Setelah Pemerintah menetapkan pola kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada setiap hari Jumat, dari sana Kebijakan Work fromHome (WFH) atau kerja dari rumah kembali mencuri perhatian. Namun sebenarnya, bagi banyak pekerja di Indonesia, WFH sudah menjadi bagian dari ritme hidup sejak beberapa tahun terakhir. Ada kantor yang menetapkan WFH di awal minggu untuk meredakan Monday Blues, ada […]
31 Oktober 2018 @Galeri Indonesia Kaya, GI – Jakarta
Bunga Penutup Abad berkisah mengenai kehidupan Nyai Ontosoroh dan Minke setelah kepergian Annelies ke Belanda. Nyai Ontosoroh diperankan oleh Marsha Timothy, yang khawatir mengenai keberadaan Annelies Chelase Islan), mengutus seorang pegawainya bernama Robert Jan Dapperste atau Panji Darman, untuk menemani kemana pun Annelies pergi.
(ki-ka) Happy Salma – Marsha Timothy – Reza Rahadian – Chelsea Islan – Sabia Arifin – Lukman Sardi
Kehidupan Annelies sejak berangkat dari pelabuhan Surabaya dikabarkan oleh Panji Darman melalui surat-suratnya yang dikirimkan pada Minke (diperankan Reza Rahadian), dan Nyai Ontosoroh. Surat-surat itu bercap pos dari berbagai kota tempat singgahnya kapal yang ditumpangi Annelies dan Panji Darman.
Minke selalu membacakan surat-surat itu pada Nyai Ontosoroh. Surat demi surat membuka sebuah pintu nostalgia antara mereka bertiga, seperti ketika pertama kali Minke berkenalan dengan Annelies dan Nyai Ontosoroh, bagaimana Nyai Ontosoroh digugat oleh anak tirinya sampai akhirnya Annelies harus dibawa pergi ke Belanda berdasarkan keputusan pengadilan putih Hindia Belanda.
Cerita berakhir beberapa saat ketika Minke mendapatkan kabar bahwa Annelies meninggal di Belanda. Minke yang dilanda kesedihan kemudian meminta izin pada Nyai Ontosoroh untuk pergi ke Batavia melanjutkan sekolah menjadi dokter. Ke Batavia, Minke membawa serta lukisan potret Annelies yang dilukis oleh sahabatnya Jean Marais (diperankan Lukman Sardi). Minke memberi nama lukisan itu, Bunga Penutup Abad.
Dari sisi cerita yang menawan, kian bertambah daya pikatnya atas kehadiran bintang yang berdedikasi dalam aktingnya, dan adalah hasil garapan orang-orang yang berdedikasi di bidangnya yaitu Happy Salma sebagai Produser, Wawan Sofwan sebagai Sutradara, Iskandar Loedin (pimpinan Artistik), Deden Jalaludin Bulqini (penata multimedia), Ricky Lionardi (penata musik) dan Deden Siswanto (penata kostum).
Maka jangan biarkan pementasan teater Bunga Penutup Abad yang dikemas berbeda dan lebih menarik, yang akan digelar di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki Jakarta selama dua hari pada 17 dan 18 November 2018 mendatang, berlalu begitu saja dari hadapan.
Happy Salma :
“Tentu merupakan kebahagiaan tersendiri dapat mengulang pementasan teater Bunga Penutup Abad, setelah meraih sukses sebelumnya. Adanya penggantian pemain, yaitu pemeran Nyai Ontosoroh yang semula saya perankan, kini oleh Marsha Timothy. Saya sampaikan, Marsha begitu serius menjalani latihan, dan sangat meghayati. Seperti pemain lainnya yang juga sangat luar biasa”.
Berikut petikan ucapan beberapa pemeran :
Chelse Islan
“Tentu, saya berterima kasih diberi kesempatan berperan di pementasan ini. Dari sana, saya pun latihan dari awal lagi, dengan menjalani olah vokal dan olah tubuh. Adapun harapan saya dari dipentaskannya kembali karya sastrawan besar Indonesia, Pramoedya Abnanta Toer, sastra Indonesia lebih lekat di hati anak muda”.
Lukmas Sardi
“Tentu senang banget ketika tiba-tiba diajak kembali berperan di pementasan teater yang ceritanya diangkat dari buku Pram. Buat saya, ini benar-benar anugerah. Kesempatan ini tidak akan datang duakali”.
Sabia Arifin
“Terus teranga saja, sewaktu diajak main teater, saya sedikit deg-degan. Tapi saya memang semangat, sepulang sekolah pasti membaca dialog. Yaaa…..saya senang sekali pokoknya”.
Sarana kuliner terus bertumbuhan, terlebih di daerah pariwisata dan juga kota-kota besar Tanah Air. Di antaranya, Pulau Bali yang bergelimang wisatawan dalam dan mancanegara. Untuk memberi kenyaman para pendatang – baik wisatawan dalam dan luar Negeri, juga tentu masyarakat setempat — hingga berkenan berlama berada di daerah yang dikunjungi, tak dimungkiri, pelaku usaha kuliner pun […]
Memiliki komitmen untuk melestarikan dan mengangkat karya seni Tanah Air, galeri seni Dia.Lo.Gue Artspace kembali menggelar program mentoring EXI(S)T hasil gagasan Hermawan Tanzil Hermawan, desainer grafis sekaligus pendiri LeBoYe dan FX Harsono, seniman dan edukator lulusan STSRI ‘ASRI’ Yogyakarta. Merupakan acara yang telah dijalani Dia.Lo.Gue Artspace sejak 2012, di tahun ini, — dan sesuai tujuannya […]
17 Oktober 2018 @McDonald’s Sarinah – Jakarta Perhelatan Asian Para Games 2018, berlangsung di Jakarta sejak tanggal 6 hingga 13 Oktober 2018, yang merupakan pesta olahraga difabel terbesar di Asia, memiliki banyak kisah mengharukan namun juga memberi banyak kebahagiaan bagi para atlet disabilitas yang berlaga.. Para atlet dengan keterbatasan fisik, milik Indonesia, berjuang maksimal untuk […]