Sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan kepedulian terhadap pemudik Idul Fitri 2025, Kalbe — PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) berdiri sejak tahun 1966 dan merupakan salah satu Perusahaan farmasi terbuka terbesar di Asia Tenggara — melalui Entrostop dan Promag menggelar Emergency STOOOOOP! dengan membagikan produk kesehatan pencernaan senilai lebih dari Rp 1 miliar di jalur […]
Panjang sudah perjalanan karier Sapto Djojokartiko sebagai Perancang busana. Bila namanya menggores di Dunia fesyen Tanah Air, sepuuh tahun berkarya, menghadirkan berbagai karya indah yang berhasil mencuri hingga digemari fashionista.
Keberhasilan yang diraih kiranya tak membuat Sapto Djojokartiko sarat melangkah. Bahkan dalam dirinya tertanam misi untuk terus berkembang dan berkarya menghasilkan desain-desain yang klasik, elegan dan juga sarat akan visual yang identik dengan estetika yang telah dibangunnya selama ini. Seiring dengan banyaknya evolusi yang terjadi di Dunia fesyen Tanah Air.
Berbicara mengenai inspirasi, Sapto Djojokartiko memulai kariernya dengan misi untuk mengembangkan motif-motif Nusantara dan juga Negara-Negara Asia dengan sentuhan modern yang di kemudian hari berkembang menjadi sebuah gaya yang identik dengan karya-karya besar sang desainer.
Beberapa motif yang lahir dari proses berkembangnya sang desainer cukup dikenal dengan sebutan Saptojo Candi, Saptojo Melati Sangkar, Saptojo Penara, Saptojo Penara Yayi dan Saptojo Chinoiserie.
Seiring dengan berjalannya waktu dan juga potensi berkembangnya brand Sapto Djojokartiko kedepannya, sang desainer berupaya untuk mencatatkan motif-motif karyanya agar mendapatkan Perlindungan terhadap Kekayaan Intelektual (KI), dalam bentuk perlindungan Hak Cipta. Hal ini ditempuh sebagai bagian dari tanggung jawab Sapto Djojokartiko kepada pengrajin, karyawan yang bekerja untuknya dan juga untuk pelanggan yang sudah mengapresiasi karya-karyanya selama ini.
Di acara temu media bertajuk #SAPTOPATTERN, berlangsung di Fairmont Holel, Jakarta Selatan, pada 22 Desember 2021, Sapto Djojokartiko menjelaskan, “Kian waktu, brand kami semakin dikenali dari sisi estetika dan juga visual. Apa yang telah dihasilkan, tidaklah terjadi dalam satu malam. Adanya proses mendesain, dan saya banyak bekerja dengan pengrajin dan juga penjahit dan desainer in house kami yang kerap berinovasi untuk mewujudkan visi kami bersama. Semua kami lakukan bersama dalam mengembangkan brand ini.”
”Di sisi lain, ada pelanggan setia kami yang selalu datang mengapresiasi hasil kerja keras kami, membeli dan juga membagikan foto-foto mereka mengenakan busana yang kami desain. Hal tersebut tentunya sangat membanggakan bagi kami karena apresiasi yang tulus dan dukungan yang selalu kami dapatkan terus memotivasi kami agar menghasilkan karya-karya yang lebih baik lagi dari hati,” tambah Sapto Djojokartiko di acara yang menghadirkan Khurnia Hudewi, Industrial Design & Copyright Department Head Law Firm AMR Partnership, Kania Pasaman, Head of Press Relation and Public Relation Sapto Djojokartiko dan Ria Lirungan, Editor in Chief Harper’s Bazaar Indonesia.
Adalah dua komponen penting bagi Sapto Djojokartiko dalam berkarya dan berinovasi. Sebagai brand, memperjuangkan hak cipta, merupakan bentuk hak dan kewajiban akan karya yang sudah dihasilkan. Sapto Djojokartiko ingin memastikan bahwa kepuasan konsumen dan kepercayaan yang telah diberikan dapat dipertanggungjawabkan dan karya yang dibeli juga dapat dipakai sebagai sebuah kebanggan yang tak lekang oleh waktu.
