Tentu ada pesona tersendiri dari NIF GLOBAL, yang sebelumnya dikenal sebagai INIFD, merupakan global institusi desain yang telah berdiri selama 24 tahun dan memiliki lebih dari 100 kampus di berbagai Negara. Dan kini tercatat, memiliki headquarters di New York, Amerika Serikat, yang berubah nama menjadi NIF GLOBAL (New York Institute of Fashion), serta memperluas bidang […]
Tiada lepas dari dan dalam pemberdayaan penyintas kanker di Indonesia, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) — organisasi nirlaba yang bersifat sosial dan kemanusiaan di bidang kesehatan — kembali, menorehkan keindahan. Dengan resmi meluncurkan Kartu Tanda Anggota KAMPIUN — Kami Penyintas Unggul YKI — sebuah inisiatif Nasional yang menandai babak baru dalam pemberdayaan penyintas kanker di Indonesia.
Kartu ini bukan sekadar identitas, melainkan simbol ketangguhan, solidaritas, dan harapan baru bagi ribuan penyintas yang terus melangkah maju. Kiranya, tiada lepas dari, di tengah lonjakan kasus kanker Nasional yang mencapai lebih dari 408.000 kasus baru dan 242.000 kematian menurut GLOBOCAN 2022, YKI menegaskan bahwa perjuangan melawan kanker tidak berhenti di ruang perawatan. KAMPIUN hadir sebagai wadah komunitas yang mengangkat penyintas sebagai agen perubahan — tangguh, berdaya, dan bermartabat.
Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo
Ketua Umum YKI, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, mengatakan, “Penyintas bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal kontribusi. Dan, Kartu Tanda Anggota KAMPIUN bukan hanya simbol, tapi alat strategis untuk memperluas akses, memperkuat identitas, dan mendorong kolaborasi lintas sektor.”
Strategi Pengendalian Kanker Berbasis Komunitas
KTA KAMPIUN dirancang sebagai identitas resmi penyintas kanker YKI yang membuka akses ke layanan kesehatan, edukasi komunitas, gaya hidup inklusif, dan program pemberdayaan ekonomi. Dengan struktur berbasis provinsi, jenis kanker, dan nomor anggota, KTA ini memudahkan segmentasi program dan pengelolaan data secara Nasional—mendukung strategi pengendalian kanker berbasis komunitas yang inklusif dan berkelanjutan.
“KAMPIUN bukan sekadar komunitas, tapi keluarga yang saling menguatkan. KTA ini adalah bukti bahwa penyintas tidak sendiri,” ujar Murniati Widodo AS, Wakil Ketua Umum II YKI Bidang Sosial dan Masyarakat.
Murniati Widodo AS menambahkan, “KTA KAMPIUN bukan hanya kartu, tapi jembatan menuju kehidupan yang lebih berkualitas. Dengan manfaat nyata seperti diskon layanan deteksi dini, akses pelatihan keterampilan, hingga peluang ekonomi, kartu ini membantu penyintas melangkah lebih percaya diri, lebih mandiri, dan lebih terhubung dengan komunitas yang peduli.”
Kartu KAMPIUN memiliki sistem penomoran yang memudahkan identifikasi dan pengelolaan data dengan kode provinsi sesuai kode Badan Pusat Statistik (BPS), kode jenis kanker (sesuai urutan GLOBOCAN untuk Indonesia) dan nomor urut anggota. “Dengan sistem ini, akan membantu pendataan secara demografis,” terang Ibu Murniati Widodo.
Dalam sesi edukatif bertajuk “Pemulihan Holistik: Merawat Diri, Menyemai Semangat”, dr. Siti Annisa Nuhonni, Sp.KFR menekankan pentingnya perawatan diri sebagai bagian dari pemulihan mental dan fisik. Ia mengajak penyintas untuk memulihkan citra diri dan semangat hidup melalui rutinitas yang adaptif dan dukungan sosial yang berkelanjutan.
(KiKa) : Budi Pudio (perwakilan pendiri YKI), Rina Wirahadikusumah, Murniati Widodo, Prof. DR. dr. Aru W. Sudoyo, SpPD-KHOM, Dr. Nana -Dinas Kesehatan DKI, dr. Siti Annisa Nuhonni, Sp.KFR (K)
“Perawatan diri adalah bentuk cinta diri yang paling sederhana namun bermakna. Lewat rutinitas yang menyenangkan dan dukungan komunitas, penyintas bisa memulihkan kendali atas hidupnya dan merasa tidak sendirian dalam prosesnya,” jelas dr. Siti Annisa Nuhonni, Sp.KFR.
YKI mengajak seluruh pemangku kepentingan termasuk Pemerintah Pusat mau pun Daerah, fasilitas dan penunjang kesehatan, komunitas, hingga pelaku usaha untuk bergabung dalam ekosistem KAMPIUN. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas manfaat KTA, memperkuat sistem rujukan komunitas, dan membangun ruang pemulihan yang inklusif, bermartabat, dan berkelanjutan.
“Mari bersatu mendukung penyintas kanker. Bersama, kita bangun Indonesia yang lebih tangguh, peduli, dan berdaya,” tutup Murniati Widodo AS.
Fakta bahwa Indonesia masih memiliki beban penyakit TBC tertinggi kedua di Dunia, dan diperkirakan 845.000 orang di Indonesia jatuh sakit akibat Mycobacterium tuberculosis, namun hanya 67% atau 568.987 kasus TBC yang ternotifikasi ke Kementerian Kesehatan pada tahun 2019. Dalam rangka menurunkan jumlah kasus dan menekan penularan penyakit TBC dan TBC RO di Indonesia, Kementerian Kesehatan […]
Jakarta, 6 Maret 2018 – Pada Limfoma Hodgkin, kombinasi kemoterapi awal dapat memberikan respon yang bertahan lama. Namun demikian, petugas kesehatan di Indonesia menyatakan sebanyak 20 persen dari pasien akan mengalami relaps (atau kambuhnya penyakit limfoma) atau refrakter (tidak memberikan respon) terhadap pengobatan awal. “Prognosis pasien dengan kondisi relaps dan refrakter biasanya lebih buruk […]
Bagi kaum Hawa, kosmetik merupakan bagian dan kebutuhan dari lifestyle. Beriring kian waktu, ragam produk kosmetik dengan masing-masing faedah hadir di hadapan. Tinggal lagi, Stylishion memilih produk kosmetik yang sudah tentu — selain — mempertimbangkan segi kecantikan juga sekaligus kesehatan. Menarik untuk ditengok dan menjadikan pilihan Marcks’ dan Venus, 2 produk dari label kosmetik PT […]