Betapa berarti dan tertanam baik di hati, IKEA, sarana kebutuhan untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang, yang berpesona, dengan menawarkan rangkaian produk perabot rumah tangga yang fungsional, didesain dengan baik, dengan harga terjangkau. Maka, tepat tanggal 15 Oktober 2026, IKEA Indonesia genap berusia 12 tahun sejak toko pertamanya resmi dibuka di […]
Seni peran lekat dalam kehidupannya. Dari sana, ia tak henti berkarya. Begitu yang tergambar pada sosok aktor kelahiran 2 September 1963, yang di sepanjang kariernya di dunia akting, sudah membintangi 70 lebih film layar lebar. Belum lagi, puluhan sinetron juga diwarnai kehadirannya.
Akting Tyo Pakusadewo yang dimulai tahun 1988-an, benar memukau. Dari sana membuahkan kesuksesan, dan sejumlah penghargaan pun diraihnya.
(Ki – ka) Krishto Damar Alam – Donny Damara – Tyo Pakusawadewo – Patrisha Pakusadewo – Jerome Gabe
Tercatat, menyandang Aktor Muda Bertalenta pada Piala Citra di Festival Film Indonesia (FFI) 1991. Dari sana, Piala Citra untuk Pemeran Utama Pria terbaik di FFI 2009 dalam genggamannya. Berlanjut, sebagai Aktor Terbaik pada Indonesia Movie Award (2010 & 2012), dan di tahun 2016, Tyo Pakusadewao menyandang sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik di Usmar Ismail Awards.
Tidak berhenti berkarya. Tyo, akrab disapa, tepatnya di pengujung tahun 2018 — untuk pertama kalinya bersiap menunjukkan akting terbaiknya melalui pentas teater.
Menariknya. Pentas teater Tyo pertamanya — bergandeng Teater Craddha — bertajuk ‘Untuk Ibu ; Kasih Anak sepanjangg Jalan, Kasih Ibu Sepanjang Masa”, secara khusus dipersembahkan untuk Ibunda terkasih, yang telah berpulang di tahun 2018.
Patrisha Pakusadewo dan Tyo Pakusawadewo
“Kepergian Ibu di saat saya mendapat masalah, dan sedang menjalani hukuman. Sulit untuk saya sampaikan, betapa saya telah sangat mengecewakan. Saya ingin membalas segala apa yang telah Ibu berikan kepada saya. Persembahan saya melalui pentas teater, ini sebagai wujud betapa saya mencintai dan merindukannya. Bagi saya, Ibu adalah wakil Tuhan di dunia,” ujar Tyo.
“Untuk Ibu ; Kasih Anak Sepanjang Jalan, Kasih Ibu Sepanjang Masa”, Tyo melibatkan ‘teman’ dari kalangan seni peran dan musik. Di antaranya Krishto Damar Alam bertindak sebagai Produser, Pemusik : Anak-ku Choir, Jerome Gabe (Pianis), Yudhist (Gitaris) dan Heidy Awuy (Harpis). ‘Teman’ satu profesi : Reza Rahardian, Donny Damara, Rifnu Wikana, Shelomita dan Estelle Linde.
Di samping melibatkan sejumlah ‘teman’, Tyo juga melibat puteri cantiknya, yang berprofesi main teater : Patrisha Pakusadewo.
“Ini adalah kerja bareng pertama saya dan Papa. Kalau boleh saya sampaikan, sangat menyenangkan karena saya beroleh kian banyak pengetahuan seni peran,” ujar Patrisha, 20 tahun.
Pentas teater yang ditujukan untuk Ibu, sekaligus memperingati Hari Ibu — tanggal 22 Desember — akan berlangsung pada tanggal 15 Desember 2018 di Teater Komunitas Salihara, Jakarta Selatan.
01 Oktober 2018 @Galeri Indonesia Kaya, Mall Grand Indonesia Jakarta Sebuah film berjudul “Sekar”, persembahan Titimangsa Foundation bekerja sama dengan Fourcolours Films dan didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, berkaitan Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober, Film pendek yang menyampaikan makna Batik yang penuh dengan filosofi atas kehidupan budaya dan nilai-nilai budaya […]
IFI Sinema, yang telah berkecimpung dalam industri perfilman Tanah Air sejak tahun 2007 melalui film-film produksinya berjudul ‘Coklat Stroberi’ (2007), ‘Radit dan Jani dan ‘3 Doa dan 3 Cinta (2008), ‘Coblos Cinta’ (2008), ‘Serigala Terakhir’ (2009), ‘Mika’ (2013), ‘Pertaruhan’ (2017) dan ‘My Generation’ (2017), di tahun ini hadirkan film terbarunya “Menunggu Pagi”. Sebuah film berkisah […]
Jakarta, 18 April 2018 — Juara World Music Award, Goodwill Ambassador United Nations, Juri Internasional Asia’s Got Talent kembali mencetak tonggak sejarah menjadi artis kelahiran Indonesia pertama yang berhasil bertengger di charts Billboard selama lebih dari 15 minggu berturut-turut. Lagu ‘What We Remember’ mendapat respon yang luar biasa sejak pertama kali di rilis, bahkan bertengger […]