Selalu memukau dan bertabur pesona, begitu yang melekat pada Jakarta Fair Kemayoran (JFK), yang kembali hadir sebagai salah satu destinasi favorit masyarakat Indonesia untuk menikmati hiburan, berburu promo menarik, dan menemukan berbagai inovasi terbaru dari merek-merek ternama. Kian ’indah’ JFK tahun ini, diwarnai AQUA Elektronik bersama UFO Elektronika yang turut memeriahkan gelaran tahunan terbesar […]
Bagi survivor
kanker payudara, harus kah jadi berhenti berkarya?
Pertanyaan ini terbilang tersimpan mendalam
pada banyak pasien kanker payudara metastatis setelah menjalani
pengobatan dan perawatan. Dengan kondisi
fisik dan psikis yang tidak sama lagi, bahkan setelah dinyatakan sebagai survivor atau penyintas kanker, kekhawatiran kian menerpa.
Beberapa kekhawatiran yang kerap dihadapi oleh survivor
kanker payudara saat harus kembali bekerja adalah terkait tingkat energi,
kemampuan berkonsentrasi atau fokus, kecepatan melakukan pekerjaan dibandingkan
dengan sebelum terkena kanker payudara, memenuhi ekspektasi atasan atau rekan
kerja, atau kekhawatiran bagaimana meminta bantuan dari orang-orang di sekeliling tempat bekerja, dan lain-lain.
Maka persiapan yang perlu diperhatikan oleh
survivor kanker payudara sebelum kembali aktif bekerja dan berkarya, adalah hasil kesehatan fisik,
melakukan program rehabilitasi
fisik tertentu jika diperlukan, dan menyesuakian
gaya hidup baru dengan memerhatikan beberapa hal.
Di antaranya yang adalah : memerhatikan variabel dan jenis resiko pada pekerjaan yang ada untuk disiapkan sebelum memulai bekerja dan mempersiapkan fisik. Juga memerhatikan aspek kesehatan fisik terdiri atas rangkaian pergerakan tangan, kekuatan otot, rasa sakit, limfedema, gangguan kognitif, kesehatan psikis, dan perubahan kegiatan pada kehidupan sehari-hari.
Dr. Walta Gautama, Sp.B(K)Onk
Para survivor
sangat disarankan agar selalu menjaga asupan dengan makan makanan
bergizi, cukup istirahat, olahraga secara teratur dan melakukan kontrol dan
pemeriksaan sesuai dengan jadwal yang ditentukan dokter.
Demikian penjelasan rinci
dari Dr. Walta
Gautama, Sp.B(K)Onk, Ahli Bedah Onkologi, Dalam acara webinar diskusi media bertajuk “Haruskah Survivor Kanker Payudara
Berhenti Berkarya?”, yang diselenggarakan Pfizer
Indonesia,
pada medio Desember 2020.
“Hidup
adalah pilihan, begitu juga untuk survivor
kanker payudara. Yang terpenting adalah bagaimana mengisi hari dengan tujuan
dan prioritas hidup, dan selalu berpikiran positif dan
jangan lupa untuk selalu bahagia,” pesan Dr. Walta Gautama.
Guna mendorong warrior dan survivor kanker payudara untuk selalu bersikap dan berpikir postif, adalah Yayasana Kanker Payudara Indonesia (YKPI), yang dipimpin oleh Linda Agum Gumelar, membentuk wadah yang bertujuan untuk berbagi informasi yang akurat tentang informasi kesehatan, pengalaman para anggota grup selama proses pengobatan, dan juga sebagai wadah memberikan semangat dan motivasi kepada sesama teman-teman penyintas kanker payudara lainnya.
Linda Agum Gumelar
“Walau pun dalam masa
pandemi Covid–19, selalu menerapkan
protokol kesehatan, tetaplah bersahabat dengan situasi sekarang ini dan tetap
semangat dan optimis,” pesan Linda Agum Gumelar.
Dr. Dyana Suwandy, Medical Affairs Manager Pfizer Indonesia
mengatakan, “Pfizer mengambil peran dalam mengurangi beban penyakit kanker
payudara metastasis, dan merupakan
komitmen Pfizer dengan menghadirkan terapi
inovatif khususnya bagi penderita kanker payudara HR positif, HER2
negatif.“
Lebih lanjut dr. Dyana
Suwandy menjelaskan bahwa dengan mengurangi beban
pasien akan menjaga kualitas hidup survivor kanker payudara. Hal ini dilakukan dengan, antara lain,
mengadakan kegiatan bersama organisasi pasien untuk menggaungkan pentingnya survivor
kanker payudara kembali berkarya sebagai bagian dari menjaga kualitas
hidup.
Jadi para survivor
kanker payudara termasuk kelompok yang rentan dalam situasi pandemi saat ini
tetapi bukan berarti harus berhenti berkarya atau berdiam diri.
Cerebral Palsy (CP) atau tuna daksa adalah sekumpulan gangguan yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk bergerak dan menjaga keseimbangan serta postur tubuhnya. CP terjadi oleh perkembangan otak yg abnormal atau adanya kerusakan di otak yang memengaruhi kemampuan penderitanya dalam mengontrol otot. Begitu pun, CP tidaklah dapat dinyatakan sebagai suatu kecacatan. Karena, pada dasarnya, anak dengan Cerebral […]
Indonesian Cancer Information and Support Center Association (CISC) meluncurkan buku berjudul ‘Panduan Navigasi Bagi Pasien Kanker Payudara’. Buku panduan informatif dan praktis ini berisi navigasi yang dibutuhkan oleh pasien kanker, khususnya kanker payudara, dalam perjalanan maupun pengetahuan kontinum perawatan kanker di Indonesia. Ketua Umum CISC, Aryanthi Baramuli Putri , SH.,MH, di acara peluncuran buku “Panduan […]
Cakupan imunisasi di Indonesia sejak pandemi COVID-19 menurun drastis, yang bila dibiarkan berkelanjutan memungkinkan terjadinya wabah penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan imunisasi. Maka bertolak dari sanalah, dan bertepatan dengan Pekan Imunisasi Dunia, Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama Satgas Imunisasi mengadakan seminar media untuk meningkatkan kesadaran dari berbagai pihak agar imunisasi lengkap […]