Didirikan dan hadir di tengah masyarakat Tanah Air, pada 17 April 1977 oleh 17 tokoh masyarakat, Yayasan Kanker Indonesia (YKI), organisasi nirlaba yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan dengan fokus pada penanggulangan kanker, telah berkembang menjadi salah satu organisasi nirlaba terdepan dalam penanggulangan kanker di Indonesia. Yang fokusnya tidak hanya pada pengobatan, tetapi juga […]
Di tengah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang semakin mengancam ketahanan pangan susu Nasional, PT Greenfields Dairy Indonesia, integrated dairy farm yang memproduksi susu segar terbesar di Indonesia, kian menegaskan komitmen ekstranya untuk senantiasa bertumbuh dan berkembang bersama para peternak sapi perah lokal dalam berbagai kondisi melalui perluasan program Kemitraan Sapi Perah Greenfields (KSG).
Maka pada kesempatan yang baik dan terasa menawan, beriring Greenfields meresmikan salah satu fasilitas unggulan dari KSG, yaitu tempat penampungan susu atau milk collection center (MCC) yang ketiga di daerah Pijiombo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Heru Setyo Prabowo, Head of Dairy Farm Development & Sustainability, Government, Environment and Safety Farm Greenfields Indonesia, di acara Virtual Media Coference , berlangsung di penghujung bulan Bulan Agustus 2022, menjelaskan, “Dengan visi ‘Greenfields Farming Philosophy’, Greenfields selalu menjamin terjaganya kesegaran dan kualitas seluruh produk mulai dari peternakan, proses produksi hingga tiba di tangan konsumen. Lebih dari itu, Greenfields juga memiliki komitmen ekstra memajukan perekonomian dan industri susu melalui program KSG yang diinisiasi sejak 2007 untuk memacu geliat para peternak sapi perah lokal di sekitar area dua peternakan kami.”
“Selama 14 tahun, KSG telah memberikan sejumlah dukungan seperti penyuluhan, pembinaan, hingga pelayanan kesehatan kepada para mitra peternak, termasuk ketika wabah PMK merebak. Program KSG tidak hanya menyasar untuk meningkatkan kesejahteraan para peternak, tetapi juga menyokong hasil produksi susu sapi perah dalam Negeri guna memperkuat ketahanan pangan susu Nasional,” Heru Setyo Prabowo menambahkan.
Peluang Usaha Peternakan sapi Perah
Namun, produksi susu dalam Negeri, hingga kini dirasa masih belum bisa memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat. Terdapat kesenjangan yang besar antara kebutuhan susu masyarakat Indonesia sebesar hampir 4,4 juta ton per tahun dengan jumlah susu segar dalam Negeri (SSDN) yang hanya sebanyak 997,35 ribu ton per tahun. Kondisi, ini mengakibatkan ketergantungan kita terhadap susu impor hingga 80%. Dari jumlah pasokan susu dalam Negeri, 51%-nya berasal dari Provinsi Jawa Timur yang telah dikenal sebagai tulang punggung produksi susu sapi perah di Indonesia.
Dr. Ir. Jumadi, M.MT, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur yang hadir mewakili Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si, Gubernur Jawa Timur, di acara
cara dengan MCCisca Becker, memaparkan, “Jawa Timur merupakan provinsi agribisnis yang menjadi lumbung pangan dan gudang ternak Nasional. Namun, wabah PMK telah memberikan dampak yang signifikan pada produksi sapi perah dan perekonomian peternak”.
Lanjutnya,”kami sangat mengapresiasi program KSG dari Greenfields. Diharapkan kolaborasi dan sinergi lebih lanjut antara Greenfields dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat menjadi contoh bagi pelaku industri lainnya, sehingga bersama-sama kita dapat membantu meringankan permasalahan wabah PMK dan memulihkan kembali semangat peternak serta produktivitas sapi perah, khususnya di Jawa Timur.”
Dr. Ir. Epi Taufik, S.Pt, MVPH, M.Si, IPM, Kepala Divisi Teknologi Hasil Ternak, Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor turut berbagi pandangan, “Produksi susu sapi Nasional yang tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat semakin mengancam ketahanan pangan Bangsa. Apalagi, susu adalah sumber nutrisi terlengkap yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia yang kedepannya akan didominasi oleh penduduk muda.”
