Didirikan dan hadir di tengah masyarakat Tanah Air, pada 17 April 1977 oleh 17 tokoh masyarakat, Yayasan Kanker Indonesia (YKI), organisasi nirlaba yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan dengan fokus pada penanggulangan kanker, telah berkembang menjadi salah satu organisasi nirlaba terdepan dalam penanggulangan kanker di Indonesia. Yang fokusnya tidak hanya pada pengobatan, tetapi juga […]
Banyaknya sampah tekstil yang berakhir di tanah dan tidak
dapat diurai, membuat pencemaran lingkungan semakin parah. Tentunya
hal ini menggelisahkan. Terlebih, mengutip
dari majalah National Geographic, Maret
2020 : The End of The
Trash, dari 57% sampah yang ada
di Jakarta, sekitar 8,2%
nya merupakan limbah
tekstil.
Untuk mengatasi permasalahan
tersebut, adalah PT. Daur Langkah Bersama (Pable) — Perusahaan pengelolaan
limbah tekstil, didirikan
tahun 2020 di Surabaya — hadir dengan menyediakan pengelolaan limbah tekstil yang bertanggung
jawab.
Dengan kehadiran Perusahaan,
ini Aryenda Atma, Founder & Creative Director Pable, meyakini mampu menawarkan alternatif baru dalam
memproduksi dan mengonsumsi suatu produk. Salah satunya dengan mengadopsi
konsep ekonomi sirkular, dengan menjadikannya sebagai misi Pable melalui #wearecircular.
Bentuk ekonomi ini bertolak belakang dengan bentuk ekonomi dominan Dunia yaitu ekonomi linier yang merupakan salah satu penyebab utama limbah tekstil yang menjadi perhatian utama Pable. Informasi yang terdapat dalam Indonesia Circular Forum, menunjukkan 470.000 ton tekstil terbuang percuma selama proses pembuatannya.
“Kami sangat percaya bahwa
Pable dapat menghadirkan alternatif baru dalam mengonsumsi sebuah produk,” ujar
Aryenda Atma, Founder & Director Pable Indonesia. “Di sini kami mengolah limbah tekstil, menjadikannya benang daur ulang, serta memprosesnya kembali menjadi barang baru,” tambahnya.
Dari hasil daur ulang sampah tekstil industri Pable menghasilkan beberapa output seperti kain tekstil siap pakai yang dapat diaplikasikan
menjadi pakaian, atau pun produk zero
waste yang dapat dijual kembali seperti pouch,
keset, serbet, karpet, alas piknik hingga keranjang. Memproduksi tanpa
limbah, itulah tujuan Pable.
Kini masyarakat memiliki pilihan untuk lebih bijaksana dalam menggunakan produk
hasil daur ulang dan memperpanjang masa penggunaannya. “Tak
hanya itu, mereka juga bisa turut
bertanggung jawab akan kelangsungan bumi
dengan cara yang lebih ramah,
sesuai dengan tagline Pable, A
Sustainable Solution,” kata Aryenda Atma.
Konsep Kembali ke Desa menjadi cerita yang tidak
terpisahkan dan membawa Pable untuk mencari desa-desa di Jawa Timur, agar dapat
memproses benang daur ulang menjadi lembaran-lembaran kain tenun secara manual.
“Misi kami sangat sederhana, pemberdayaan masyakarat
lokal sekitar dan membantu
perekonomian warga, terutama bagi mereka yang terdampak pandemi Covid-19. Dan ke depannya, Pable akan mempersiapkan pengolahan limbah post consumer recycled yang merupakan limbah
rumah tangga berbahan dasar kain melalui sistem drop box. Target
kami, sistem drop box dapat mulai
dilakukan di tahun 2022.
Saat ini Pable membuka kesempatan bagi semua pihak untuk ikut andil
dalam gerakan tersebut dan
menjadi Depo untuk menerima sampah tekstil masyarakat dan mensosialisasikan
sistem textile waste recycle.
Saat ini Pable membuka kesempatan bagi semua pihak untuk ikut andil
dalam gerakan tersebut dan
menjadi Depo untuk menerima sampah tekstil masyarakat dan mensosialisasikan
sistem textile waste recycle.
Tak henti melakukan terobosan menawan, yang begitu berartinya bagi banyak orang dan masyarakat, IKEA kembali meluncurkan koleksi MÄVINN. Sebagai upaya dalam mengembangkan usaha kewirausahaan sosial, yang juga merupakan salah satu bagian dari program keberlanjutan. Berangkat dari debutnya pada tahun 2023, IKEA meluncurkan edisi kedua MÄVINN. dibuat dengan mengedepankan keterampilan lokal, sekaligus menyediakan lapangan kerja dan […]
Keberadaan lahan yang selalu menjadi masalah bagi masyarakat perkotaan yang ingin berkebun, oleh Taman Buah Mekarsari disiasati dengan menghadirkan Tabulampot untuk media penanaman pohon, terutama buah. Supervisor Pengembangan Hasil Penelitian dan Landscape Gardener Taman Buah Mekarsari Junaedi menyebutkan Taman Buah Mekarsari mengembangkan Tabulampot adalah untuk memberi kemudahan pada masyarakat, khususnya pecinta tanaman untuk melakukan kegiatan […]
Yayasan Kanker Indonesia (YKI), anggota stoma penyandang atau Ostomate, yang tergabung dalam The Indonesian Ostomy Associations – YKI (InOA – YKI) dan Yayasan Wocare Indonesia menghadirkan diskusi “Peningkatan Pengetahuan dan Pemberdayaan Ostomate”. Diskusi yang diadakan dalam rangka hari “Norma N. Gill”, ini sekaligus meluncurkan Stomacare Link, yang merupakan layanan perawatan stoma berbasis online. Kedua acara […]