Hari Rabu, 20 Mei 2026 malam, ada tebar keindahan. Tepatnya, panggung di The Ballroom Djakarta Theatre menjadi ruang pertemuan antara seni, empati, dan aksi nyata melalui pergelaran amal GITA CITRA CITA, sebuah inisiatif fundraising yang diprakarsai Lions Club Jakarta Jaya Sunter Agung untuk mendukung program Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI). Acara spesial dan berpesona […]
Permasalahan stunting menjadi kritis dalam konteks generasi maju, terutama dalam wawasan menuju Generasi Emas 2045, karena dampaknya merugikan pada perkembangan fisik dan kognitif anak-anak yang seharusnya membentuk pondasi kualitas sumber daya manusia.
Stunting tidak hanya menghambat potensi individu, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang pada pertumbuhan ekonomi dan kemajuan Negara.
Beriring perayaan Hari Kesehatan Nasional 2023, Alodokter —platform Kesehatan digital nomor satu di Indonesiam yang ditunjang lebih dari 95.000 dokter yang bergabung — bersama dengan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Bekasi menggelar program “Generasi Maju Bebas Stunting“ yang didukung oleh Nutricia Sarihusada.
Program Generasi Maju Bebas Stunting sejalan dengan Perpres No. 72 tahun 2021 mengenai diperlukannya langkah konvergensi yang melibatkan kolaborasi multipihak dalam upaya percepatan penurunan angka stunting termasuk pihak swasta.
Maka untuk mencapai target Nasional, penurunan prevalensi stunting sebanyak 14% di tahun 2024, diperlukan tindakan segera dan kolaboratif dari berbagai sektor, termasuk Kesehatan, Pendidikan, pangan, dan Ekonomi.
Karena keberhasilan mengatasi stunting memerlukan pendekatan multi-sektor yang holistik, termasuk penguatan sistem Kesehatan, peningkatan akses terhadap gizi, dan program Pendidikan yang berfokus pada perawatan dan pola asuh anak. Dan hasil Studi Status Gizi Indonesia tahun 2022 telah menunjukan perubahan ke arah yang lebih baik yaitu menurunnya angka stunting secara signifikan, namun perlu adanya upaya lebih untuk mencapai target Nasional.
Karena itu Alodokter didukung Nutricia Sarihusada berkomitmen memberi kontribusi nyata dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui intervensi spesifik dan sensitif di bawah payung gerakan Generasi Maju Bebas Stunting.
Pencegahan, deteksi dini, dan penanganan Stunting
Kegiatan Generasi Maju Bebas Stunting dimulai dari pelatihan garda terdepan tenaga medis dalam proses penatalaksanaan pasien stunting, mulai dari deteksi dini hingga sistem rujukan. Pelatihan lalu dilanjutkan dengan Gerakan Generasi Maju Bebas Stunting yang turut melibatkan 10 Puskesmas untuk meningkatkan angka screening, diagnosis dari segi tumbuh dan kembang anak.
“Upaya Pemerintah untuk mencapai target penurunan angka stunting adalah melalui dua intervensi holistik yaitu intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Intervensi spesifik adalah intervensi yang ditujukan kepada anak dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) dan kepada Ibu sebelum dan di masa kehamilan. Sedangkan intervensi sensitif dilakukan melalui berbagai kegiatan pembangunan di luar sektor Kesehatan dan merupakan kerja sama lintas sektor seperti yang kami lakukan dengan Danone dan Alodokter pada program Generasi Maju Bebas Stunting ini,” tanggap dr. Alin Heendalin Mahdaniar MKM selaku Kepala dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan.
Lanjutnya,”“Program pelatihan ini krusial bagi masyarakat karena apabila tenaga kesehatan terdepan tidak cepat tanggap terhadap kondisi ibu dan bayi yang datang ke Puskesmas maka pencegahan stunting pun menjadi sulit tercapai. Semoga lebih banyak kolaborasi program seperti ini yang bisa tercipta di masa depan.”
“Nutricia Sarihusada menyadari pentingnya upaya bersama dalam mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas, karena itu kami secara konsisten menciptakan program-program kerja nyata seperti program Generasi Maju Bebas Stunting ini. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tenaga Kesehatan kategori stunting, cara pengukuran dan plotting pada grafik pertumbuhan yang baik, serta monitoring keberlanjutan, dengan harapan besar kita dapat mendukung perwujudan Generasi Maju Indonesia yang bebas stunting,” ungkap Yosua Tjajadi Marketing Lead, Healthcare Nutrition dari Danone.
“Kerjasama pada Program Generasi Maju Bebas Stunting berupa pelatihan ini dipastikan akan sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, karena kurikulum pelatihan didapatkan dari Dokter-Dokter spesialis berpengalaman yang diakomodasi oleh Alodokter dan Nutricia Sarihusada. Semoga program ini dapat digulirkan dengan konsisten dan berkesinambungan mengajak lebih banyak lagi pihak, agar bersama kita bisa ciptakan generasi masa depan berkualitas.” ungkap Hj. Masrikoh, S.Kep., MM. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi.
Menawan tentu. Pada program Generasi Maju Bebas Stunting, Alodokter berperan menghadirkan narasumber Dokter Spesialis anak secara luringdan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk keseluruhan penyelenggaraan termasuk lokasi dan akomodasi. Alodokter juga akan menyediakan e-sertifikat yang akan ditandatangani oleh Dinas Kesehatan bagi para kader yang telah menyelesaikan pelatihan.
“Program Generasi Maju Bebas Stunting dari Nutricia Sarihusada ini kami pandang sebagai platform kolaboratif strategis yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para tenaga Kesehatan dalam memberikan layanan Kesehatan yang optimal. Itulah sebabnya Alodokter bersemangat mendukung penyelenggaraan program ini sepenuhnya,” kata Suci ArumsariCo–Founder dan President Director dari Alodokter.
“Kami percaya bahwa melalui edukasi tenaga Kesehatan dan penguatan pemahaman mengenai pencegahan, deteksi dini, dan penanganan sesuai dengan jenjang rujukan, bersama kita dapat mengurangi angka stunting dan menciptakan masa depan yang lebih sehat bagi generasi yang akan datang,” tambahnya.
Untuk kasus baru kanker, Indonesia, menurut data GLOBOCAN 2020, terdapat 65.858 kasus, dengan jumlah kematian akibat kanker payudara sebanyak 22.430 kasus, ditemukan 36.633 kasus baru kanker serviks dengan jumlah kematian sebanyak 21.003 kasus dan angka kejadian kanker kolorektal mencapai 34.189 kasus. Berpijak dari sana, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) didukung oleh MS Glow menggelar webinar edukasi. […]
Jakarta, 19 Juni 2018 – Diresmikannya jalinan kerjasama antara RS Mata Primasana dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), atas dasar misi mulia. Bagi BPJS, guna memperluas dan mempermudah masyarakat pra sejahtera dalam mendapatkan pelayanan kesehatan mata yang memadai, khususnya bagi pasien dengan kelainan/kerusakan retina yang memerlukan tindakan segera. Bagi RS Mata Primasana, berlokasi di Jl. […]
Selama masa pandemi, sisi Kesehatan Jiwa masyarakat dan pasien Covid-19, menjadi perhatian Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK Indonesia) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI). Perhatian yang disampaikan IPK Indonesia dan PDSKJI, — bertepatan dan dalam rangka “Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2020” — dalam bentuk rilis hasil temuan lapangan dan riset, sekaligus mengantisipasi penanganan […]