Liburan ketika tiba, rangkaian rencana pun bermunculan. Mulai dari menata waktu duduk santai di sarana hiburan bersama teman-teman dekat juga pasangan, dan perjalanan ke luar kota menikmai keindahan baru. Kekinian, bagi Generasi Z, perjalanan bukan lagi sekadar liburan, tetapi bagian dari cara mereka mencari pengalaman baru, menjaga keseimbangan hidup, dan mengenal budaya yang berbeda. Dorongan […]
Layak dicermati dari acara bertajuk “ASEAN Cybersecurity Skilling Programme”, yang digelar BINUS International bekerja sama dengan ASEAN Youth Organization.
Acara menawan yang berlangsung di kampus JWC @ Senayan BINUS International, Jalan Hang Lekir, Jakarta, merupakan acara pelatihan keamanan siber (cybersecurity), bertujuan untuk menangkal banyaknya hoax atau kabar bohong yang beredar di internet.
Kian menawan dengan keberadaan ASEAN Youth Organization, merupakan organisasi non-Pemerintah (NGO) Internasional yang memiliki misi untuk meningkatkan pemahaman para pemuda dan pemudi di wilayah Asia Tenggara tentang isu terkini. Hal tersebut bertujuan untuk menjunjung motto organisasi ASEAN, yaitu satu visi, satu identitas, dan satu komunitas, sebab mereka percaya bahwa upaya peningkatan Dunia dimulai dari generasi muda.
“Tentu, kami senang sekali bisa bekerja sama dengan AYO (ASEAN Youth Organization),” ucap Ardimas Andi Purwita, S.T., M.T., Ph.D., selaku Subject Content Coordinator dari BINUS International. Lanjutnya, “Karena jangkauan organisasi, ini sangat luas dan misinya sangat mulia, terlebih dengan kemajuan teknologi sekarang.”
Ardimas Andy Purwita pun mengungkapkan bahwa ajang kerja sama dengan AYO semakin mengukuhkan status BINUS International sebagai Perguruan Tinggi yang memiliki global experience. Dengan kurikulum teknologi terkini dan track record yang sudah terbukti, tidak mengherankan apabila kampus BINUS dipilih sebagai ajang pelatihan Cybersecurity Skilling Programme.
Pada acara bertajuk Cybersecurity Skilling Programme, terbilang merupakan pelatihan yang berlangsung selama satu hari mulai dari pukul 9.00 hingga 12.00 WIB, bertajuk “Cybersecurity Skilling Programme dalam Menangkal Hoax di Dunia Maya”, ini berisi sejumlah sesi pemaparan materi tentang keamanan siber dan literasi digital dari para ahli teknologi.
Menghadirkan pembicara, Ardimas Andi Purwita dari BINUS International serta Saur Parulian, seorang Master Trainer dari ASEAN Youth Organization. Di setiap sesi diisi penjelasan tentang apa itu cybersecurity, perannya dalam kehidupan sehari-hari, metode serangan yang paling umum, serta cara mencegahnya.
Senjaya Mulia, pendiri dari ASEAN Youth Organization, memaparkan bahwa tema yang berkaitan dengan hoax di internet sengaja dipilih karena banyaknya kabar bohong yang beredar di kalangan masyarakat. Hal ini tentunya selaras dengan urgensi keadaan darurat keamanan digital di Asia Tenggara mau pun Indonesia.
“Saat puncak pandemi [COVID-19] kemarin, kita melihat ada ribuan berita bohong yang tersebar setiap harinya sehingga meresahkan masyarakat. Dalam konteks itu, [berita bohong] seperti itu dari oknum tidak bertanggung jawab bisa membahayakan nyawa,” ujar Senjaya Mulia
Saatnya Menyikapi Hoax Di Dunia Maya
Baik Senjaya Mulia mau pun Ardimas Andi Purwita percaya bahwa kunci dari mencegah dampak buruk hoax di internet dimulai dari pengetahuan mendasar. Selain itu, kehidupan sehari-hari generasi muda saat, ini sudah tidak terpisahkan dari teknologi serta Dunia maya. Maka dari itu, mereka harus mampu meningkatkan keterampilan dalam menelusuri Dunia online, terutama dari segi literasi keamanan siber.
Maka ada pun harapannya, acara pelatihan ASEAN Cybersecurity Skilling Programme mampu membekali generasi muda dengan skill serta ilmu yang mumpuni untuk menjadi Master Trainer. Kemudian, sebagai Master Trainer, mereka bisa menyebarkan informasi tentang pentingnya mengetahui cara memilah dan mencerna informasi yang beredar di internet secara kritis. Pada akhirnya, inisiatif ini akan meningkatkan literasi digital Indonesia dalam kancah Dunia.
“Tidak bisa dimungkiri bila internet itu memang sangat kuat. Teknologi, ini seperti pisau bermata dua. Kalau sampai salah digunakan, yang ada merugikan diri sendiri dan masyarakat. Jadi, kita harus pandai-pandai menggunakannya, dimulai dengan berpikir kritis dulu saat berinternet,” ujar Ardimas Andy Purwita.
Sebagai perguruan tinggi dengan global experience dalam bidang teknologi, BINUS International memandang event,ini sebagai kehormatan dan kesempatan untuk menciptakan generasi muda yang mampu menggunakan teknologi secara kritis demi memajukan bangsa.
“Jakarta Inclusive” sebuah kampanye yang diprakarsai oleh Reshma Wijaya Bhojwani, pendiri dari Saraswati Learning Center (SLC) – sebuah sebuah organisasi nirlaba untuk semua individu differently abled/difable SLC — berkumpul di Monumen Nasional (Monas) Jakarta dalam rangka merayakan “Hari Penyandang Disabilitas Sedunia“. “Jakarta inclusiveif” adalah kampanye untuk menciptakan kepedulian dan penerimaan terhadap individu dengan kemampuan yang […]
Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tahun pada 23 Juli, tahun 2020, ini PT Frisian Flag Indonesia (FFI) merayakan dengan cara berbeda dan menawan, pastinya. Perusahaan produk bergizi berbasis susu, ini pada Rabu, 29 Juli 2020, menggelar diskusi daring bertajuk “Jaga Kesehatan, Gembira Belajar di Rumah, Bebas Stres”, dengan menggandeng para pakar dan influencer yaitu […]
Universitas Muhammadiyah Pontianak menjadi tuan rumah kuliah umum Uni Eropa, yang berfokus pada topik perubahan iklim, pada 6 Juli 2021. Kuliah Umum — secara virtual — mengetengahkan pembicara Duta Besar Uni Eropa Vincent Piket dan dihadiri oleh Dr. Doddy Irawan, ST., M.Eng, Rektor UM Pontianak, serta para akademisi dan ratusan mahasiswa, dengan moderator Fitria Kurniasari, […]