Terbilang banyak yang masih memandang golf sebagai olahraga eksklusif yang ribet dan mahal. Karena, di label “rich man’s sport” butuh tas, strik, sepatu khusus, serta antrean biaya untuk keanggotaan atau sewa lapangan. Padahal, layaknya olahraga santai populer lainnya seperti biliar atau bowling, yang di akhir pekan atau sore bisa dijadikan hiburan ringan dengan biaya relatif […]
Kiranya, kesehatan jiwa merupakan problematika di Indonesia, dari melihat tingkat depresi dan kecemasan yang tergolong tinggi. Beriring dengan stigma dan literasi kesehatan mental yang rendah, membuat guru, orang tua, tokoh agama, menghadapi dan memiliki kendala dalam menanganinya.
Dengan pertimbangan kondisi tersebut, adalah Dr. Sandersan (Sandy) Onie, ahli dan peneliti kesehatan, serta pencegahan bunuh diri, — pendiri Emotional Health for All, yang saat ini berkantor di Black Dog Institute, UNSW Sydney, Australia — menghadirkan buku berjudul ‘Panduan Pertolongan Pertama Kesehatan Jiwa Indonesia’.
Buku pegangan yang diterbitkan oleh KOMPAS Gramedia. secara resmi diluncurkan, tepatnya, Sabtu, 06 November 2021, ini memaparkan sepuluh langkah terbaik yang dapat dilakukan terhadap mereka yang sedang berada dalam situasi sulit, kemudian dilanjutkan dengan apa yang dapat dilakukan untuk membantu seseorang yang sedang mengalami situasi sulit, dan cara menangani individu yang ingin bunuh diri.
Dr. Sanderson Onie
Dr. Sandy Onie dalam acara peluncuran buku mengatakan,” “Seringkali, kita memiliki anak, teman, keluarga, atau seseorang yang kita temui bertingkah aneh atau mengalami masa sulit, dan kita tidak tahu harus berbuat atau berkata apa. Buku ini membantu kita memahami bagaimana menangani situasi ini, apa yang harus dilakukan dan dikatakan, serta apa yang tidak boleh dilakukan dan diucapkan.”
Lebih lanjut, Dr. Sandy Onie mengungkapkan bahwa buku ini ditulis berdasarkan temuan terbaru dan masukan dari para ahli, baik dari dalam Negeri mau pun luar Indonesia, dan bertujuan untuk membekali setiap orang di Indonesia dengan pengetahuan dasar mengenai kesehatan mental dan semangat saling membantu dalam masa-masa sulit dan penuh tantangan.
Buku berisi pedoman singkat mengenai depresi, kecemasan, mau pun beberapa kondisi stres kronis dan cerita dari mereka yang pernah mengalaminya. Dan dalam buku, ini memaparkan sepuluh langkah terbaik yang dapat dilakukan terhadap mereka yang sedang berada dalam situasi sulit, kemudian dilanjutkan dengan apa yang dapat dilakukan untuk membantu seseorang yang sedang mengalami situasi sulit, dan cara menangani individu yang ingin bunuh diri.
DR. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si.,Psikolog Ketua Umum Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia di acara peluncuran buku yang dipandu Pratiwi Astar (YKI), dihadiri Tedja Widjaja dan Linda Lesmana, pendiri Sekolah Lentera Kasih, serta Sidney Mohede, Penulis lagu dan Musisi,
menyambut baik dan mendukung peluncuran buku ‘Panduan Pertolongan Pertama Kesehatan Jiwa Indonesia’.
“Buku, ini menjadi penting karena bisa berperan sebagai salah satu cara untuk membantu; yang sangat praktis, untuk memberikan pemahaman ilmiah secara sederhana dan praktis sehingga mudah dipahami; pada masyarakat tentang masalah kesehatan jiwa, khususnya tentang kecemasan, stres dan depresi serta bagaimana penanggulangannya,” ujar DR Gamayanti.
Lanjutnya,”Buku saku, ini menyampaikan tentang pentingnya dukungan dari lingkungan terdekat dalam mengatasi gangguan kesehatan mental; dan upaya-upaya yang bisa dilakukan bagi diri sendiri atau upaya menolong orang lain, dengan teknik dan tips, atau berkaca dari pengalaman orang lain dalam menghadapi rintangan atau permasalahan hidup. Cara yang disampaikan antara lain dengan sikap peduli, empati, keberanian untuk berbicara, dan mengembangkan kekuatan diri melalui berpikir dan mengaktivasi perilaku positif.
Tedja Widjaja, pendiri Sekolah Lentera Kasih, mengatakan, “Sekolah mempunyai peran dalam membangun dan memperkuat kesehatan mental bagi anak didik, termasuk dalam perjalanan pendidikan anak, membangun ketahanan dan keterampilan terhadap kesulitan, mengembangkan faktor pelindung, serta keterampilan dan kepercayaan diri untuk intervensi dini terhadap masalah kesehatan mental yang dihadapi dirinya maupun lingkungannya. Dan buku ‘Panduan Pertolongan Pertama Kesehatan Jiwa Indonesia’, ini sangat praktis untuk kami bagi dengan para Pendidik di sekolah.”
