorang
teman, bersikaplah sabar dan penuh empati bagi pasien dalam kesehariannya,
sehingga dapat menjadi tempat curhat pasien,” ujar DR. dra. Nurlina Subair.
DR. dr. Cosphiadi
Irawan menambahkan, “Sebaiknya
seorang caregiver tak mudah emosional. Pahami
penyakit dan psikologi pasien, serta berikan semangat dan kemampuan
perawatan dari segi penyakit, proses pengobatan, diagnosis dan sampai saat
terminal selama berada di rumah.”
Ketiga, pilih dan sajikan informasi yang baik dan
benar.
DR. dra. Nurlina Subair mengatakan, “Banyak
informasi beredar yang bisa menyesatkan seperti pengobatan alternatif. Untuk
itu Caregiver harus bersatu padu
dengan keluarga dalam mendukung pasien dengan memfilter informasi dan mensupport pasien. Di sini keluarga
merasakan manfaat dengan kehadiran pendamping.”
Dr. Cosphiadi Irawan juga menekankan bahwa komunikasi antara dokter, perawat dan
dengan Caregiver sangatlah penting agar dapat memahami cara
merawat yang efektif, dan menyampaikan informasi kepada pasien untuk terus
berkonsultasi dengan dokter tentang opsi-opsi perawatan dan terapi inovatif kanker yang tersedia
guna meningkatkan kualitas hidup pasien.
Keempat, dorong pasien untuk bersosialisasi dengan
kelompok support penyintas dan pasien
kanker.
“Caregiver yang merupakan
penyintas kanker yang sudah sehat kembali, sangat ideal untuk memberikan
dukungan terhadap pasien karena punya empati dan telah merasakan atau
menjalankan proses pengobatan, selain itu, pasien juga dapat didukung oleh
psikolog, dan rohaniawan sesuai kepercayaan pasien,” jelas DR. dra. Nurlina
Subair.
Kelima, masyarakat sekeliling juga berperan sebagai Caregiver dengan memberikan semangat dan motivasi kepada pasien
untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
DR. dr. Cosphiadi Irawan menjelaskan, banyak keluarga menanyakan tentang seberapa
besar kemungkinan sembuh bagi seorang pasien kanker payudara metastasis.
Terkait “sembuh,” lebih pada mengontrol pertumbuhan sel tumor, memperpanjang
masa kehidupan dengan meringannya penderitaan
pasien dan meningkatnya kualitas hidupnya.
“Disinilah pentingnya peran Caregiver
dan masyarakat di sekeliling pasien untuk saling mendukung.”
Gaya hidup merupakan salah satu kunci kesehatan seseorang dari paparan penyakit, baik penyakit menular mau pun penyakit tidak menular, seperti kanker ginjal. Walau masih jarang dibicarakan, kanker ginjal dan Renal Cell Carsinoma (RCC) atau Karsinoma sel ginjal merupakan jenis kanker ginjal yang paling umum. Dapat dilihat, kejadian baru kanker ginjal di Indonesia, menurut data GLOBOCAN […]
Sebagai salah satu kota metropolitan tersibuk di Asia Tenggara, Jakarta membutuhkan solusi kesehatan yang mengutamakan kemudahan dan efisiensi waktu. Terkait hal itu kiranya, dan untuk menjawab kebutuhan ini, OMRON Healthcare Indonesia menjalin kemitraan strategis dengan Apotek Alpro, jaringan apotek resep dengan lebih dari 200 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia, terutama wilayah Jabodetabek. Melalui kolaborasi ini, […]
Menyambut Hari Anak Nasional 2024, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) menyelenggarakan seminar edukatif bertajuk tentang pentingnya “Peran Dukungan Suportif pada Anak dengan Kanker” Orangtua, ketika sang buah hati menderita kanker tentu menghadapi serangkaian keadaan yang dapat menyebabkan perubahan besar dalam hidup mereka yang dalam perjalanannya dapat menimbulkan stres. Bagaimana pun, ketika seorang anak menderita kanker, setiap orangtua dan anggota […]