Hadir dengan chipset Exynos 1680 dan sistem pendingin Vapor Chamber yang ditingkatkan untuk menghadirkan performa stabil saat gaming, scrolling social media, hingga multitasking banyak aplikasi, Samsung Galaxy A57 5G bisa menjadi pilihan dan dalam genggaman. Sudah berapa kali smartphone lag di momen krusial saat gaming, atau scrolling sosial media mendadak patah-patah padahal baru dipakai sebentar […]
Penyakit Autoimun merupakan
suatu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh atau sistem imun menyerang tubuh
sendiri. Ada ratusan jenis penyakit autoimun,
salah satu yang sering diperbincangkan adalah Inflammatory Bowel
Disease (IBD) atau Radang Usus.
Karena itu, perlu mewaspadai penyakit Autoimun yang penyebabnya tak lepas dikarenakan beberapa hal yaitu merokok, memiliki riwayat infeksi, sering mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dan tinggal di dekat kawasan industri.
Demikian dikatakan dr. Prasna
Pramita Sp.PD,K-AI,FINASIM,MARS.,
yang juga adalah Dewan Pembina MCF (Marisza Cardoba Foundation), organisasi nirlaba yang menjadi mitra Pemerintah, dalam mengedukasi pentingnya penerapan pola
hidup sehat sebagai upaya pencegahan Autoimun.
Lebih lanjut dr. Prasna Pramita menjelaskan bahwa IBD terdiri dari dua jenis penyakit yaitu Penyakit Crohn (PC), lebih banyak dialami wanita, dikenal sebagai Crohn’s Disease, merupakan peradangan yang terjadi di seluruh sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga ke dubur. Dan, Kolitis Ulseratif (KU), lebih banyak diderita pria, adalah peradangan kronis pada lapisan terdalam usus besar atau kolon.
Radang usus dapat terjadi pada semua usia, namun lebih sering ditemukan
pada usia 15-30 tahun.
Adalah Nadia Karina Wijaya, Duta
Autoimun MCF, berbagi kisah tentang kondisi yang dialaminya ketika terdiagnosa PC. “Juli 2018 adalah saat di mana saya
merasa berada di titik terendah kehidupan dengan gejala BAB berdarah atau hematochezia,
yang tentu saja mempengaruhi aktivitas”.
Namun ia berhasil membangkitkan semangat juangnya, bahkan berhasil
meraih prestasi dengan terpilih sebagai Puteri
Indonesia Bali 2019. “Saya tidak ingin dibatasi oleh penyakit ini,” kenang
Nadia di sela-sela kegiatannya sebagai Senior Consultant di sebuah firma
audit empat besar Di dunia yang berpusat di London, Britania Raya.
Nadia pun mengajak agar mewaspadai ciri-ciri lainnya dari IBD seperti mual dan demam, nyeri perut
atau kram perut, perut kembung, diare, selera makan berkurang, berat
badan turun, tinja bercampur dengan lendir,
kelelahan, peningkatan frekuensi buang air besar, serta penurunan berat badan.
Maka betapa pentingnya menjaga pola hidup sehat, di antaranya,
memperhatikan jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi, dengan perbanyak makanan berserat. Dan batasi konsumsi makanan pedas karena dapat
menimbulkan keluhan diare,
menghindari susu, alcohol dan kafein.
Beriring, berolah-raga rutin yang dapat mengembalikan fungsi normal usus
dan juga mengurangi stres.
Tergolong betapa perlunya untuk diketahui msayarakat luas betapa pentingnya deteksi dini dan pengelolaan faktor risiko stroke. Terbilang demikian, karena stroke merupakan penyebab kematian tertinggi kedua dan penyebab ketiga tertinggi untuk gabungan kematian dan disabilitas di Dunia. Dan di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat prevalensi stroke mencapai 8,3 per 1.000 penduduk, berkontribusi sebesar 11,2% terhadap total kecacatan dan […]
Saat ini, terbilang masih sedikit layanan rehabilitasi untuk pasien setelah menjalani operasi besar dan kecil. Bahkan jalur perawatan kesehatan tradisional termasuk jarang melayani proses rehabilitasi. Berangkat dari sana kiranya, sebuah klinik vitalitas masa depan berbasis klinis, bersegera memberikan layanan yang berfokus secara klinis untuk para konsumennya. Adalah, dClinic, perusahaan layanan kesehatan dan vitalitas berbasis klinis […]
Untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap faktor-faktor resiko kanker kolorektal, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) bekerjasama dengan PT Merck Tbk (Merck Indonesia) memperkenalkan kampanye #PERIKSA yaitu “Peduli Risiko Kanker Kolorektal Sejak Awal”, merupakan kampanye bertujuan untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli dalam mengenali tanda atau gejala awal yang berkaitan dengan resiko kanker kolorektal dengan melakukan deteksi dini […]