World Heart Day 2026, yang jatuh pada 29 September, mengajak masyarakat untuk kembali memfokuskan perhatiannya terhadap kesehatan jantung. Tahun ini, World Heart Federation mengangkat tema “Heart Disease Can Hide in Plain Sight: Don’t Miss a Beat”, yang mengajak masyarakat untuk lebih mengenali tanda dan risiko penyakit kardiovaskular yang dapat terlewatkan. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) […]
30 Oktober 2018 @Perpustakaan Nasiona RI – Jakarta Pusat
Pada tahun 1992 itu. Dirasa sepinya kegiatan seni tari bertaraf Internasional, kiranya mengusik jiwa dan menimbulkan keprihatinan sejumlah dosen di Tanah Air, di antaranya adalah seniman tari di Institut Kesenian Jakarta.
Dari sanalah kemudian, para dosen Fakultas Seni Pertunjukkan : Sal Murgiyanto, Nungki Kusumastuti, Maria Darmaningsih, Melina Surjadewi, Dedy Luthan, Tom Ibnur, serta didukung oleh Farida Oetojo, Sardono W.Kusumo dan lainnya, tergugah mendirikan Indonesian Dance Festival.
(kika) Edi Irawan (Kasubdit Seni Pertunjukan Kemdikbud RI) – Eun-Me Ahn (Koreografer dari South Korea) – Dr. Nungki Kusumastuti, S.Sn., M.Sos (Direktur Keuangan IDF 2018) – Dr. Melina Surya Dewi, S.Pd.M.Si (Direktur Riset & Pengembangan IDF 2018) – Maria Darmaningsih, S.Sn, M.ED (Direkur Program IDF 2018) – Gumilar Ekayala (Kepala Bidang Seni & Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan).
Merupakan wadah keren untuk menggarap festival tari kontemporer. Yang eksistensinya tetap terjaga hingga tahun ini.
Selama lebih dari dua dekade berkibar di dunia tari Internasional, sebagai sebuah acara biennale, IDF mendorong munculnya begitu banyak koreografer terkemuka. Beriring berusaha keras untuk menampilkan festival yang bergengsi dan bertaraf Internasional setiap kali acara berlangsung.
Menarik tentunya. IDF tidak hanya menampilkan karya-karya koreografer terkenal di dunia Internasional, namun juga berupaya menemukan bakat-bakat para koreografer muda Indonesia untuk ditampilkan di IDF.
Bila menuai keberhasilan yang memukau, tidak terlepas dari program-program utama festival ini yang sangat memenuhi standar kualitas.
Seperti yang disampaikan oleh Seno Gumira Ajidarma, Rektor IKJ,”IDF harus jadi wadah pembelajaran, bukan saja bagi seniman tari, tapi seniman lain, termasuk peminat seni. Kegiatan-kegiatan pada pelaksanaan IDF harus dapat menjadi penentu standar kualitas dan meningkatkan penyelenggaraan acara menjadi lebih baik. Pergelaran yang ditampilkan setiap hari menjadi momentum ritual peningkatan mutu”.
Di tahun, ini menandai tahun ke 26 keberadaannya, penyelenggaraan IDF dengan tema “Demo/cratic Body: How Soon Is Now?” yang melibatkan 8 Negara : Indonesia, Meksiko, Prancis, India, Jerman, Australia, Korea Selatan, dan Singapura, berlangsung di berbagai tempat di Jakarta — Taman Ismail Marzuki, Gedung Kesenian Jakarta, Perpustakaan Nasional RI, Teater Salihara – berlangsung tanggal 6 – 10 November 2018. Sejumlah pertunjukkan menarik dapat dinikmati di sana.
“Kegiatan ini penting karena sangat baik. Maka sungguh tepat dijalankan secara kontinyu, juga konsisten. Pemerintah tentu mendukung, dan Direktorat Seni dan Budaya, Kemendikbud, memberi apresiasi yang tinggi,’ ujar Edi Irawan, Kasubdit Seni Pertunjukan Kemdikbud RI, di acara temu Media.
Di tempat yang sama, Gumilar Ekalaya, Kepala Bidang Seni & Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, menyampaikan,”Jakarta dapat saya katakan merupakan kanvas Seni Budaya. Karena itu, kegiatan IDF, yang sudah begitu lekat dan familiar di tengah masyarakat banyak, agar terus didukung, siapa pun Gubernur DKI.”
Di acara yang menghadirkan Dr. Melina Surya Dewi, S.Pd.M.Si (Direktur Riset & Pengembangan IDF 2018), Maria Darmaningsih, S.Sn, M.ED (Direkur Program IDF 2018) dan Eun-Me Ahn, Koreografer dari South Korea, Dr. Nungki Kusumastuti, S.Sn., M.Sos, Direktur Keuangan IDF 2018, mengatakan,”Di acara ini akan hadir 30 peserta tingkat Internasional. Maka saya ingin sampaikan, melalui IDF, harus menjadi sesuatu bagi Indonesia. Sekalipun Seni Tari memang tidak bisa masuk industri sepenuhnya, seperti halnya di Korea, tetapi bisa masuk ekonomi kreatif. Seni rupa bisa berkolaborasi dengan film dan bidan lainnya.”
Jakarta, 1 September 2018 – Headset dari Acer satu ini digolongkan sebagai Windows Mixed Reality pertama dan headset Virtual Reality pertama yang menampilkan desain yang dapat dilepas, teknologi pipa suara built-in yang dipatenkan, dan teknologi penyesuaian Interupillary Distance (IPD) Acer OJO 500, memiliki ragam kelebihan. Dimulai dari desain unik yang dapat dilepas pada headset, sehingga […]
Beberapa waktu jelang Hari Raya Idul Fitri, tepatnya ranggal 11 Mei 2021, Samsung Electronics membuka Bespoke Home 2021. Merupakan platform virtual baru yang menampilkan secara global produk-produk Samsung Home Appliances. Event ini menyoroti ekspansi global jajaran kulkas Bespoke dan menjadi isyarat peluncuran global Bespoke Kitchen Package yang akan datang, bersama dengan beragam lifestyle appliance dan […]
Berkomitmen untuk dapat memberikan solusi terbaik bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, seluruh produk UMEDA yang mulai hadir pada tahun 2018, hingga saat, ini juga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kaum millennial. Karenanya mengedepankan penuh kemudahan dan kepraktisan dengan didasari oleh cara hidup masyarakat di Jepang yang fungsional. Menawan dari seluruh produk UMEDA selalu […]