Didirikan dan hadir di tengah masyarakat Tanah Air, pada 17 April 1977 oleh 17 tokoh masyarakat, Yayasan Kanker Indonesia (YKI), organisasi nirlaba yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan dengan fokus pada penanggulangan kanker, telah berkembang menjadi salah satu organisasi nirlaba terdepan dalam penanggulangan kanker di Indonesia. Yang fokusnya tidak hanya pada pengobatan, tetapi juga […]
Tak disangka, pada masa pandemik Covid-19, ini ternyata ada kegiatan unik yang
diselenggarakan untuk pelajar SMA dan Sederajat. Dan ini pertama di Indonesia!
Adalah
Swiss German Univesity telah memberikan warna baru bagi dunia Pendidikan,
melalui “Indonesian Fun Science Award 2.0” .
IFSA, merupakan kompetisi yang diprakarsai
oleh fakultas Life Sciences &
Technology, dengan tagline “FunHorizon of Scientific Research”, ini merupakan kompetisi penelitian ilmiah yang unik, lucu, dan
menyenangkan. Karenanya, Kompetisi Penelitian nyeleneh dan unik yang digelar untuk Pelajar SMA Pada Masa Pandemik
Covid-19, ini pun Viral!
Diselenggarakannya kompetisi, ini sebagai
pembuktian bahwa ilmu pengetahuan atau science
— yang selama ini ilmu pengetahuan kerap menjadi subjek yang sulit, kaku, dan
terlalu serius – sesungguhnya memiliki warna yang berbeda.
Menariknya, IFSA 2.0 tahun berhasil diikuti oleh sebanyak 83 peserta dari berbagai sekolah SMA dan Sederajat di seluruh Indonesia. Dari sana, para peserta berjuang melewati babak 20 besar, dan akhirnya sampai ke babak final yang melibatkan sebanyak 5 peserta terbaik.
Tentu memukau, di tengah pandemik Covid-19, para peserta tetap antusias dan semangat untuk bisa berhasil menuju babak final. IFSA 2.0 kali ini begitu unik, karena babak final diselenggarakan secara online mengingat panitia tetap harus mematuhi peraturan pembatasan aktivitas fisik sebagai upaya pencegahan dari penyebaran virus Covid-19.
Babak final yang ditayangkan secara Live di YouTube Swiss German University,
berhasil mendatangkan hampir mencapai sekitar 3,000 penonton dari berbagai
provinsi di Indonesia.
Dr. Hery Sutanto, M.Si sebagai ketua panitia
IFSA 2.0 mengatakan “Kami sebagai Universitas memberikan wadah bagi para
pelajar untuk menyalurkan minat meneliti walau pun dalam kondisi school from home. Acara
ini didesain sepenuhnya online agar
para siswa dan guru dapat fokus menulis karya ilmiah menarik tanpa harus
meninggalkan rumah masing-masing. Hasilnya memang sangat mengejutkan,
penelitian ternyata bisa dilakukan bukan hanya untuk materi yang serius tapi
juga bisa dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan lucu dan menggelitik
dalam kehidupan sehari-hari, tentunya, dengan metode ilmiah yang baik pula.”
Di penghujung, Pememang Pertama diberikan
kepada peserta dengan judul penelitian “Korelasi
Antara Kandungan Air Liur Terhadap
Tingkat Kecerewetan Siswa di SMA
Unggulan CT Arsa Foundation Sukoharjo” dari sekolah CT ARSA Foundation.
Ada pun Pemenang Kedua jatuh pada judul penelitian “Apakah Semut
Hewat Yang Diskriminatif?” dari SMA Negeri 1 Medan. Pemenang Ketiga yaitu “Pemanfaatan Aplikasi Tiktok Sebagai Mood Booster” dari SMAN 1
Karanganyar.
Berikut, Pemenang Keempat untuk judul
“Untung atau Buntung – Simbosis Antar Pelajar Dalam Menyiasati Tugas
Sekolah” dari SMA2 Semarang, dan Pemenang Kelima jauh kepada judul penelitian
“Adu Warna Teks Dalam Membantu Proses Meningat: Siapa yang Menang?” dari SMA
Trensains Muhammadiyah Sragen.
Informasi lengkap untuk 5 judul penelitian
terbaik dapat di lihat di website ifsa.sgu.ac.id.
Dari melihat bukti hasil Riset Kesehatan Dasar (Riseksdas) 2018 yang menunjukkan bahwa 88,8% masyarakat Indonesia memiliki masalah gigi berlubang, bahkan permasalahan ini juga dialami oleh 92,6% anak Indonesia berumur 5 tahun, yang tentunya sangat memprihatinkan, maka Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) kembali digelar secara Nasional. Acara hasil kolaborasi PT Unilever Indonesia, Tbk. melalui brand Pepsodent […]
Sebuah program peningkatan potensi remaja disabilitas melalui kompetisi teknologi informasi, Global Information Technology Challenge (GITC), tahun ini kembal digelar. Kompetisi yang diadakan setiap tahun, dan diikuti oleh remaja disabilitas terpilih dari 18 Negara di Asia-Pasifik, bersiap memperlihatkan pada Dunia bagaimana para remaja disabilitas ini dapat mengatasi keterbatasan, menaklukkan tantangan dari diri mereka sendiri, dan menunjukkan […]
Sebanyak 60 youngpreneurs, dari sejumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah di berbagai wilayah Indonesia, merupakan peserta program Unilever Entrepreneurship Bootcamp #MudaMaslahat (Makmur, Sejahtera, Adil, dan Sehat) yang digelar selama Juni – Agustus 2021, setelah beroleh pembekalan, kemudian dibimbing oleh para mentor serta pusat inkubator bisnis dari kampus masing-masing untuk menyusun dan mengirimkan Business Growth Plan. Untuk kemudian, […]