Khurnia Hudewi, Industrial Design & Copyright Department Head Law Firm AMR Partnership menerangkan “Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan cara melindungi kekayaan intelektual dengan menggunakan instrumen-instrumen Hukum yang ada, yakni Hak Cipta, Paten, Merek dan Indikasi Geografis, Rahasia Dagang, Desain Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Perlindungan Varietas Tanaman. Perkembangan di bidang fesyen saat, ini diikuti pula dengan perkembangan teknologi telah melahirkan competitive environment yang menuntut para pembuat desain atau dalam istilah yang digunakan dalam Undang undang Hak Cipta Indonesia (UU No. 28 Tahun 2014) yakni “Pencipta” untuk lebih kreatif berinovasi menghasilkan karya yang khas dan orisinil.”
Namun seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, pembajakan mudah sekali terjadi khususnya dalam Dunia fashion. Telah banyak desain, dalam hal ini model baju atau sekedar desain motif yang secara tanpa izin pencipta dan atau pemegang hak cipta digandakan, serta didistribusikan secara meluas untuk mendapatkan keuntungan ekonomi yang sudah pasti merugikan bukan semata hak ekonomi tapi juga hak moral pencipta dan atau pemegang hak cipta tersebut.
“Untuk menghindari kerugian bagi para pencipta maka pelindungan Hak Cipta saat ini sangat diperlukan oleh para pencipta baik sebagai pelindung ataupun sebagai jaminan kepastian hukum terhadap karya yang telah dihasilkan,” Khurnia Hudewi menjelaskan lebih lanjut.
“Di luar sana pasti banyak desainer-desainer baru yang akan memulai karier mereka di Industri ini, pengetahuan perihal pentingnya memiliki HKI dan alasan di belakangnya tersebut tentunya dapat membekali para desainer pemula dengan ilmu penting agar dapat berkarya dan berkecimpung di Dunia ini dengan bijak. Kami berharap bahwa dengan memperjuangkan HKI dengan mengajak para pemangku kepentingan dan pelaku industri serta konsumen dan juga media untuk bersama-sama berdiskusi perihal perlindungan yang diberikan kepada karya-karya yang dihasilkan oleh desainer dalam lingkup ini, kami dapat terus berkarya dan berinovasi mengembangkan brand ini menjadi lebih baik lagi” jelas Sapto Djojokartiko.
HKI dapat melindungi pelaku Industri kreatif untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran atas Hak Kekayaan Intelektual yang dimiliki. Selain itu, perlindungan ini juga dilakukan untuk mendorong para pencipta untuk terus berkarya dan berinovasi dengan lebih tenang dan memfokuskan diri pada karya mereka secara lebih leluasa.
Jakarta, 23 Maret 2018 – BIN HOUSE ‘NOW’ menggelar inspirasi dasyatnya pada hari Senin 19 Maret 2018 untuk Plaza Indonesia Fashion Week. ‘Now’ saat ini, sekarang. Jangan dilewatkan, nikmati, hayati, resapi! Jangan ditunda, lakukan, kerjakan, berkarya! 30 kreasi dari 50 lembar kain dengan warna warna kekinian yang berani dan menantang hingga warna lembut seksi dan […]
Siapapun, terlebih kaum pria, rasa sulit beranjak dari sisi wanita berpenampilan ‘lengkap’. Paras cantik dan kulit bersih terawat sehat. Sudah tentu, penampilan fisik yang prima tidaklah lepas dari pemilihan rangkaian produk kosmetik yang dihadirkan oleh PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Di antaranya yang terbaik adalah Marcks’, merupakan kosmetik untuk kulit wajah yang terpercaya sejak zaman […]
26 April 2019 Store Luminox, Pacific Place – Jakarta Kehadiran arloji berpesona Luminox Navy SEALS, yang merupakan kerjasama Nick North Nick North, pejabat pengadaan barang dari Navy SEALs, berawal didesain khusus untuk operasi Militer Angkatan Laut AS, dan juga untuk operasi Militer lainnya. Namun dalam perjalanannya, konsumen umum pun menunjukkan ketertarikan pada jam istimewa yang […]