Terbilang banyak rumah di Indonesia yang tidak selalu memiliki ruang bermain khusus. Melainkan, ruang keluarga, kamar tidur, bahkan teras sering kali menjadi tempat anak bermain dan bereksplorasi serta keluarga berkumpul. Berangkat dari pengamatan itulah kiranya, dan tak terbantahkan bila IKEA Indonesia lantas menghadirkan berbagai pilihan produk dari koleksi GREJSIMOJS yang dirancang untuk menghadirkan lebih banyak momen bermain […]
Layak dicermati dari acara bertajuk “ASEAN Cybersecurity Skilling Programme”, yang digelar BINUS International bekerja sama dengan ASEAN Youth Organization.
Acara menawan yang berlangsung di kampus JWC @ Senayan BINUS International, Jalan Hang Lekir, Jakarta, merupakan acara pelatihan keamanan siber (cybersecurity), bertujuan untuk menangkal banyaknya hoax atau kabar bohong yang beredar di internet.
Kian menawan dengan keberadaan ASEAN Youth Organization, merupakan organisasi non-Pemerintah (NGO) Internasional yang memiliki misi untuk meningkatkan pemahaman para pemuda dan pemudi di wilayah Asia Tenggara tentang isu terkini. Hal tersebut bertujuan untuk menjunjung motto organisasi ASEAN, yaitu satu visi, satu identitas, dan satu komunitas, sebab mereka percaya bahwa upaya peningkatan Dunia dimulai dari generasi muda.
“Tentu, kami senang sekali bisa bekerja sama dengan AYO (ASEAN Youth Organization),” ucap Ardimas Andi Purwita, S.T., M.T., Ph.D., selaku Subject Content Coordinator dari BINUS International. Lanjutnya, “Karena jangkauan organisasi, ini sangat luas dan misinya sangat mulia, terlebih dengan kemajuan teknologi sekarang.”
Ardimas Andy Purwita pun mengungkapkan bahwa ajang kerja sama dengan AYO semakin mengukuhkan status BINUS International sebagai Perguruan Tinggi yang memiliki global experience. Dengan kurikulum teknologi terkini dan track record yang sudah terbukti, tidak mengherankan apabila kampus BINUS dipilih sebagai ajang pelatihan Cybersecurity Skilling Programme.
Pada acara bertajuk Cybersecurity Skilling Programme, terbilang merupakan pelatihan yang berlangsung selama satu hari mulai dari pukul 9.00 hingga 12.00 WIB, bertajuk “Cybersecurity Skilling Programme dalam Menangkal Hoax di Dunia Maya”, ini berisi sejumlah sesi pemaparan materi tentang keamanan siber dan literasi digital dari para ahli teknologi.
Menghadirkan pembicara, Ardimas Andi Purwita dari BINUS International serta Saur Parulian, seorang Master Trainer dari ASEAN Youth Organization. Di setiap sesi diisi penjelasan tentang apa itu cybersecurity, perannya dalam kehidupan sehari-hari, metode serangan yang paling umum, serta cara mencegahnya.
Senjaya Mulia, pendiri dari ASEAN Youth Organization, memaparkan bahwa tema yang berkaitan dengan hoax di internet sengaja dipilih karena banyaknya kabar bohong yang beredar di kalangan masyarakat. Hal ini tentunya selaras dengan urgensi keadaan darurat keamanan digital di Asia Tenggara mau pun Indonesia.
“Saat puncak pandemi [COVID-19] kemarin, kita melihat ada ribuan berita bohong yang tersebar setiap harinya sehingga meresahkan masyarakat. Dalam konteks itu, [berita bohong] seperti itu dari oknum tidak bertanggung jawab bisa membahayakan nyawa,” ujar Senjaya Mulia
Saatnya Menyikapi Hoax Di Dunia Maya
Baik Senjaya Mulia mau pun Ardimas Andi Purwita percaya bahwa kunci dari mencegah dampak buruk hoax di internet dimulai dari pengetahuan mendasar. Selain itu, kehidupan sehari-hari generasi muda saat, ini sudah tidak terpisahkan dari teknologi serta Dunia maya. Maka dari itu, mereka harus mampu meningkatkan keterampilan dalam menelusuri Dunia online, terutama dari segi literasi keamanan siber.
Maka ada pun harapannya, acara pelatihan ASEAN Cybersecurity Skilling Programme mampu membekali generasi muda dengan skill serta ilmu yang mumpuni untuk menjadi Master Trainer. Kemudian, sebagai Master Trainer, mereka bisa menyebarkan informasi tentang pentingnya mengetahui cara memilah dan mencerna informasi yang beredar di internet secara kritis. Pada akhirnya, inisiatif ini akan meningkatkan literasi digital Indonesia dalam kancah Dunia.
“Tidak bisa dimungkiri bila internet itu memang sangat kuat. Teknologi, ini seperti pisau bermata dua. Kalau sampai salah digunakan, yang ada merugikan diri sendiri dan masyarakat. Jadi, kita harus pandai-pandai menggunakannya, dimulai dengan berpikir kritis dulu saat berinternet,” ujar Ardimas Andy Purwita.
Sebagai perguruan tinggi dengan global experience dalam bidang teknologi, BINUS International memandang event,ini sebagai kehormatan dan kesempatan untuk menciptakan generasi muda yang mampu menggunakan teknologi secara kritis demi memajukan bangsa.
Berjalannya waktu, dan saat ini di berbagai belahan Dunia, juga Indonesia, ketahanan pangan terpengaruhi akibat adanya berbagai tantangan permasalahan. Yang antara lain sebab kualitas sumber pangan yang kurang maksimal, jumlah petani yang terus berkurang, dan lahan yang semakin terbatas. Terlebih lagi, kondisi pandemi COVID-19 turut menghadirkan tantangan lain, yaitu menurunnya kesejahteraan petani sebagai pihak yang […]
Menyambut dan bertepatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni, PT Unilever Indonesia, Tbk. (Perusahaan) mengumumkan penunjukkan Hernie Raharja, Director of Foods and Refreshments, menjadi Chairman dari Dewan Kesetaraan, Keberagaman, dan Inklusi (Equality, Diversity, and Inclusion Board—ED & I Board) Perusahaan. Melalui ED & I Board Unilever Indonesia, di bawah kepemimpinan Hernie Raharja, […]
Menunjukkan komitmen nyata dalam memberikan perlindungan yang terpercaya bagi keluarga Indonesia, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk. (Sinarmas MSIG Life), bersama PMI dan Rotary Club, mendukung Pemerintah dalam percepatan program vaksinasi Covid-19 gratis untuk 10.000 masyarakat umum, baik dewasa hingga anak usia 12 tahun ke atas. “Kami terus mendampingi keluarga Indonesia dalam mendapatkan pelindungan kesehatan […]