Sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan kepedulian terhadap pemudik Idul Fitri 2025, Kalbe — PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu Perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara — melalui Entrostop dan Promag menggelar Emergency STOOOOOP! dengan membagikan produk kesehatan pencernaan senilai lebih dari Rp 1 miliar di jalur […]
Industri fashion, terbilang, merupakan
salah satu industri terbesar di Dunia. Karena, dari industri, ini tidak hanya berhasil membuka banyak lapangan
kerja dan nilai ekonomi tinggi, tapi juga penyumbang devisa Negara non
migas dari hasil ekspor-nya.
Namun, karena gaya hidup dan tren, industri fashion juga menghasilkan limbah yang
sangat masif dan menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar di Dunia. Tercatat, sepanjang tahun 2019, menurut Fashion Industry Waste Statistic & zerowaste.id, secara global industri mode menyumbang 20% dari limbah airunia
dan 10% emisi karbon Dunia.
Apakah ada solusi akan masalah ini?
Atas dasar kepedulian, ini Yayasan Dian Sastrowardoyo (YDS) dan Magnifique Indonesia menggelar Webinar keempat pada Jumat, 20 November 2020. Acara dengan tema “Mengenal Lebih Dalam Sustainable Fashion“, memiliki tujuan untuk berkontribusi menyebarkan ilmu melalui belajar daring, ditujukan untuk para mahasiswa dan komunitas pecinta fashion mau pun pelaku industri terkait sebagai pesertanya, berupa M-Class.
Dian Sastrowardoyo
Untuk lebih meluaskan penyebarannya di tengah
masyarakat, M-Class dilakukan setiap
bulan dengan menghadirkan para pembicara yang kompeten dan topik yang berbeda.
Dan kali, ini acara yang didukung
oleh Samsung melalui produk smartphoneGalaxy Note 20, menempatkan Dian
Sastrowardoyo, pekerja seni sebagai
moderator, dan Chitra Subyakto, yang
adalah Pendiri dan Drektur kreatif ‘Sejauh Mata Memandang’, sebagai pemateri.
Menariknya acara. Ini selain webinar gratis, M-Class juga memberikan
kuota internet untuk peserta yang mempunyai keterbatasan akses mau pun dana
agar tidak terbebani dalam mengikuti acara.
“Bagi saya
sendiri, dari webinar kali, ini banyak hal baru yang saya pelajari, khususnya tentang gaya hidup kita sehari-hari,
terutama pemakaian pakaian dan fashion yang berdampak besar pada lingkungan,” ujar Dian Sastrowardoyo.
Lanjutnya,“Dengan
mengajak teman-teman mahasiswa dan komunitas untuk ikut acara, ini kita juga ikut menyebarkan informasi penting
dan mengedukasi konsumen untuk lebih sadar akan dampak lingkungan sebagai
konsekuensi pilihan dan gaya hidup kita.”
Chitra Subyakto dari ‘Sejauh Mata Memandang’ (SMM) menambahkan, “SMM adalah pesan cinta kami terhadap Indonesia dan bumi. Kami mencoba lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, memberdayakan masyarakat dan mengangkat kekayaan wastra Indonesia dan mengemasnya ke dalam hidup sehari-hari. Penggunaan bahan daur ulang serta memanfaatkan materi bahan dari pabrik-pabrik tekstil yang tidak terpakai, yang dikenal dengan istilah deadstock adalah salah satu cara agar kita tidak menambah sampah. Kami senang terlibat di kegiatan Webinar seperti ini karena penting sekali masyarakat luas paham dan sadar akan kerusakan alam saat ini dan ikut berperan aktif untuk merawat bumi tempat kita tinggal.”
Arifaldi Dasril, Managing Partner Magnifique.
“Kami berharap
akan lebih banyak lagi kolaborator yang bersinergi bersama kami, baik dalam hal
pengajaran, penyediaan komunitas mau pun sebagai sponsor,” ujar Arifaldi Dasril, Managing Partner Magnifique.
Webinar
kali
ini dihadiri oleh 202 peserta dari berbagai
daerah di Indonesia, dan seperti pelaksanaan M-Class sebelumnya,
penyelenggara Webinar juga memberikan
subsidi kuota internet dan bantuan transportasi kepada sebagian peserta yang
memerlukan, khususnya mahasiswa dan komunitas di wilayah Indonesia Timur yang
kesulitan secara biaya maupun akses ke acara belajar jarak jauh seperti Webinar
ini.
“Saya senang sekali ikut webinar, ini karena mendapat pengetahuan berharga
tentang menjadi bagian dari industri mode yang bertanggung jawab. Kami pun
mendapat kesempatan menunjukan kain tenun Terfo yang terbuat dari serat alam
asli dan ramah lingkungan.” ujar Periskila Ambani, Ketua Komunitas Tenun
Terfo Sarmi – Papua.
Mendukung Program Be Sharp dan merayakan HUT ke-10 Suzuki Music Association Indonesia, Yayasan Emaud Indonesia menggalang konser amal “Thank You for the Music“. Konser musik yang berlangsung di Jakarta International Theatre, JIExpo Kemayoran – Jakarta, pada Minggu 24 November 2019, ini sangat berdaya tarik. Lantunan suara yang membahan di dalam gedung beralngsungnya konser, dipertunjukkan oleh […]
Bulan suci Ramadan adalah momen yang sangat spesial. Untuk mendukung kenyamanan dalam melaksanakan ibadah dengan nyaman, KOHLER, merek peralatan dapur dan kamar mandi terkemuka di Dunia, menyampaikan pemberian hibah enam unit KOHLER Rivlet Cabinet untuk ruang VVIP di Masjid Istiqlal Jakarta. Hibah ini menegaskan komitmen KOHLER untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia […]
Salah satu desainer kenamaan Indonesia, Sebastian Gunawan, digandeng JD.ID, perusahaan e-dagang yang terafiliasi dengan JD.com, sebuah perusahaan internet terbesar ke-3 di dunia, untuk sebuah kolaborasi. Kolaborasi yang resmi diumumkan pada 24 September 2018 lalu, dalam bentuk penjualan resmi untuk brand VOTUM, sebuah koleksi busana siap pakai milik Sebastian Gunawan dan istrinya Cristina Panarese,i yang […]