Sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan kepedulian terhadap pemudik Idul Fitri 2025, Kalbe — PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu Perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara — melalui Entrostop dan Promag menggelar Emergency STOOOOOP! dengan membagikan produk kesehatan pencernaan senilai lebih dari Rp 1 miliar di jalur […]
Total kunjungan wisatawan di Indonesia mau pun perjalanan pelanggan, — baik jarak dekat terlebih menjelajahi destinasi lokal baru dan perjalanan ke luar Negeri — di masa Pandemi Covid, menurun tajam. Berujung, membawa perubahan, yang tak pelak memberi pengaruh pada kondisi perekonomian.
Dari sana, masyarakat pun kini lebih memprioritaskan cara, tujuan dan aktivitas saat traveling berdasarkan tawaran yang dimiliki hotel atau akomodasi. Tentu, penawaran, ini menjadi bahan pertimbangan penting para pelanggan dalam memilih hotel, selain tentu sisi harga.
Demikian menurut survei bertajuk ‘Travel in 2021’ yang dilakukan platform perjalanan digital Agoda, aplikasi mobile bermarkas di Singapura yang telah hadir sejak tahun 2005, dan beroperasi diseluruh Dunia, yang berdedikasi memanfaatkan teknologi terbaik di kelasnya untuk memudahkan perjalanan.
Dari survei Agoda, mengungkapkan lima cara teratas bagaimana orang melakukan perjalanan saat, ini yakni dengan melakukan perjalanan jarak dekat, menjelajahi destinasi lokal baru, mencari pengalaman sebagai bagian dari akomodasi, menggunakan agen perjalanan online (OTA) seperti Agoda untuk mencari penawaran perjalanan, serta memilih akomodasi sebagai destinasi itu sendiri, bukan sekadar tempat untuk tidur.
Melihat fakta, Indonesia (29%) berada di urutan ketiga untuk wisatawan yang paling mungkin menggunakan agen perjalanan online seperti Agoda.com untuk mencari penawaran perjalanan, di atas rata-rata global (27%). Dan, orang Indonesia paling kecil kemungkinannya untuk membelanjakan uang berlebih pada akomodasi (7%), dibandingkan global (16%). Berbeda dengan Taiwan, diikuti Malaysia dan Thailand sebagai wisatawan yang memiliki kemungkinan terbesar.
Di kawasan regional, 16% responden bersedia membelanjakan uang secara berlebih untuk akomodasi. Namun, wisatawan Indonesia paling kecil kemungkinan untuk melakukannya, dengan angka 7%.
Gede Gunawan
“Kami lihat saat, ini tanpa perjalanan Internasional, ribuan hotel di dalam Negeri mencoba menangkap keinginan pelanggan dan menciptakan pemasukan dari berkurangnya peserta perjalanan. Sementara beberapa wisatawan mungkin tahu dengan jelas penawaran yang mereka inginkan dan di mana mendapatkannya. Dari sinilah, untuk membantu bisnis perhotelan dalam meningkatkan okupansi dan pemasukan, beriring menangkap keinginan perjalanan yang terpendam, ini Agoda meluncurkan Agoda Special Offer,” jelas Gede Gunawan, Senior Country Director, Indonesia, Agoda, di acara virtual media briefing yang berlangsung pada Selasa, 7 September 2021.
Di acara yang dipandu oleh Epie, Gede Gunawan melanjutkan keterangannya,”Keahlian teknologi dan pemasaran Agoda dapat menempatkan hotel di hadapan konsumen dengan cara yang jauh lebih efisien daripada yang dapat dilakukan sendiri oleh sebagian besar hotel pada skala seperti itu, karena biaya, kurangnya waktu, atau kesadaran merek yang terbatas. Pada saat yang sama, wisatawan menikmati kemudahan dengan membandingkan penawaran terbaik untuk F&B, spa, upgrade, dan sejenisnya, dalam satu platform yang mudah digunakan.”
Menawan tentunya, hotel yang berpartisipasi juga akan mendapatkan keuntungan dari jangkauan dan wawasan Agoda yang luas tentang wisatawan lokal dan global, serta teknologi dan strategi pemasarannya yang kuat untuk mendorong eksposur dan konversi yang lebih tinggi dari tamu yang mencari penawaran tersebut.
“Banyak partner hotel di Indonesia dan seluruh Dunia juga memiliki restoran dan dapur, spa, dan fasilitas kesehatan yang saat, ini belum dimaksimalkan. Ini adalah win-win solution bagi pelanggan dan hotel, karena konsumen mendapatkan diskon besar untuk makanan atau spa dengan menginap semalam, sementara hotel dapat meningkatkan utilitas fasilitas dan menggunakan inventaris kamar saat malam. Agoda berkomitmen untuk melakukan segala yang kami bisa untuk membantu pelaku bisnis perhotelan memanfaatkan apa pun permintaan perjalanan yang ada,” kata Gede Gunawan.
Lima tahun lalu. Tepatnya pada Mei 2017, dua layanan kesehatan di Jakarta menjadi korban serangan siber ransomware WannaCry, yang menargetkan data-data rumah sakit yang bersifat rahasia dan pribadi, dari data transaksi hingga rekam medis pasien. Selain itu, beberapa waktu lalu masyarakat Indonesia sempat dihebohkan dengan isu kebocoran data pribadi yang terjadi di beberapa platform digital. […]
Merayakan hari jadinya yang ke-88, pada 5 Desember 2021, PT Unilever Indonesia, Tbk. menandai perjalanan panjangnya dengan secara konsisten selalu mendampingi masyarakat Indonesia, berbagi kebaikan dalam setiap tantangan dan momen penting yang dihadapi oleh bangsa. Percaya bahwa masa depan yang berkelanjutan merupakan tanggung jawab bersama, Unilever Indonesia juga selalu melibatkan partisipasi aktif masyarakat di seluruh […]
Layanan Drive Thru McDonald’s tentu sudah begitu lekat dengan konsumen yang merupakan penikmat penganan restoran McDonald’s yang tersebar sebanyak 245 di seluruh Indonesia. Layanan Drive Thru yang merupakan salah satu fasilitas di restoran McDonald’s, ini memungkinkan konsumen untuk membeli produk McDonald’s tanpa perlu meninggalkan kendaraannya. Meski hingga hari, ini tak sedikit datang pertanyaan dari konsumen […]