Tak hanya mendengar, bahkan hingga melihat, terbilang banyak masyarakat habis waktunya hanya untuk mencari barang yang seharusnya selalu ada di tempatnya. Tidak dimungkiri, ini sebab kurang cermat dalam cara menata rumah. Terlebih setelah periode berbagai macam perayaan berlalu, banyak rumah diam-diam berubah. Bukan karena bertambah penuh, tapi karena barang-barang kecil mulai kehilangan “tempatnya”. Semisal, nampan […]
Danacita, platform pembiayaan Pendidikan — berdiri sejak 2018 — yang
bertujuan untuk memperluas akses pendidikan tinggi dan pelatihan di Indonesia, menunjukkan komitmen untuk terus membangun masa depan
generasi muda Indonesia, mau pun Asia Tenggara, melalui penyediaan pembiayaan Pendidikan
terjangkau, dengan mengangkat mantan
Menteri Perdagangan dan Kepala BKPM Republik Indonesia, Gita Wirjawan, sebagai Penasehat (advisor).
“Sebagai
seorang tokoh yang sangat dihormati di bidang bisnis dan Pendidikan,
bergabungnya Bapak Gita Wirjawan sangat bernilai dalam mewujudkan misi Danacita
untuk memperluas akses Pendidikan dan pelatihan kepada seluruh anak bangsa.
Terlebih beliau memiliki perspektif yang luas melintasi Dunia Pendidikan,
bisnis, mau pun kebijakan. Kami yakin sosok Bapak Gita Wirjawan dapat semakin
menginspirasi para Pelajar Indonesia akan pentingnya Pendidikan tinggi bagi
masa depan diri dan bangsa Indonesia,” ucap Ketty Lie, Co–Founder Danacita dalam siaran Pers,
Ms. Ketty Lie
Gita
Wirjawan, merupakan salah satu lulusan
Universitas Harvard, Amerika Serikat, menilai bahwa Pendidikan memegang peranan yang
sangat penting sebagai pendorong Indonesia untuk menjadi Negara maju. Melalui Pendidikan
tinggi, generasi muda dapat berkembang menjadi sumber daya manusia yang mampu
berpikir rasional, kritis, dan inovatif.
“Saya
sangat senang menjadi bagian dari Danacita. Harapan saya bersama Danacita mampu
mewujudkan dan membangun masa depan yang lebih baik lagi bagi generasi muda
dengan meningkatkan akses Pendidikan tinggi di Indonesia,” ujar Gita Wirjawan.
Danacita, salah satu anak perusahaan ErudiFi, berbasis teknologi yang menyediakan akses
pembiayaan Pendidikan, dari semenjak berdiri dan beroperasi tahun 201,
telah bekerja sama dengan lebih dari 100
kampus di seluruh Indonesia. Dalam catatan, sejauh ini Danacita telah bekerja
sama dengan Yayasan Tarumanagara, President University, Universitas Islam
Bandung, Institut Teknologi PLN, mau pun School of Government and Public Policy
(SGPP) yang salah satu pendirinya adalah Gita Wirjawan.
Mengusung slogan “Solusi Cerdas Biaya Kuliah”,
pembiayaan Pendidikan Danacita yang berbasis teknologi membantu meringankan dan
mempermudah proses pembayaran Pendidikan sehingga Pelajar Indonesia dapat
meraih Pendidikan terbaik. “Saya menggunakan program cicilan dari Danacita untuk
kursus di Purwadhika. Danacita direkomendasikan sebagai opsi pembayaran untuk
kursus karena pengajuannya lancar, persyaratannya mudah, serta tanpa agunan. Selain itu, cara pembayarannya juga mudah yaitu menggunakan
virtual account,” ujar Irham Anshori, pengguna Danacita.
Selain
Gita Wirjawan, jajaran Penasihat Danacita juga termasuk tokoh-tokoh ternama di
Dunia pendidikan lainnya seperti Prof. Roy
Sembel, salah satu profesor dan mantan dekan di IPMI Business School.
Terlebih
di masa pandemic, ini di mana banyak
masyarakat Indonesia yang terdampak dalam hal ekonomi, adanya pilihan
pembayaran bulanan dengan waktu pembayaran hingga 24 bulan tentunya akan lebih
terjangkau. Terutama jika dibandingkan dengan kewajiban pelunasan biaya
perkuliahan secara langsung dalam satu periode tertentu.
Putu Cindy Vania Ardelia, mahasiswa di Universitas Presiden, salah satu mitra
Danacita, mengalami secara langsung dampak pandemi yang menimpa keluarganya.
“Karena pandemi ini, keuangan orang
tua saya jadi terdampak. Kami sekeluarga khawatir bagaimana harus membayar
iuran semester yang perlu dibayarkan. Namun beruntung pihak kampus
merekomendasikan Danacita, sehingga saya bisa membayar iuran semester secara
bertahap dan meringankan beban orang tua saya,” ucap Cindy.
Ketty
Lie, Co-Founder ErudiFi (Danacita) menambahkan, “Dengan memberikan pilihan
pembayaran pendidikan bulanan yang terjangkau, Danacita dapat membantu
mengatasi kesulitan pembiayaan yang seringkali menjadi hambatan terbesar Pelajar
ketika hendak atau sedang menempuh Pendidikan tinggi. Dengan demikian, diharapkan para
pelajar dapat belajar dengan lebih nyaman dan bersemangat.”
Dalam catatan, hingga saat, ini platform
teknologi Danacita telah berhasil memberikan bantuan pendanaan bagi ribuan Pelajar
yang kurang mampu secara finansial di lembaga Pendidikan tinggi dan program
kejuruan, dan telah mencatat pertumbuhan hingga 3 kali lipat di tahun 2020.
“Harapan ke depan, semakin banyak
Pelajar yang bisa melanjutkan Pendidikan mereka. Tak hanya bagi pelajar di area
Jakarta, tetapi juga di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, kami akan terus
meningkatkan kerja sama dengan Universitas dan mitra Institusi, untuk dapat
bersama-sama menciptakan akses untuk menempuh Pendidikan seluas-luasnya,” tutup
Ketty Lie, Co–founder ErudiFi (Danacita).
Brand perawatan gigi Pepsodent, yang selama lebih dari 70 tahun bertujuan untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia, kembali hadirkan produk terbaiknya, Pepsodent Natural Bamboo. Adalah sikat gigi yang ramah lingkungan dengan 100% gagang bambu pertama dari Pepsodent. Peluncuran sikat gigi, ini ditandai kolaborasi Pepsodent dengan National Geographic Indonesia, mengajak masyarakat Indonesia mengambil langkah-langkah […]
Jakarta – Hari Properti Nasional (HarPropNas) 2018 yang diselenggarakan 99.co kian terasa gempitanya dengan digelarnya tawaran mememukau berupa promo properti dari 21 developer ternama di Tanah Air. Melalui acara HarPropNas, merupakan hari belanja properti Nasional yang diinisiasi oleh PT Ninety Nine Dot Co, — berlangsung selama 9 hari, mulai tanggal 9 September 2018 dan akan […]
Jumlah warga Indonesia yang divaksinasi baru mencapai 12,8 persen dari target 181 juta penduduk hingga hari Senin (21/6/2021). Demikian catatan Kementerian Kesehatan RI. Berdasarkan hal itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta agar proses vaksinasi Covid-19 bisa dipercepat guna mengantisipasi lonjakan kasus positif virus Corona. Dengan cara meningkatkan kecepatan penyuntikan menjadi 700.000 suntikan per hari […]