“Greenfields menjadi salah satu contoh pelaku industri yang membantu memenuhi pilar-pilar tersebut melalui komitmen untuk berinvestasi penuh di kedua peternakannya sehingga dapat memproduksi susu segar yang senantiasa terjaga kualitasnya, disertai upaya dalam memberdayakan para peternak sapi perah lokal,” tambah Dr. Epi Taufik.
Kardani, salah seorang peternak sapi perah mitra KSG turut berbagi kisah, “Sebelum bergabung dengan KSG, saya bekerja secara serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap. Seiring waktu, saya melihat adanya peluang meningkatkan perekonomian keluarga dengan beralih profesi menjadi peternak. Pada 2008, dengan pinjaman usaha mikro dari perbankan yang bekerja sama dengan KSG, saya mulai memelihara 2 ekor sapi perah. Dengan pembinaan rutin dan juga pelayanan kesehatan hewan ternak yang lengkap serta tanpa biaya dari KSG, kini saya hidup lebih sejahtera dengan 10 ekor sapi perah, dan dipercaya mempimpin kelompok ternak di wilayah Jambuwer, Malang. Selain itu, saya juga memberikan apresiasi khusus pada KSG atas dukungan yang tak pernah surut saat kami ikut terdampak wabah PMK.”
Selama wabah PMK, KSG gesit melaksanakan rangkaian pendampingan kepada mitra peternak, antara lain upaya sosialisasi dan terus mengingatkan peternak untuk tidak menjual atau membeli sapi dari luar daerah, mendistribusikan banner edukasi PMK, melakukan penyemprotan desinfektan, membagikan disinfektan, hingga menyusun sejumlah langkah mitigasi untuk melindungi aktivitas harian para peternak.
Selain itu, KSG juga memberikan subsidi kepemilikan sapi perah sebanyak 50 ekor dengan persyaratan ringan, sebagai langkah jitu untuk mendorong produktivitas para peternak susu sapi lokal.
Kali, ini Greenfields juga kian memperluas manfaat program KSG dengan menambah akses milk collection center (MCC) baru di Pijiombo. MCC adalah fasilitas penting yang mengatur seluruh proses penanganan susu segar dari para mitra peternak, mulai dari pengujian, analisa, pendinginan dan proses pengiriman susu ke pabrik atau pembeli.
“Dengan program subsidi sapi perah dan kehadiran MCC Pijiombo, kini kesempatan bagi masyarakat untuk menjalankan usaha di bidang peternakan sapi perah makin terbuka. Kami harap seluruh dukungan ini mampu membangkitkan kiprah para peternak sapi perah lokal, meningkatkan produksi susu sekaligus meningkatkan kesejahteraan hidup seluruh mitra peternak KSG,” tutup Heru Setyo Prabowo.
[]Salsa & Andriza Hamzah
Photo Dok. Alchemy Communications
Keterangan foto:
(Atas Ki-Ka): Ir. Indyah Aryani, MM – Dr. Ir. Jumadi, M.MT – Heru Setyo Prabowo
(Bawah Ki-Ka): Dr. Ir. Epi Taufik, S – Kardani, peternak sapi perah KSG
Untuk mendorong masyarakat agar lebih aktif dan terus bergerak, Rexona kembali mempersembahkan ajang lari tahunan bertajuk “Rexona Run”. Rexona Run 2024 yang akan digelar pada 17 November 2024, di Digital Hub BSD City, mengajak ribuan peserta untuk menemukan alasan yang dapat mendorong mereka lanjut terus. Maka, acara ini bisa diikuti oleh pelari pemula mau pun berpengalaman. […]
Rexona Run, ajang lari tahunan yang diusung Rexona bertujuan mendukung semua pelari – baik pemula mau pun berpengalaman – dalam perjalanan mereka menjadi lebih aktif dan #LanjutTerus bergerak, kembali dihadirkan. Rexona Run 2024 yang digelar pada 17 November 2024 di Digital Hub BSD City, Rexona Run 2024 berjalan lancer dan sukses, bahkan menawan. Melibatkan 3.500 […]
Melanjutkan Kolaborasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI), di tahun Kedelapan “Gerakan Masjid Bersih”, PT Unilever Indonesia, Tbk melalui Wipol dan Sunlight kembali hadir. Ini tak lepas, kolaborasi berkelanjutan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan 50.000 Masjid yang tersebar di berbagai penjuru Tanah Air Memperkuat kerjasama, PT Unilever Indonesia, Tbk PT dengan Dewan Masjid Indonesia ditandai penandatanganan nota […]