Linda Lesmana, juga pendiri Sekolah Lentera Kasih, mengatakan, “Tidak sedikit orang tua murid di sekolah yang juga menyampaikan masalah kesehatan mental anak, lingkungan dan keluarga di rumah yang berdampak pada prestasi anak. Tips-tips pertolongan pertama dalam menangani masalah kesehatan mental yang disajikan dalam buku panduan, ini dapat membantu orang tua, lingkungan dan murid dalam mengatasi permasalahan kesehatan mental, dan diharapkan dapat mendorong prestasi dan ketahanan diri baik di sekolah mau pun di lingkungan luar.”
Begitu pun, Dr. Sandy Onie mengingatkan bahwa buku pegangan, ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan terapi dan penanganan profesional yang tepat. Peran Psikiater dan konselor profesional tidak dapat digantikan.
“Dukungan sosial yang baik dan kepedulian orang-orang yang mengasihi kita tidak kalah pentingnya dengan bantuan tenaga profesional. Tugas kita adalah menyediakan tempat yang aman dan nyaman bagi mereka dalam memproses perasaan dan pengalaman yang sedang dialami, serta menunjukkan kepedulian sebaik mungkin. Oleh karena itu, mari kita mulai. Saya berharap, setelah membaca buku ini, para pembaca memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menolong orang-orang yang disayangi”, ungkap Dr. Sandy Onie.
Buku ‘Panduan Pertolongan Pertama Kesehatan Jiwa Indonesia’ telah tersedia untuk masyarakat umum dan tenaga profesional, dan dapat dimiliki dengan cara melakukan pembelian online di Gerai Kompas.id mulai tanggal 6-8 November 2021 untuk memperoleh diskon khusus sebesar 20% dan di toko Gramedia mulai tanggal 3 November 2021.
Dr. Sandersan (Sandy) Onie adalah ahli kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri yang saat ini berkantor di Black Dog Institute, UNSW Sydney, Australia. Sandy merupakan pendiri Emotional Health for All, sebuah yayasan pencegahan bunuh diri di Indonesia. Sandy memimpin proyek penelitian secara global, dengan proyek nasionalnya berupa “Strategi Pencegahan Bunuh Diri” yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan serta Organisasi Kesehatan Dunia. Sandy juga mengembangkan modul pencegahan bunuh diri untuk hotline darurat dan kini ia menulis buku panduan pertolongan pertama kesehatan mental Indonesia. Sebagai pembicara, ia telah memberikan seminar untuk beberapa perusahaan besar termasuk BCA, Lazada, Blibli, dan Google Indonesia. Selanjutnya, ia bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan pemerintah di seluruh Asia Tenggara untuk memastikan kita memiliki ilmu pengetahuan dalam menginformasikan kebijakan dan intervensi untuk mengatasi tantangan regional. Karyanya dikenal luas, dibaca sebagai bagian dari program psikologi Harvard, dan telah menerbitkan makalah penulis tunggal di Nature serta diliput berbagai media, termasuk Majalah Forbes, ABC, dan Kompas.
Untuk mendapatkan buku ‘Panduan Pertolongan Pertama Kesehatan Jiwa Indonesia’, masyarakat dapat mengunjungi Gerai Kompas.id di situs: Gerai Kompas:
Tak terelak. Tentu menyita perhatian mengenai kanker paru yang melanda di Indonesia. Berdasarkan data Globocan 2020, kanker paru menduduki peringkat ke-3 dari seluruh kanker dengan mortalitas tertinggi di Indonesia. Dan berdasarkan prevalensi global dari American Lung Cancer Association terdapat sekitar 500 ribu orang yang hidup dengan kanker paru-paru di Indonesia. Berpijak dari sanalah juga, dan dalam memperingati Hari […]
Rexona produksi PT Unilever Indonesia Tbk. membawa pria Indonesia lebih dekat dengan mimpinya. Seperti yang juga disampaikan oleh Anggya Kumala, Senior Brand Manager Rexona Deodorant PT Unilever Indonesia Tbk., di acara Rexona Ajak Pria Indonesia Aktif Bergerak Wujudkan Mimpi Lewat “Manchester City Trophy Tour 2019”, bertempat di Hallf Patiunus – Jakarta Selatan, pada 17 Oktober […]
Kiranya, prevalensi anak berperawakan pendek di Indonesia tergolong masih tinggi. Maka urgensi untuk memperluas akses gizi seimbang dan ketahanan pangan. Terkait, catatan dari penelitian terbaru South East Asian Nutrition Surveys kedua (SEANUTS II) mendapati prevalensi anak stunted dan anemia, khususnya di antara anak-anak usia di bawah 5 tahun di Indonesia, tertera masih tinggi. Bahkan, sebagian […]