Terbilang banyak yang masih memandang golf sebagai olahraga eksklusif yang ribet dan mahal. Karena, di label “rich man’s sport” butuh tas, strik, sepatu khusus, serta antrean biaya untuk keanggotaan atau sewa lapangan. Padahal, layaknya olahraga santai populer lainnya seperti biliar atau bowling, yang di akhir pekan atau sore bisa dijadikan hiburan ringan dengan biaya relatif […]
Dalam beberapa
dasawarsa terakhir sejumlah penyakit infeksi baru atau emerging infectious diseases (EIDs) mulai merebak, dan menjadi momok sehingga menjadi masalah kesehatan
utama di seluruh Dunia. Termasuk
Indonesia. Contohnya virus Corona
(COVID-19).
Melihat data dari di Coronavirus COVID-19 Global Cases by
Johan Hopkins CSSE, per 13 Maret 2020, menunjukkan jumlah orang yang terinfeksi virus COVID-19 secara global mencapai 128.343
jiwa, dan angka kematiannya telah mencapai 4.720 jiwa.
Di Indonesia, jumlah warga Negara Indonesia yang dites positif terkena virus
COVID-19, sudah pada angka serius.
Dari melihat hal itu,
Kementerian Kesehatan Repiublik Indonesa menyatakan telah menyiapkan 132 Rumah
Sakit rujukan yang tersebar di 32 Provinsi,
Untuk lebih
memasyrakatkan mengenai kesiapan Rumah Sakit rujukan ini, Perhimpunan
Rumah Sakita Seluruh Indonesia (PERSI) bekerjasama dengan PT Unilever Indonesia, Tbk., — melalui merek sabun cuci
tangannya yaitu Lifebuoy — , menggelar acara spesial dan bermanfaat yang
membahas mengenai kewaspadaan Industri Rumah Sakit
dalam menghadapi potensi penyebaran virus COVID-19 yang mulai merebak di
Indonesia.
Tidak kalah
pentingnya tujuan dari acara yang berlangsung pada medio Maret 2020, bertempat di
Restoran Amertha, Kebayoran Baru – Jakarta Selatan, yang menghadirkan Pembicara
Ahli : dr. Kuntjoro Adi
Purjanto, M.Kes. selaku Ketua
PERSI, dr. Mohammad Syahril
Mansyur, Sp.P, MPH selaku Direktur
Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso, dr. Koesmedi Priharto, SpOT, selaku Ketua PERSI DKI Jakarta dan Maulani Affandi selaku Head of Skin Cleansing and Baby PT
Unilever Indonesia, Tbk., adalah mengingkatkan kesadaran masyarakat akan
pentingnya hand hygiene atau
kebersihan tangan guna melindung diri, keluarga dan lingkungan dari virus
COVID-19.
Mengenai
keberadaan dan tugas Rumah Sakit
sendiri, dikatakan oleh dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes., Ketua
PERSI, “Tidak
hanya bertugas menangani potensi wabah virus COVID-19, namun seluruh Rumah
Sakit rujukan juga diandalkan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,
misalnya tentang makna dan tata cara isolasi.”
Dr. Kuncoro
menambahkan,”Sesungguhnya, Rumah Sakit di Indonesia sudah mengantisipasi sebelum virus COVID-19 beredar. Hanya
saja, perlu refresh sarana untuk mengantisipasi dan mengatasinya.”
Kewaspadaan ini dibenarkan oleh dr. Mohammad Syahril Mansyur, Sp.P, MPH selaku Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso. Dan dkatakannya,“Sebanyak delapan kasus positif virus COVID-19 kini dirawat di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, dan berada dalam kondisi yang stabil.”
Pentingnya Hand Hygiene
Untuk mengantisipasi, di dalam PPI, kebersihan tangan menggunakan sabun dan
desinfektan adalah sarana efektif
untuk mencegah dan mengendalikan infeksi. Rumah Sakit menetapkan regulasi hand
hygiene yang mencakup kapan, di mana, dan bagaimana melakukan cuci tangan
mempergunakan sabun dan atau dengan disinfektan (hand sanitizer) serta
tersedianya fasilitas hand hygiene.
“Sangatlah penting,
dan sangat terbantu pencegahan virus
COVID-19 bila kita bersama saling mengingatkan, menegur dan memberi perhatian. Bukan
menjauhi,” kata dr. Mohammad Syahril,
yang memberi aspirasi pada Unilever, melalui prooduknya melawan Corona.
Di acara yang dipandu presenter Nadia Mulia, Maulani Affandi, Head of
Skin Cleansing and Baby PT Unilever Indonesia, Tbk. menyampaikan, “PT
Unilever Indonesia, Tbk. memiliki komitmen untuk terus mengedukasi masyarakat
akan pentingnya cuci tangan dengan sabun di waktu-waktu yang tepat. Edukasi ini
menyasar ke berbagai lapisan masyarakat, dari mulai Sekolah, Ibu-Ibu PKK, pasar
tradisional, dan lainnya dalam skala Nasional.
“Tentu, Rumah Sakit juga merupakan salah satu pilar penting bagi kami dalam
menyebarluaskan edukasi kebiasaan cuci tangan. Maka, dalam kesempatan ini,
melalui brand Lifebuoy, kami secara simbolis menyerahkan dukungan berupa
produk sabun cuci tangan ke 8 (delapan) Rumah Sakit rujukan yang tersebar di
wilayah Jakarta, termasuk RSPI Sulianti Saroso. Diharapkan dukungan ini akan
semakin menyokong kewaspadaan Rumah Sakit dalam melindungi masyarakat dan juga
petugas kesehatan dari penyebaran virus COVID-19.”
[]Andriza hamzah
Photo : Dok. Unilever
Keterangan Photo Utama (Ki-Ka) :
dr. Koesmedi
Priharto, SpOT, selaku Ketua PERSI DKI Jakarta, dr.
Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes. – Ketua PERSI, dr. Mohammad Syahril
Mansyur, Sp.P, MPH selaku Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI)
Prof. Dr. Sulianti Saroso, dan Maulani Affandi
selaku Head of Skin Cleansing and Baby PT Unilever Indonesia, Tbk.
Kolaborasi Dinas Kesehatan, Danone Indonesia dan Alodokter dalam menyelenggarakan Program Pelatihan & Screening Generasi Maju Bebas Stunting 2024, menggapai kesukses. Program yang dilaksanakan dalam bentuk roadshow di 20 Puskesmas yang tersebar di pulau Jawa, ini dirancang untuk menurunkan prevalensi stunting dengan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, termasuk Dokter Anak, Dokter Umum, Bidan, dan kader kesehatan melalui […]
Jakarta, 6 April 2018 – Kulit sehat dan terawat tentunya menjadi dambaan setiap orang. Namun mereka yang tinggal di daerah krisis, bencana atau terdampak kemiskinan banyak mengalami gangguan kulit yang paling sederhana sekalipun masih menjadi masalah besar yang menghambat mereka untuk hidup nyaman dan produktif. Dan Hal inilah yang menjadi perhatian Meisya Siregar seorang public figure. […]
Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih merupakan tantangan besar dalam Dunia kesehatan. Penyakit ini masih memiliki prevalensi yang tinggi di tingkat global mau pun Indonesia. Hipertensi, selain faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, genetika, serta gaya hidup tidak sehat, faktor kesadaran untuk memonitor tekanan darah secara rutin dan kurangnya kepatuhan terhadap pengobatan hipertensi membuat kasus […]