World Heart Day 2026, yang jatuh pada 29 September, mengajak masyarakat untuk kembali memfokuskan perhatiannya terhadap kesehatan jantung. Tahun ini, World Heart Federation mengangkat tema “Heart Disease Can Hide in Plain Sight: Don’t Miss a Beat”, yang mengajak masyarakat untuk lebih mengenali tanda dan risiko penyakit kardiovaskular yang dapat terlewatkan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) […]
Tak disangka, pada masa pandemik Covid-19, ini ternyata ada kegiatan unik yang
diselenggarakan untuk pelajar SMA dan Sederajat. Dan ini pertama di Indonesia!
Adalah
Swiss German Univesity telah memberikan warna baru bagi dunia Pendidikan,
melalui “Indonesian Fun Science Award 2.0” .
IFSA, merupakan kompetisi yang diprakarsai
oleh fakultas Life Sciences &
Technology, dengan tagline “FunHorizon of Scientific Research”, ini merupakan kompetisi penelitian ilmiah yang unik, lucu, dan
menyenangkan. Karenanya, Kompetisi Penelitian nyeleneh dan unik yang digelar untuk Pelajar SMA Pada Masa Pandemik
Covid-19, ini pun Viral!
Diselenggarakannya kompetisi, ini sebagai
pembuktian bahwa ilmu pengetahuan atau science
— yang selama ini ilmu pengetahuan kerap menjadi subjek yang sulit, kaku, dan
terlalu serius – sesungguhnya memiliki warna yang berbeda.
Menariknya, IFSA 2.0 tahun berhasil diikuti oleh sebanyak 83 peserta dari berbagai sekolah SMA dan Sederajat di seluruh Indonesia. Dari sana, para peserta berjuang melewati babak 20 besar, dan akhirnya sampai ke babak final yang melibatkan sebanyak 5 peserta terbaik.
Tentu memukau, di tengah pandemik Covid-19, para peserta tetap antusias dan semangat untuk bisa berhasil menuju babak final. IFSA 2.0 kali ini begitu unik, karena babak final diselenggarakan secara online mengingat panitia tetap harus mematuhi peraturan pembatasan aktivitas fisik sebagai upaya pencegahan dari penyebaran virus Covid-19.
Babak final yang ditayangkan secara Live di YouTube Swiss German University,
berhasil mendatangkan hampir mencapai sekitar 3,000 penonton dari berbagai
provinsi di Indonesia.
Dr. Hery Sutanto, M.Si sebagai ketua panitia
IFSA 2.0 mengatakan “Kami sebagai Universitas memberikan wadah bagi para
pelajar untuk menyalurkan minat meneliti walau pun dalam kondisi school from home. Acara
ini didesain sepenuhnya online agar
para siswa dan guru dapat fokus menulis karya ilmiah menarik tanpa harus
meninggalkan rumah masing-masing. Hasilnya memang sangat mengejutkan,
penelitian ternyata bisa dilakukan bukan hanya untuk materi yang serius tapi
juga bisa dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan lucu dan menggelitik
dalam kehidupan sehari-hari, tentunya, dengan metode ilmiah yang baik pula.”
Di penghujung, Pememang Pertama diberikan
kepada peserta dengan judul penelitian “Korelasi
Antara Kandungan Air Liur Terhadap
Tingkat Kecerewetan Siswa di SMA
Unggulan CT Arsa Foundation Sukoharjo” dari sekolah CT ARSA Foundation.
Ada pun Pemenang Kedua jatuh pada judul penelitian “Apakah Semut
Hewat Yang Diskriminatif?” dari SMA Negeri 1 Medan. Pemenang Ketiga yaitu “Pemanfaatan Aplikasi Tiktok Sebagai Mood Booster” dari SMAN 1
Karanganyar.
Berikut, Pemenang Keempat untuk judul
“Untung atau Buntung – Simbosis Antar Pelajar Dalam Menyiasati Tugas
Sekolah” dari SMA2 Semarang, dan Pemenang Kelima jauh kepada judul penelitian
“Adu Warna Teks Dalam Membantu Proses Meningat: Siapa yang Menang?” dari SMA
Trensains Muhammadiyah Sragen.
Informasi lengkap untuk 5 judul penelitian
terbaik dapat di lihat di website ifsa.sgu.ac.id.
Wabah pandemi korona saat ini sudah melanda Tanah Air. Sejumlah daerah pun sudah terpapar virus Covid-19, bahkan beberapa daerah sudah dinyatakan masuk dalam status “Tanggap Darurat Covid-19”, di antaranya adalah DKI Jakarta. Demi untuk tujuan melindungi warganya, saat ini para petugas medis di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang bekerja keras. Dalam menunjang […]
World Earth Day, yang diperingati pada setiap tanggal 22 April, merupakan hari saat kita diingatkan tentang pentingnya menyelamatkan Bumi dari ancaman dan resiko yang ada melalui cara-cara yang menjunjung tinggi nilai lingkungan dan kemanusiaan untuk generasi saat ini dan yang akan datang. Salah satu yang mengakibatkan munculnya ancaman atau resiko adalah bertambahnya populasi penduduk. Tak […]
Jakarta, 17 Maret 2018 – Dalam rangka memperingati World Sleep Day yang jatuh setiap tanggal 16 Maret, Royal Philips (NYSE: PHG, AEX: PHIA), pemimpin global dalam teknologi kesehatan, merilis temuan dari survei global tahunannya yang berjudul “Better Sleep, Better Health. A Global Look at Why We’re Still Falling Short on Sleep.” Survei yang dilakukan di […]